Enrekangpost.com – Para ilmuwan terus mempelajari Bulan dan bagaimana satelit alami Bumi ini terbentuk. Teori yang paling diterima tentang pembentukan Bulan adalah “hipotesis tumbukan raksasa”, yang menyatakan bahwa Bumi bertabrakan dengan sebuah protoplanet bernama Theia sekitar 4,5 miliar tahun yang lalu. Tabrakan ini menciptakan puing-puing yang akhirnya membentuk Bulan yang kita lihat saat ini.
Tim peneliti dari Universitas Chicago telah menganalisis proporsi unsur di dalam batuan Bulan dari misi Apollo untuk mempelajari lebih lanjut tentang sejarah Bulan. Mereka menemukan bahwa Bulan membeku sekitar 4,43 miliar tahun yang lalu, yang hampir bersamaan dengan Bumi menjadi layak huni. Saat Bulan membeku, lapisan-lapisan terbentuk dan sebagian besar lautan batuan cair membeku, sementara sisanya berubah menjadi cairan sisa yang disebut KREEP.
KREEP ini terbentuk sekitar 140 juta tahun setelah Tata Surya terbentuk, dan proses peluruhan unsur tanah jarang yang disebut lutetium membantu menentukan usia batuan. Para ilmuwan kemudian menganalisis sampel kecil bebatuan dari Bulan dan menemukan bahwa usia bebatuan tersebut sesuai dengan usia pembentukan reservoir KREEP. Dengan demikian, mereka menyimpulkan bahwa reservoir ini terbentuk sekitar 140 juta tahun setelah Tata Surya terbentuk.
Penelitian ini membantu kita memahami sejarah awal Bulan dan kapan ia mendingin. Nicolas Dauphas, ilmuwan dari Universitas Chicago, mengatakan bahwa penemuan ini merupakan jawaban yang tepat untuk pertanyaan yang telah menjadi kontroversi selama ini. Temuan ini juga akan membantu persiapan untuk misi masa depan seperti Chang’e dan Artemis yang akan memberikan lebih banyak pengetahuan tentang Bulan.





