Kondisi Fasilitas Umum di Telaga Bandung yang Memprihatinkan
Kondisi fasilitas umum di Telaga Bandung, Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan, saat ini sangat memprihatinkan. Banyak bangunan dan sarana yang sudah rusak berat dan belum mendapatkan perbaikan. Hal ini membuat pengunjung kesulitan dalam menikmati keindahan alam yang tersedia di lokasi tersebut.
Kerusakan yang Terlihat Jelas
Beberapa tahun terakhir, pemeliharaan dan pengelolaan Telaga Bandung diserahkan oleh Pemprov Jatim kepada Pemkab Lamongan. Namun, hingga kini, tidak ada anggaran yang dialokasikan untuk perbaikan fasilitas yang rusak. Dua kamar mandi dan WC serta gazebo di sisi selatan kondisinya sangat memperihatinkan. Atap genteng pada gazebo telah rontok karena kayu usuk dan reng yang lapuk akibat dimakan usia.
Selain itu, beberapa bangunan lainnya juga mengalami kerusakan serius. Beberapa bagian dari konstruksi bangunan tampak miring hingga beberapa derajat. Kondisi ini membuat banyak fasilitas seperti area bermain anak-anak dan tempat duduk yang nyaman tidak bisa lagi difungsikan. Pengunjung yang ingin buang air kecil atau BAB harus mencari tempat di luar telaga.
Masalah Lingkungan dan Perawatan
Masalah lingkungan juga turut memperparah kondisi Telaga Bandung. Air dalam telaga terlihat keruh karena masuknya ranting dan daun pohon penghijauan yang gugur di sekitar tanggul. Selain itu, jalan setapak dari paving lebih separuhnya rusak dan berantakan, sehingga sulit dilewati oleh pengunjung.
Pohon-pohon penghijauan di sekitar telaga juga kurang terawat dan membutuhkan pemangkasan agar tidak mengganggu keindahan alam. Kondisi ini semakin memperburuk suasana di sekitar telaga yang sebelumnya menjadi tempat favorit bagi keluarga untuk piknik.
Penyebab Utama: Tidak Ada Anggaran
Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lamongan, Andhy Kurniawan, saat ini belum ada anggaran untuk perbaikan bangunan fasilitas yang rusak di Telaga Bandung. Ia menyatakan bahwa DLH hanya fokus pada pemeliharaan rutin, seperti penggantian paving yang rusak, memastikan lampu di lokasi tetap menyala, dan penanganan kecil lainnya.
Andhy mengungkapkan bahwa pihaknya akan berusaha mencari alokasi anggaran untuk tahun 2026, khususnya untuk pembangunan fasilitas kamar mandi lengkap dengan toilet dan perbaikan fasilitas lainnya. Meski begitu, ia mengakui bahwa semua upaya ini terkendala oleh ketiadaan anggaran.
Upaya Pemeliharaan Rutin
Meskipun tidak ada anggaran untuk perbaikan besar, DLH masih melakukan pemeliharaan rutin. Misalnya, mereka menambah pompa air di toilet yang ada di dekat pintu masuk utara. Hal ini dilakukan agar pengunjung dapat menggunakan fasilitas yang tersedia meskipun dalam kondisi yang masih terbatas.
Harapan Masyarakat
Telaga Bandung sejatinya memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata yang menawarkan keindahan alam dan ketenangan. Namun, kondisi saat ini membuat pengunjung kesulitan menikmati keindahan tersebut. Masyarakat berharap agar pemerintah dapat segera memberikan perhatian lebih terhadap Telaga Bandung, termasuk alokasi anggaran untuk perbaikan dan pengembangan fasilitas.
Dengan adanya perbaikan dan penambahan fasilitas, Telaga Bandung dapat kembali menjadi tempat yang nyaman dan menarik bagi pengunjung, terutama keluarga yang ingin berlibur di tengah kota.
Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”











