Enrekangpost.com – AMERIKA – Waktu yang tersisa bagi eksistensi TikTok di Amerika Serikat (AS) semakin singkat. Platform media sosial tersebut akan segera dihapus dari toko aplikasi Apple dan Google, yang berarti tidak akan bisa digunakan lagi.
TikTok kini berjuang untuk bertahan hidup dari keadaan “hidup atau mati”. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan, seperti mengajukan banding atau meminta bantuan pemerintah yang baru terpilih. Namun, jika semua upaya gagal, pesaing TikTok siap untuk menyambut pengguna dan pengiklan yang “terdampar” dan menjadi “pengungsi digital”.
Meta dan YouTube diprediksi akan menjadi “pemenang utama” dalam “pertempuran” platform media sosial ini. Menurut analis riset, sekitar 60% hingga 70% belanja TikTok dapat beralih ke Instagram, yang bisa menghasilkan pendapatan tiga kali lipat lebih besar dari TikTok.
YouTube juga diharapkan mendapatkan keuntungan besar dari “kepergian” TikTok. Setiap 10% waktu yang dihabiskan pengguna TikTok yang beralih ke YouTube dapat menambahkan pendapatan iklan hingga USD400 juta hingga USD750 juta.
Kejatuhan TikTok di AS dapat memicu pergeseran kekuasaan di dunia media sosial. Platform seperti Instagram, YouTube, Reddit, Snapchat, dan Pinterest berpotensi mendapatkan “berkah” dari situasi ini. TikTok sendiri memiliki lebih dari 170 juta pengguna di AS, sementara Instagram dan YouTube masing-masing memiliki lebih dari 1 miliar dan 2,5 miliar pengguna aktif bulanan di seluruh dunia.
Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”





