"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

Insiden Kungfu Liga 4: Kiper dan Manajemen PSIR Minta Maaf, Persikaba Ajukan Dua Tuntutan

Kiper PSIR Rembang Minta Maaf Atas Tindakan yang Dilakukannya

Kiper PSIR Rembang, Raihan Al Fariq, secara terbuka meminta maaf atas tindakan yang dilakukannya terhadap pemain Persikaba Blora, Rizal Dimas Agesta. Permintaan maaf tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi @psir_official, pada Rabu (21/1/2026) malam.

Raihan menegaskan bahwa tindakan yang dilakukannya merupakan gerakan refleks dan tidak ada niatan untuk menciderai Rizal. Ia menyatakan bahwa insiden sore itu terjadi dalam kesadaran penuh dan tanpa niatan jahat.

“Sebagai kiper PSIR Rembang dalam laga melawan Persikaba Blora pada hari Rabu, 21 Januari 2026, sore tadi, saya dalam kesadaran penuh dan atas nama pribadi saya memohon maaf atas insiden yang menimpa salah satu pemain Persikaba Blora atas nama Rizal Dimas Agesta,” ujarnya.

“Insiden sore tadi murni akibat gerakan refleks saya tanpa ada sedikitpun niatan untuk mencederai saudara kami Rizal,” tambahnya.

Selain itu, Raihan juga meminta maaf kepada manajemen dan official Persikaba Blora serta PSIR Rembang. Ia berharap permintaan maafnya dapat diterima oleh pihak yang bersangkutan.

Manajemen PSIR Rembang Juga Minta Maaf

Pihak manajemen PSIR Rembang juga menyampaikan permintaan maaf atas kejadian tersebut. Manager PSIR Rembang, Rasno, menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada pemain dan manajemen Persikaba Blora.

“Saya Rasno, Manajer PSIR Rembang memohon maaf yang sebesar-besarnya atas insiden yang terjadi saat pertandingan PSIR melawan Persikaba di Stadion Krida Rembang, Rabu tanggal 21 Januari 2026 sore tadi.”

“Permintaan maaf ini kami sampaikan atas nama manajemen dan jajaran official PSIR Rembang kepada pemain Persikaba atas nama Rizal Dimas Agesta beserta manajemen Persikaba dan jajaran pemain secara keseluruhan,” jelasnya.

Selain itu, Rasno juga meminta maaf kepada seluruh pecinta sepak bola di tanah air. Pihaknya berharap kejadian ini tidak mengganggu suasana kompetisi sepak bola.

Pemain Persikaba Masih Trauma



Pemain Persikaba Blora, Rizal Dimas Agesta, masih mengalami trauma usai dihantam tendangan keras bergaya kungfu oleh kiper PSIR Rembang, Raihan Al Fariq, di Stadion Krida Rembang, Rabu (21/1/2026) sore.

Perwakilan manajemen Persikaba, Umbaran, menyampaikan bahwa Rizal sudah kembali ke Blora setelah mendapatkan perawatan medis. Saat insiden brutal itu terjadi, Rizal tidak bisa melanjutkan pertandingan dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Posisi sudah di Blora. Rawat jalan dengan pengawasan dokter. Hasil rontgen masih tahap observasi 2 sampai 3 hari ke depan, semoga baik-baik saja,” ujarnya.

Lebih lanjut, Umbaran menjelaskan bahwa kondisi Rizal masih traumatik secara mental dan butuh pemulihan. Ia tidak mengikuti latihan dan dirawat sementara di rumah.

Di sisi lain, Umbaran mengecam keras tindakan yang dilakukan oleh kiper PSIR Rembang terhadap pemain Persikaba. Pihak manajemen akan melaporkan insiden tersebut ke Komite Disiplin (Komdis) dan Asprov PSSI Jawa Tengah.

Ada dua tuntutan dari pihak manajemen Persikaba terkait insiden kemarin, pertama sanksi terhadap kiper PSIR, dan kedua kinerja wasit perlu dievaluasi.

“Tuntutannya ya agar kiper PSIR itu bisa dijatuhi hukuman dilarang beraktivitas sepak bola seumur hidup. Wasit juga perlu dievaluasi kinerjanya,” paparnya.

Kronologi Tendangan Kungfu Hantam Dada Pemain Persikaba



Insiden mengerikan mewarnai lanjutan gelaran Liga 4 Jawa Tengah saat PSIR Rembang berhadapan dengan Persikaba Blora Rabu (21/1/2026). Laga yang berlangsung sengit tersebut harus diwarnai peristiwa benturan keras yang membuat salah satu pemain Persikaba, Rizal Dimas Agesta, harus mendapatkan perawatan intensif.

Peristiwa tersebut terjadi di tengah pertandingan ketika PSIR Rembang mendapatkan situasi tendangan bebas. Dalam upaya perebutan bola di area pertahanan, kiper PSIR Rembang terlihat melepaskan sebuah tendangan tinggi bergaya kungfu yang justru mengenai tubuh Rizal.

Kontak keras dan berbahaya itu langsung membuat pemain Persikaba Blora terjatuh dan terkapar di atas rumput. Rizal tampak mengerang kesakitan dan tidak mampu bangkit dalam waktu cukup lama.

Situasi tersebut sontak memicu kepanikan di antara para pemain, ofisial tim, hingga penonton di stadion. Suasana pertandingan yang sebelumnya berlangsung kompetitif berubah menjadi tegang.

Melihat kondisi tersebut, tim medis segera memasuki lapangan untuk memberikan pertolongan pertama. Setelah dilakukan pemeriksaan awal, Rizal dinilai membutuhkan penanganan lanjutan. Ia kemudian ditandu keluar lapangan dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk menjalani pemeriksaan lebih mendalam.

Berdasarkan informasi yang diterima, pemain Persikaba Blora tersebut menjalani pemeriksaan rontgen guna memastikan tidak adanya cedera serius, khususnya pada bagian tulang. Hingga saat ini, kondisi Rizal masih terus dipantau oleh tim dokter.

Namun sayangnya, hal itu bahkan tidak dianggap pelanggaran oleh wasit. Sejumlah pemain Persikaba Blora terlihat terpukul dengan insiden tersebut. Mereka menilai benturan yang terjadi sangat berisiko dan berbahaya, bahkan berpotensi mengancam keselamatan serta karier seorang pesepak bola apabila tidak segera ditangani dengan baik.

Meski pertandingan akhirnya kembali dilanjutkan, perhatian banyak pihak masih tertuju pada kondisi Rizal yang harus mendapatkan perawatan di rumah sakit. Insiden ini pun menjadi sorotan besar di Liga 4 Jawa Tengah, sekaligus memunculkan desakan kepada perangkat pertandingan dan otoritas liga agar lebih tegas dalam menegakkan aturan, menjaga fair play, serta memastikan keselamatan seluruh pemain di lapangan.

Keselamatan pemain kembali menjadi isu utama, menyusul kejadian yang dinilai dapat membahayakan nyawa. Banyak pihak berharap evaluasi serius dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang di kompetisi sepak bola Tanah Air, khususnya di level Liga 4. Pertandingan itu berakhir dengan skor 0-0. Persikaba bahkan harus bermain dengan 10 pemain setelah mendapat kartu merah di menit 30.

Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *