“Jadi, Utut Adianto ini bukan orang baru di PDIP. Dia sudah lama menjadi politisi dan sudah menduduki jabatan-jabatan di PDIP. Karena itu, dia paham betul apa yang harus dilakukan sebagai Sekjen PDIP,” kata Agung.
Enrekangpost.com – Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto telah menjadi tersangka dalam kasus dugaan suap terkait pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR periode 2019-2024 serta perintangan penyidikan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Agung Baskoro, seorang pengamat politik dan Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis, mengungkapkan bahwa ada tiga tokoh yang berpeluang menggantikan Hasto sebagai Sekretaris Jenderal PDIP.
Menurut Agung, kriteria yang dibutuhkan untuk menjadi Sekretaris Jenderal PDIP adalah sosok yang mampu berkomunikasi dengan berbagai pihak, terutama dengan pemerintahan Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka. Hal ini bertujuan untuk memastikan terjalinnya komunikasi politik yang lancar. Agung memberikan ilustrasi bahwa jika figur ketua umum PDIP bersikap agresif, maka sekretaris jenderal harus mampu menenangkan situasi.
Ketiga tokoh yang berpeluang menjadi Sekretaris Jenderal PDIP adalah Ahmad Basarah, Utut Adianto, dan Pramono Anung. Ahmad Basarah saat ini menjabat sebagai Ketua Bidang Luar Negeri di DPP PDIP dan juga menjabat sebagai Ketua Fraksi PDIP MPR serta anggota DPR dari Daerah Pemilihan (Dapil) Malang Raya. Agung menyebutkan bahwa Basarah memiliki kecakapan politik yang diakui oleh lawan dan kawan politiknya, seperti yang terlihat dari pengalamannya sebagai Wakil Ketua MPR selama 2 periode.
Sementara itu, Utut Adianto adalah seorang legenda catur Indonesia yang lahir di Jakarta pada tanggal 16 Maret 1965. Selain sebagai seorang Grandmaster (GM) dengan peringkat tertinggi di Indonesia, Utut juga telah lama menjadi politisi di PDIP dan menduduki berbagai jabatan di partai tersebut. Menurut Agung, Utut adalah sosok yang paham betul akan tugas dan tanggung jawab sebagai Sekretaris Jenderal PDIP.
Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”





