**Enrekangpost.com -** Para ilmuwan telah menemukan oksigen di galaksi terjauh yang diketahui hingga saat ini. Penemuan ini menunjukkan bahwa galaksi dapat terbentuk jauh lebih cepat daripada yang diperkirakan sebelumnya.
Galaksi tersebut dikenal sebagai JADES-GS-z14-0 dan berjarak 13,4 miliar tahun cahaya dari Bumi. Galaksi ini ditemukan tahun lalu menggunakan Teleskop Luar Angkasa James Webb milik NASA dan merupakan planet terjauh yang diketahui.
Penemuan oksigen di galaksi yang jauh ini merupakan kejutan bagi para ilmuwan. Dilakukan dalam dua penelitian terpisah oleh dua tim astronom yang berbeda, mereka juga mampu meningkatkan pengukuran jarak ke galaksi tersebut. Para astronom menggunakan jaringan puluhan teleskop radio yang terletak di gurun Chili, yang merupakan proyek astronomi terbesar yang pernah dilakukan, yaitu Atacama Large Millimeter/sub-millimeter Array.
Gambar-gambar yang dihasilkan menunjukkan keadaan galaksi tersebut saat alam semesta berusia kurang dari 300 juta tahun, sekitar 2 persen dari usianya saat ini. Para ilmuwan menemukan oksigen di galaksi tersebut menggunakan ALMA (ESO/NAOJ/NRAO)/S. Carniani dkk./S. Schouws dkk/JWST: NASA, ESA, CSA, STScI, Brant Robertson (UC Santa Cruz), Ben Johnson (CfA), Sandro Tacchella (Cambridge), Phill Cargile (CfA).
Penemuan oksigen ini memberi tahu para astronom bahwa galaksi tersebut secara kimiawi lebih matang daripada yang diperkirakan. Para peneliti percaya bahwa pada usianya, galaksi tersebut terlalu muda untuk memiliki unsur-unsur berat, tetapi ternyata galaksi tersebut memiliki sekitar 10 kali lebih banyak dari yang mereka perkirakan.
Galaksi biasanya memulai keberadaannya dengan bintang-bintang muda yang sebagian besar terdiri dari unsur-unsur yang lebih ringan seperti hidrogen dan helium. Seiring waktu, saat bintang-bintang berevolusi, mereka menghasilkan unsur-unsur yang lebih berat, yang dilepaskan ke galaksi induknya saat mereka mati.
“Saya terkesima dengan hasil yang tak terduga ini karena hal tersebut membuka pandangan baru mengenai fase-fase awal evolusi galaksi,” kata Stefano Carniani dari Scuola Normale Superiore, penulis utama makalah kedua yang kini telah diterima untuk dipublikasikan di Astronomy & Astrophysics.
Penemuan ini menimbulkan pertanyaan baru tentang kapan dan bagaimana galaksi terbentuk. Gergö Popping, seorang astronom di Pusat Regional ALMA Eropa milik European Southern Observatory, mengatakan bahwa hal ini menunjukkan galaksi dapat terbentuk lebih cepat setelah Big Bang daripada yang diperkirakan sebelumnya.
Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”





