"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

10 Negara Berhutang Terbanyak di Dunia 2025, Indonesia Ada di Posisi Berapa?

Pengertian Utang Luar Negeri

Utang luar negeri merujuk pada kewajiban utang sektor publik dan swasta suatu negara yang harus dibayarkan kepada pihak asing atau komunitas internasional. Pembayaran utang ini dapat dilakukan melalui berbagai bentuk, seperti pertukaran mata uang, barang konsumsi, barang tahan lama, maupun jasa. Secara umum, negara dengan ukuran ekonomi dan jumlah penduduk yang besar cenderung memiliki total utang luar negeri yang lebih tinggi. Hal ini digunakan untuk menopang aktivitas ekonomi, pembangunan, serta kebutuhan pembiayaan lainnya sesuai dengan skala negara tersebut.

Indikator Kesehatan Fiskal Negara

Dalam penilaian kesehatan fiskal suatu negara, utang luar negeri menjadi salah satu indikator penting. Meskipun bukan satu-satunya faktor penentu, besarnya utang menjadi perhatian karena berkaitan dengan kemampuan negara dalam membiayai kebutuhan pertahanan, termasuk biaya perang maupun pemeliharaan kekuatan militer dalam jangka panjang. Untuk keperluan penilaian Global Firepower (GFP), tingginya utang luar negeri akan dihitung sebagai faktor pengurang dalam peringkat kekuatan nasional suatu negara.

Daftar Negara dengan Utang Tertinggi di Dunia

Berdasarkan data dari Global Firepower (2025), berikut adalah daftar negara dengan utang luar negeri terbesar di dunia (dengan asumsi kurs Rp 16.900 per dollar AS):

  1. Amerika Serikat (AS)

    Amerika Serikat menempati posisi teratas sebagai negara dengan utang luar negeri terbesar di dunia, dengan total mencapai 22,3 triliun dollar AS atau sekitar Rp 376.870 triliun (Rp 376,8 kuadriliun).

  2. Britania Raya

    Britania Raya berada di peringkat kedua dengan total utang luar negeri sebesar 9,5 triliun dollar AS, yang jika dikonversikan setara dengan sekitar Rp 160.550 triliun (Rp 160,5 kuadriliun).

  3. Perancis

    Perancis mencatatkan utang luar negeri sebesar 6,9 triliun dollar AS, atau sekitar Rp 116.610 triliun (Rp 116,6 kuadriliun), menempatkannya di jajaran tiga besar negara dengan utang tertinggi.

  4. Jerman

    Jerman menempati posisi keempat dengan total utang mencapai 6,2 triliun dollar AS, yang setara dengan sekitar Rp 104.780 triliun (Rp 104,8 kuadriliun).

  5. Luksemburg

    Luksemburg, meski memiliki wilayah dan jumlah penduduk yang relatif kecil, tercatat memiliki utang luar negeri yang cukup besar, yakni 4,77 triliun dollar AS atau sekitar Rp 80.613 triliun (Rp 80,6 kuadriliun).

  6. Belanda

    Belanda menempati posisi keenam dengan total utang luar negeri sebesar 4,7 triliun dollar AS, yang jika dikonversikan mencapai sekitar Rp 79.430 triliun (Rp 79,4 kuadriliun).

  7. Jepang

    Jepang mencatatkan utang luar negeri sebesar 4,67 triliun dollar AS, atau setara sekitar Rp 78.923 triliun (Rp 78,9 kuadriliun).

  8. Australia

    Australia memiliki total utang luar negeri mencapai 3,4 triliun dollar AS, yang setara dengan sekitar Rp 57.460 triliun (Rp 57,5 kuadriliun).

  9. Irlandia

    Di posisi selanjutnya ada Irlandia dengan total utang luar negeri sebesar 3,3 triliun dollar AS, atau sekitar Rp 55.770 triliun (Rp 55,8 kuadriliun).

  10. Italia

    Italia melengkapi daftar sepuluh besar negara dengan utang luar negeri tertinggi di dunia, dengan total utang mencapai 2,7 triliun dollar AS atau setara sekitar Rp 45.630 triliun (Rp 45,6 kuadriliun).

Indonesia dalam Daftar Utang Luar Negeri

Dalam daftar negara dengan utang luar negeri terbesar versi Global Firepower, Indonesia berada di peringkat ke-25. Total utang luar negeri Indonesia tercatat sebesar 440 miliar dollar AS, atau setara sekitar Rp 7.436 triliun (Rp 7,4 kuadriliun). Posisi Indonesia berada di bawah Korea Selatan, yang menempati peringkat lebih tinggi dengan total utang luar negeri mencapai 503 miliar dollar AS, atau sekitar Rp 8.500 triliun (Rp 8,5 kuadriliun).

Berdasarkan data terbaru dari Bank Indonesia (BI), posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada November 2025 tercatat sebesar 423,8 miliar dollar AS, atau sekitar Rp 7.162 triliun. Angka tersebut turun tipis dibandingkan Oktober 2025 yang mencapai 424,9 miliar dollar AS.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa secara tahunan ULN Indonesia masih tumbuh 0,2 persen (year on year/yoy). Namun, laju pertumbuhan ini melambat dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat 0,5 persen (yoy). ULN pemerintah pada November 2025 tercatat sebesar 209,8 miliar dollar AS, turun dari 210,5 miliar dollar AS pada Oktober 2025. Sementara itu, ULN swasta juga mengalami penurunan menjadi 191,2 miliar dollar AS, dari sebelumnya 191,7 miliar dollar AS.

Dari sisi ketahanan, Ramdan menegaskan bahwa struktur ULN Indonesia tetap terjaga dengan baik. Hal ini didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan utang. Kondisi tersebut tercermin dari rasio ULN terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang menurun menjadi 29,3 persen dari sebelumnya 29,4 persen, serta dominasi utang jangka panjang yang mencapai 86,1 persen dari total ULN.

Dian Sasmita

Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *