Enrekangpost.com – OpenAI mengumumkan perubahan pada model kecerdasan buatannya setelah dipermalukan oleh DeepSeek. Pembaruan ini membuat ChatGPT, yang sebelumnya hanya dapat membahas topik tertentu, kini dapat membahas berbagai topik, termasuk isu-isu kontroversial, dengan lebih terbuka dan eksplisit.
OpenAI menjelaskan bahwa kebijakan baru ini mengusung prinsip kebebasan intelektual dan memberikan ruang bagi pengguna untuk mengeksplorasi, berdebat, dan berkreasi tanpa batasan yang dianggap sewenang-wenang. Dengan kebijakan baru ini, OpenAI berharap ChatGPT dapat bertukar informasi lebih leluasa dan mengurangi daftar topik yang sebelumnya dilarang untuk dibahas, namun tetap dengan mekanisme keamanan yang ketat.
OpenAI juga menanamkan dua filosofi utama dalam model AI-nya, yaitu “Tetap dalam batasan” dan “Cari kebenaran bersama”. Hal ini berarti bahwa meskipun ChatGPT dapat membahas topik yang kontroversial, seperti cara membuat bom, chatbot ini tidak akan memberikan panduan atau langkah-langkah spesifik. Sebaliknya, ChatGPT akan memberikan jawaban yang lebih bijaksana dan diplomatis, serta mengarahkan pengguna ke diskusi yang lebih edukatif tanpa membahayakan pihak lain.
Menurut OpenAI, pendekatan berbasis kebebasan intelektual ini merupakan langkah penting dalam mendorong inovasi dan kemajuan AI. Dengan memungkinkan diskusi yang lebih luas, teknologi kecerdasan buatan diharapkan dapat menjadi alat yang lebih bermanfaat dalam membantu manusia memahami berbagai perspektif.
Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”





