"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

BYD Dominan, Penjualan Mobil Listrik Naik 141% di 2025, Gaikindo: Capai 103.931 Unit

Pertumbuhan Pasar Mobil Listrik di Indonesia

Pasar mobil listrik di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang signifikan pada tahun 2025. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV) dari pabrik ke diler (wholesales) mencapai 103.931 unit. Angka ini melonjak sebesar 141 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 43.188 unit. Dengan capaian ini, kontribusi mobil listrik terhadap total penjualan mobil nasional menembus lebih dari 12%, menandakan adopsi kendaraan listrik murni kian meluas di Tanah Air.

Lonjakan penjualan tersebut sekaligus menegaskan pergeseran preferensi konsumen, seiring bertambahnya pilihan produk, harga yang semakin kompetitif, serta dukungan infrastruktur dan kebijakan pemerintah dalam mendorong elektrifikasi kendaraan.

Peringkat Penjualan Mobil Listrik Terlaris Tahun 2025

Dari sisi merek, BYD tampil dominan dan menguasai posisi puncak daftar mobil listrik terlaris di Indonesia sepanjang 2025. Model terlaris adalah BYD Atto 1 dengan penjualan sebanyak 22.582 unit. Posisi berikutnya ditempati BYD M6 dengan 10.862 unit dan BYD Sealion 7 yang mencatatkan penjualan 8.402 unit.

Tak hanya di segmen mass market, lini premium BYD melalui Denza D9 juga mencatat performa solid dengan penjualan 7.474 unit. Hal ini menunjukkan bahwa segmen MPV listrik kelas atas mulai diterima pasar domestik.

Persaingan di papan atas kian ketat dengan kehadiran merek baru. VinFast VF e34 menempati posisi kelima dengan 5.974 unit, disusul Chery J6 yang membukukan penjualan 5.810 unit. Di sisi lain, Wuling masih mempertahankan eksistensinya melalui BinguoEV dan Air EV, meski harus turun takhta. Keduanya masing-masing mencatat penjualan 4.213 unit dan 3.894 unit. Sementara itu, merek lain seperti GAC Aion, Geely, dan Jaecoo mulai menunjukkan pertumbuhan yang konsisten.

Beberapa model yang lebih dulu dikenal publik justru mencatatkan penjualan relatif lebih rendah. Hyundai Kona EV hanya terjual 836 unit, sedangkan Hyundai Ioniq 5 membukukan 779 unit sepanjang 2025.

Produksi dan Kebijakan yang Belum Jelas

Meski permintaan meningkat pesat, produksi BEV di Indonesia sepanjang Januari–Desember 2025 hanya mencapai 24.727 unit, turun sekitar 4% dibandingkan 2024. Kondisi ini mengindikasikan bahwa mayoritas mobil listrik yang beredar di pasar domestik masih berasal dari impor.

Memasuki tahun 2026, kepastian kelanjutan insentif mobil listrik dari pemerintah masih belum jelas. Ketidakpastian ini memicu kebingungan di kalangan pelaku industri kendaraan listrik sekaligus menekan penjualan karena konsumen memilih menunda pembelian.

Sekretaris Jenderal Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) Tenggono Chuandra Phoa menilai, absennya aturan resmi terkait insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) kendaraan listrik membuat kondisi industri menjadi tidak sehat. “Ini sudah masuk 2026, tapi aturan PPN mobil listrik belum ada. Acuannya yang mana? 2025 atau 2026? Kita juga bingung. Harusnya ini dijelaskan oleh Kemenperin dan Kemenkeu,” ujar Tenggono, Jumat (9/1).

Ia menjelaskan, anggaran insentif 2025 telah berakhir sehingga secara regulasi seharusnya insentif tidak lagi berlaku jika tidak ada kebijakan baru. Namun hingga kini pemerintah belum memberikan pernyataan tegas terkait kelanjutan atau penghentian insentif.

Kebijakan yang Tidak Jelas Mengganggu Industri

Ketidakpastian kebijakan tersebut, lanjut Tenggono, menyulitkan produsen dalam menentukan harga jual dan strategi produksi. Periklindo pun meminta pemerintah segera memberikan kepastian. “Kami minta pemerintah secepatnya tegas. Mau ada atau tidak insentif, sampaikan saja. Kalau tidak ada, pengusaha bisa menyesuaikan langkah. Jangan dibiarkan menggantung,” katanya.

Ia menambahkan, saat ini mayoritas konsumen bersikap wait and see. Dampaknya, produksi berpotensi tertahan dan stok kendaraan menumpuk di dealer. “Pembeli menunggu semua. Kalau dibiarkan, produsen bisa menahan produksi, stok menumpuk, penjualan turun terus. Ini merugikan industri dan pemerintah karena penerimaan juga ikut turun,” ujarnya.

Daftar Mobil Listrik Terlaris di Indonesia Tahun 2025

Berikut adalah daftar mobil listrik terlaris di Indonesia pada periode 2025:

  1. BYD Atto 1 – 22.582 unit
  2. BYD M6 – 10.862 unit
  3. BYD Sealion 07 – 8.402 unit
  4. Denza D9 – 7.474 unit
  5. VinFast VF e34 – 5.974 unit
  6. Chery J6 – 5.810 unit
  7. Wuling BinguoEV – 4.213 unit
  8. Wuling Air EV – 3.894 unit
  9. VinFast VF5 – 3.106 unit
  10. GAC Aion V – 3.087 unit


Wahyudi

Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *