"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

Sebelum Glinda dan Elphaba Kembali! 4 Rahasia Tersembunyi The Wicked Witch of the West

Mengapa Elphaba Disebut “The Wicked Witch of the West”?

Setelah sukses besar dengan film Wicked (2024), kini dunia menantikan kelanjutannya, yaitu Wicked: For Good (2025). Di Indonesia, film ini akan tayang pada Rabu, 19 November 2025. Antusiasme publik terhadap kisah akhir Elphaba (Cynthia Erivo) dan Glinda (Ariana Grande) sangat tinggi. Namun, di tengah penantian sekuel ini, Elphaba kembali menjadi topik hangat. Penyihir hijau ini identik dengan julukan “wicked” yang penuh stigma dan rumor. Kehadiran informasi baru tentang sekuelnya memicu kembali pertanyaan mendasar: Mengapa Elphaba dianggap sebagai penyihir paling jahat di Oz?

Sebelum Anda menikmati babak penutup, ada baiknya meninjau ulang alasan di balik julukan The Wicked Witch of the West. Siapa tahu, pemahaman ini mengungkap kejutan besar di film kedua!

Nama Asli Adalah Penghargaan, Bukan Bawaan

Mungkin mengejutkan, tetapi nama Elphaba tidak ada dalam narasi Oz yang paling awal. Dalam novel The Wonderful Wizard of Oz (1900) karya L. Frank Baum, penyihir dari barat hanyalah sebuah gelar. Ia tidak memiliki nama diri. Identitas “Elphaba” baru diberikan hampir satu abad kemudian. Penulis Gregory Maguire memperkenalkan nama ini dalam novelnya tahun 1995, Wicked: The Life and Times of the Wicked Witch of the West. Maguire menciptakan Elphaba sebagai penghormatan fonetik. Ia mengeja inisial Baum (L.F.B.) menjadi El-pha-ba. Inilah yang memberi karakter tersebut identitas yang lebih kaya. Keputusan ini, yang didukung popularitas Broadway, membantu menjelaskan bagaimana gelar historis Wicked Witch of the West itu terbentuk.

Pelabelan “Wicked” Murni Manipulasi Kekuasaan

Sisi “wicked” Elphaba adalah rekayasa rezim Oz. Awalnya, Elphaba dan Glinda datang ke Emerald City atas undangan The Wizard (Jeff Goldblum). Tujuannya adalah membela Animals yang didiskriminasi. Namun, di sana, Elphaba menyadari bahwa Wizard adalah penipu. Ia melihat Wizard dan Madame Morrible (Michelle Yeoh) bertanggung jawab atas penindasan sistemik. Karena menolak berpartisipasi, Elphaba mencuri Grimmerie dan melarikan diri. Pembangkangan ini membuat Wizard dan Morrible merasa terancam. Mereka meluncurkan operasi propaganda. Morrible, sebagai manipulator utama opini publik, memutarbalikkan narasi tersebut. Keberanian Elphaba melawan korupsi dibingkai sebagai tindakan terorisme. Publik Oz, yang mudah terprovokasi, akhirnya percaya bahwa Elphaba adalah penyihir jahat yang harus diburu. Maka, gelar “wicked” adalah senjata politik.

Julukan “of the West” adalah Penunjuk Lokasi

Tidak seperti komponen “wicked” yang politis, frasa “of the West” murni geografis. Setelah menjadi buronan, Elphaba memilih bersembunyi di Winkie Country, wilayah yang terletak di sebelah barat Oz. Wilayah ini menjadi tempatnya tinggal permanen. Ini konsisten dengan lore Oz. Baum menetapkan bahwa setiap arah mata angin memiliki penyihir yang berpengaruh. Ada Good Witch di Utara dan Selatan. Dengan demikian, “Witch of the West” hanyalah identitas spasial. Kejahatan sejati justru terletak pada rezim yang melabelinya.

Prasangka yang Diperkuat Penampilan Fisik

Stigma terhadap Elphaba semakin kuat berkat latar belakang dan penampilannya yang mencolok. Ia lahir dengan kulit hijau, hasil eliksir yang diminum ibunya. Fakta ini membuatnya segera menjadi objek kecurigaan, bahkan sejak hari pertama di Shiz University. Selain itu, Elphaba memilih pakaian serba hitam, yang sangat kontras dengan Glinda yang selalu mengenakan warna-warna cerah. Penampilan ini, ditambah dengan topi runcing dan sapu terbang, dengan mudah mengingatkan masyarakat Oz pada stereotip penyihir jahat klasik. Visual ini membantu propaganda Wizard. Penilaian berdasarkan perbedaan penampilan ini adalah cerminan miris dari realitas sosial. Banyak orang terlalu cepat memberi cap negatif pada mereka yang terlihat berbeda dari standar yang diterima.

Kesimpulan

Julukan The Wicked Witch of the West adalah kisah tentang korban propaganda yang dibentuk oleh kebohongan dan prasangka. Saatnya menonton Wicked: For Good dengan perspektif yang lebih mendalam.

Almahdi Sharique

Penulis yang aktif meliput dunia hiburan dan tren media sosial. Ia menghabiskan waktu senggang dengan mendengarkan musik pop, mengedit video ringan, dan menjelajahi akun kreator. Ia percaya bahwa hiburan adalah bagian dari dinamika masyarakat. Motto: “Kreativitas adalah energi kehidupan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *