"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

7 Alat Makeup yang Perlu Dijaga Kebersihannya

Pentingnya Membersihkan Alat Rias Selama Masa Pandemi

Selama masa pandemi, banyak orang fokus pada pembersihan permukaan rumah dan alat-alat yang sering disentuh. Namun, jangan sampai lupa bahwa alat rias juga bisa menjadi tempat penyebaran virus corona. Banyak orang mungkin tidak menyadari bahwa alat rias seperti kuas, palet, atau compact bisa terkontaminasi jika digunakan oleh seseorang yang terinfeksi.

Menurut laporan dari National Institutes of Health (NIH), virus corona dapat bertahan hingga empat jam pada tembaga, sehari di atas kertas karton, dan hingga tiga hari pada plastik dan stainless steel. Hal ini membuat kita harus lebih waspada terhadap alat-alat kecantikan yang terbuat dari bahan-bahan tersebut.

Apakah Virus Bisa Menempel di Alat Rias?

Meski belum ada penjelasan pasti tentang kemampuan virus corona untuk bertahan di produk kecantikan, para ahli menyarankan agar orang yang terinfeksi membuang alat rias mereka. Dr. Angela Rasmussen, seorang ahli virus di Universitas Columbia, mengatakan bahwa virus akan berbeda dalam bertahan di berbagai bahan. Misalnya, produk dengan kandungan alkohol tinggi cenderung membuat virus tidak aktif, sedangkan produk dengan alkohol rendah lebih rentan terkontaminasi.

Diwawancarai oleh InStyle, penata rias Ivy Boyd merekomendasikan untuk mencuci kuas setiap beberapa hari selama masa pandemi. Ia sendiri mencuci kuas pribadinya setiap dua hari sekali. Ia menekankan pentingnya menjaga kebersihan tangan sebelum menggunakan alat rias.

Cara Membersihkan Alat Rias yang Tepat

Berikut adalah cara membersihkan alat rias secara efektif:

1. Kuas Makeup

Kuas merupakan salah satu alat yang paling sering digunakan. Untuk membersihkannya, basahi bulu kuas dengan air, lalu gunakan sabun atau pembersih wajah. Gosok hingga kotoran hilang, bilas dengan air, peras, dan keringkan dengan hair dryer suhu rendah.

2. Sikat Wajah Ultrasonik

Sikat wajah ultrasonik perlu dibersihkan setiap minggu. Lepaskan kepala sikat, gosok dengan sabun antibakteri, lalu bilas dengan air hangat. Bersihkan gagang dengan kain lembut dan biarkan kering secara alami.

3. Penjepit Bulu Mata

Penjepit bulu mata perlu dibersihkan setiap minggu atau bahkan setiap hari jika mata sensitif. Basahi kapas dengan alkohol, gosok permukaannya, lalu bilas dan keringkan.

4. Rautan Pensil

Rautan pensil perlu dibersihkan setiap kali digunakan. Celupkan sikat gigi bekas ke dalam alkohol, lalu gosok rautan hingga bersih. Bilas dengan air dingin dan biarkan kering.

5. Pinset

Pinset perlu dicuci dengan sabun antibakteri dan air hangat. Celupkan ujung pinset ke alkohol atau gosok dengan kapas yang sudah dicelupkan ke alkohol.

6. Alat Manicure dan Pedicure

Alat manicure dan pedicure harus dicuci dengan air hangat dan sabun antibakteri. Bersihkan ujungnya dengan alkohol setiap kali digunakan dan simpan dalam wadah bersih.

7. Pengeriting dan Pencatok Rambut

Pengeriting dan pencatok rambut tidak boleh dicelupkan langsung ke air. Bersihkan dengan kapas yang dicelupkan ke alkohol, lalu lap dengan kain lembap.

Tips Tambahan untuk Kebersihan Alat Rias

Jangan meninggalkan alat rias yang kotor di dalam kantong atau wadah plastik kedap udara karena bisa meningkatkan pertumbuhan bakteri. Selalu gunakan sabun lembut namun efektif dan hindari penggunaan alat rias yang kotor.

Dengan menjaga kebersihan alat rias, kamu tidak hanya melindungi kulit wajah dan rambut, tetapi juga mencegah penyebaran virus. Jadi, jangan lupa untuk membersihkan alat kecantikanmu secara rutin!

Daftar Artikel Terkait

  • 5 Alat Makeup yang Tidak Boleh Dipakai Bersama dengan Orang Lain
  • 7 Alat Makeup untuk Remaja dan Harganya yang Wajib Dimiliki
  • Tips Recreate Makeup ala Hearts2Hearts, Bikin Wajah Terlihat Segar!



Rafitman

Reporter digital yang mencintai dunia jurnalisme sejak bangku sekolah. Ia aktif mengikuti perkembangan media baru dan belajar teknik storytelling modern. Hobinya antara lain menyunting foto, menonton film thriller, dan berjalan malam. Motto: "Setiap cerita punya sudut pandang yang menunggu ditemukan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *