Enrekangpost.com – Jakarta – Setelah berbagai kontroversi mengenai penanganan konten yang menyesatkan dan tidak akurat, Meta memutuskan untuk mengakhiri layanan cek fakta dengan sistem “Community Notes”. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk memberikan lebih banyak kontrol kepada pengguna dalam mengoreksi unggahan yang berpotensi menyesatkan.
Dengan menerapkan model catatan komunitas, pengguna di situs media sosial Meta, seperti Facebook, Instagram, dan Threads, dapat memberikan koreksi dan konteks tambahan pada unggahan yang mereka anggap tidak akurat. Hal ini berbeda dengan model sebelumnya yang menempatkan tanggung jawab pada organisasi dan pakar pemeriksa fakta independen.
Meta juga menyadari bahwa para pakar memiliki bias dan perspektif mereka sendiri, sehingga dapat mempengaruhi pilihan dalam memeriksa fakta dan memberikan informasi yang seringkali dapat menjadi alat untuk menyensor. Oleh karena itu, Meta berusaha memberikan lebih banyak kontrol kepada pengguna dalam menentukan kebenaran suatu unggahan.
Selama bertahun-tahun, Meta telah berupaya untuk mengelola konten di seluruh platformnya, namun seringkali terjadi kesalahan yang membuat pengguna frustrasi dan menghalangi kebebasan berekspresi. Dengan menerapkan catatan komunitas, Meta berharap dapat mengurangi kesalahan tersebut dan meningkatkan kontrol pengguna atas unggahan yang mereka lihat.
Meta juga akan menghentikan penurunan peringkat konten yang telah diperiksa fakta dan menggunakan label yang memberi tahu pengguna bahwa ada informasi tambahan terkait dengan unggahan tersebut. Metode ini diharapkan dapat lebih efektif dalam memberikan informasi tambahan daripada model sebelumnya yang menampilkan peringatan layar penuh yang harus diklik pengguna sebelum melihat unggahan tersebut.





