Enrekangpost.com – Kesehatan mental, khususnya di kalangan remaja, semakin menjadi isu penting. Masalah ini tidak hanya berdampak pada kondisi emosional mereka, tetapi juga dapat memengaruhi kehidupan sehari-hari dan masa depan mereka. Kesehatan mental dapat terpengaruh oleh tekanan dari keluarga yang tidak memahami mereka serta memiliki harapan yang tinggi, yang dapat menjadi pemicu utama seseorang melakukan self-harm.
Apa itu Self-Harm? Self-harm adalah tindakan fisik yang dilakukan seseorang untuk menyakiti diri sendiri, seperti memotong tangan (dikenal sebagai cutting), memukul tubuh, menarik rambut dengan paksa, dan sebagainya. Tindakan ini seringkali menjadi cara bagi seseorang untuk mengalihkan rasa sakit emosional yang mendalam, memberikan rasa “lega sementara” dari perasaan cemas atau tertekan. Namun, tindakan ini sebenarnya hanya memperburuk kondisi emosional dan fisik, serta dapat menimbulkan rasa bersalah, meninggalkan bekas luka, dan ketergantungan.
Oleh karena itu, kita harus menyadari bahwa self-harm bukanlah solusi yang tepat, melainkan bentuk pelampiasan sementara dari suatu masalah yang seharusnya dapat ditangani tanpa harus menyakiti diri sendiri. Masalah kesehatan mental sendiri umumnya disebabkan oleh depresi, kecemasan yang berlebihan (anxiety), trauma masa lalu, pengalaman negatif seperti perundungan, kehilangan orang yang disayangi, atau tekanan lingkungan dan keluarga yang mendalam.
Bagi mereka yang mengalami depresi berat atau gangguan kecemasan, seringkali sulit untuk mengatasi kondisi mental mereka. Ketidakmampuan mereka untuk mengungkapkan perasaan dan minimnya bantuan dapat membuat self-harm menjadi jalan keluar yang mereka pilih untuk menenangkan jiwa.
Faktor self-harm seringkali berasal dari kalangan remaja berusia 15-18 tahun, namun tidak menutup kemungkinan tindakan ini dapat terjadi pada individu yang lebih dewasa, bahkan seseorang yang berusia lebih dari 18 tahun. Menurut World Health Organization (WHO) pada 10 Oktober 2024, sekitar 10-20% remaja di dunia mengalami masalah kesehatan mental. Data ini menunjukkan bahwa masalah kesehatan mental di kalangan remaja merupakan isu yang sangat serius dan membutuhkan perhatian lebih.





