Profil Kezia Syifa: Wanita Tangerang yang Viral sebagai Anggota Garda Nasional Amerika Serikat
Kezia Syifa, seorang wanita asal Tangerang, Banten, kini menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial karena mengenakan seragam militer lengkap dengan jilbab. Ia kini bergabung dengan Maryland Army National Guard (Garda Nasional Maryland) dan menjabat sebagai prajurit berpangkat Spesialis (E-4) dengan kualifikasi Automated Logistical Specialist (MOS 92A). Tugas utamanya fokus pada manajemen logistik dan administrasi kantor, bukan di unit tempur garis depan.
Perjalanan Kezia Menjadi Anggota Militer AS
Kezia Syifa resmi bergabung dengan Maryland Army National Guard sejak 2025. Meskipun masih berusia 20 tahun, ia telah menjalani pelatihan pengembangan diri dan saat ini sering tampil mengenakan seragam militer lengkap dengan jilbab. Video keberangkatannya ke bandara untuk bertugas sebagai tentara Amerika Serikat viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, tampak momen haru saat sang ibu mengantarkan Kezia Syifa ke bandara.
Kezia Syifa menjadi viral sejak video-nya diunggah oleh akun Instagram @bunda_kesidaa milik ibundanya. Dalam video itu, terlihat Kezia memakai hijab dan seragam loreng tentara AS. Pada bagian dada sebelah kiri tertulis “US Army” yang menunjukkan bahwa ia adalah anggota Angkatan Darat AS.
Tanggapan dari Keluarga dan Masyarakat
Safitri, ibu Kezia Syifa, menjelaskan bahwa awalnya ia merasa cemas ketika mengetahui putrinya akan bergabung dengan militer. Namun, kekhawatiran itu sirna setelah mengetahui posisi Kezia di National Guard adalah sebagai staf kantor yang tidak terjun langsung ke medan perang. Safitri juga menyebut bahwa penampilan berhijab Kezia tidak menimbulkan masalah. Menurutnya, ada juga anggota dari negara-negara lain yang mengenakan hijab selain dari Indonesia.
Keputusan Kezia untuk bergabung dengan militer AS juga mendapatkan berbagai macam respons dari netizen. Ada yang mendukung, ada juga yang menyesalkan. Namun, Safitri dan keluarga tidak terlalu mempermasalahkan komentar tersebut. Menurutnya, mereka yang berkomentar negatif mungkin tidak mengetahui seperti apa kenyataannya.
Persyaratan dan Kualifikasi untuk Bergabung dengan Militer AS
Menurut keterangan Safitri, Kezia Syifa bisa lolos menjadi tentara AS karena keluarganya memegang Green Card (Kartu Penduduk Tetap). Green Card adalah dokumen resmi dari pemerintah AS yang memberikan status penduduk tetap legal kepada warga negara asing. Pemegangnya boleh tinggal, bekerja, dan belajar secara permanen di AS tanpa batas waktu, meski belum menjadi warga negara AS.
Green Card diperoleh melalui sponsor keluarga, pekerjaan, lotre Diversity Visa, atau kontribusi khusus dengan proses yang panjang via USCIS. Keluarga Kezia Mengenal telah bermukim di Maryland, Amerika Serikat, sejak pertengahan 2023.
Gaji dan Tunjangan yang Diperoleh
Gaji yang bakal diperoleh Kezia Syifa setelah bergabung dengan tentara AS sangat menarik. Untuk tingkat pemula seperti Syifa yang baru bergabung sebagai prajurit Enlisted (E), gaji yang diberikan mencakup seluruh waktu yang dihabiskan dalam pelatihan. Umumnya, pemula akan menjalani latihan rutin sekitar dua hari sebulan terlebih dahulu. Kemudian, ditambah dua minggu Pelatihan Tahunan (Annual Training) setiap tahunnya.
Berdasarkan data terbaru per 20 Januari 2026, rata-rata gaji tahunan seorang anggota Garda Nasional di Amerika Serikat mencapai $35.072 (sekitar Rp605 juta per-tahun dengan kurs rupiah). Jika dibedah lebih dalam, pendapatan ini setara dengan:
- $35.072 (Rp605 juta) per tahun.
- $2.922 (Rp49,5 juta) per bulan.
- $674 (Rp11,4 juta) per minggu.
- $16,86 (Rp285 ribu) per jam.
Selain gaji pokok, menjadi anggota Garda Nasional menawarkan berbagai keuntungan finansial yang signifikan, yaitu:
- Tunjangan Perumahan: Bagi mereka yang memiliki tanggungan (keluarga), tersedia tunjangan tempat tinggal tambahan.
- Keuntungan Pajak: Pajak penghasilan hanya dikenakan pada gaji pokok. Bonus atau pendapatan tambahan saat bertugas di luar negeri seringkali bebas pajak (tax-exempt).
- Status Tugas Aktif: Setiap kali dikerahkan untuk pelatihan tahunan atau misi khusus, prajurit dibayar penuh dengan standar Active Duty.











