Enrekangpost.com – DeepSeek, sebuah model kecerdasan buatan (AI) asal China yang sedang naik daun, telah menimbulkan kekhawatiran di berbagai negara, termasuk Australia. Jim Chalmers, Bendahara Australia, mendesak warga Australia untuk berhati-hati dalam menggunakan DeepSeek. Dalam konferensi persnya, Chalmers mengungkapkan bahwa mereka mendesak warga Australia untuk berhati-hati terhadap teknologi baru ini. Namun, benarkah DeepSeek berbahaya?
Terdapat beberapa aspek yang perlu diwaspadai dari sisi keamanan terkait DeepSeek, seperti dugaan pencurian data dan eksploitasi open-source. Menurut laporan Bloomberg News, Microsoft dan OpenAI sedang menyelidiki dugaan pencurian data dari OpenAI oleh kelompok yang terkait dengan DeepSeek. Peneliti keamanan Microsoft juga mencatat bahwa individu yang diduga terkait dengan DeepSeek menggunakan teknik “distilasi” untuk meniru model AI OpenAI dengan biaya yang lebih rendah.
Selain itu, DeepSeek juga merupakan model AI open-source, yang berarti kode sumbernya terbuka untuk umum. Hal ini memungkinkan inovasi dan kolaborasi, tetapi juga menimbulkan risiko keamanan. Menurut Leonid Bezvershenko, Peneliti Keamanan Kaspersky GReAT, penggunaan alat sumber terbuka dapat menimbulkan risiko keamanan dan etika yang signifikan karena tidak selalu dapat dipastikan bagaimana data pengguna ditangani.
Pada tahun 2024, Kaspersky telah mendeteksi lebih dari 12.000 paket berbahaya di repositori terbuka. Penjahat siber dapat memanfaatkan sifat open-source DeepSeek untuk menyebarkan malware atau mencuri data pengguna. Selain itu, Olga Svistunova, Analis Konten Web Senior di Kaspersky, juga menemukan beberapa kasus penipuan yang terkait dengan DeepSeek. Penipuan ini dimanfaatkan oleh penjahat siber dengan menciptakan halaman web palsu dan mencuri kredensial pengguna. Bahkan, muncul juga token kripto palsu yang mengklaim terkait dengan DeepSeek.
Meskipun DeepSeek menawarkan kemampuan AI yang menarik dengan biaya yang lebih rendah dibandingkan dengan pesaingnya, tetapi penting untuk tetap mewaspadai risiko keamanan yang berhubungan dengan penggunaan DeepSeek. Hal ini juga menjadi perhatian khusus bagi warga Australia yang mendapat desakan dari Bendahara Australia, Jim Chalmers, untuk berhati-hati dalam menggunakan teknologi baru ini.





