"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"
Daerah  

14 Kereta Api Terdampak Banjir di Pekalongan Hari Ini

Genangan Air Akibat Banjir di Pekalongan Mempengaruhi Perjalanan Kereta Api

Genangan air yang terjadi akibat banjir di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, menyebabkan sejumlah perjalanan kereta api dibatalkan pada Minggu (18/1/2026). Kondisi ini terjadi karena banjir masih melanda kawasan jalur kereta api antara Stasiun Pekalongan dan Sragi, Kabupaten Pekalongan. Menurut Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, genangan air di beberapa titik sudah mengalami kenaikan sejak Sabtu (17/1/2026) pukul 21.59 WIB.

Pada Minggu pagi, ketinggian genangan air di jalur hulu terpantau sekitar +10,2 cm di atas kepala rel, sedangkan di jalur hilir mencapai sekitar +13,2 cm. Meskipun demikian, tren genangan air secara umum terpantau mulai menurun sejak pukul 05.35 WIB. Untuk memastikan keselamatan penumpang, KAI terpaksa kembali membatalkan sejumlah perjalanan KA hari ini.

Perjalanan KA yang Terdampak Banjir di Pekalongan

Sebanyak 14 perjalanan KA hari ini terdampak banjir di Pekalongan. Sebagian besar perjalanan KA dibatalkan, sementara beberapa lainnya dilakukan dengan pola operasi memutar. Berikut daftar perjalanan KA yang terdampak banjir di Pekalongan hari ini:

  1. Perjalanan KA yang dibatalkan
  2. KA Kaligung
  3. KA Kamandaka
  4. KA Argo Sindoro
  5. KA Argo Muria
  6. KA Menoreh
  7. KA Tawangjaya Premium
  8. KA Ambarawa Ekspres
  9. KA Tegal Bahari

  10. Perjalanan KA dengan pola operasi memutar

  11. KA Ganjil
  12. KA 3 (Anggrek) memutar via Semarang Tawang – Brumbung – Gundih – Solobalapan – Kroya – Cirebon
  13. KA 41 (Sembrani) memutar via Semarang Tawang – Brumbung – Gundih – Solobalapan – Kroya – Cirebon
  14. KA 31 (Pandalungan) memutar via Semarang Tawang – Brumbung – Gundih – Solobalapan – Kroya – Cirebon
  15. KA Genap
  16. KA 4 (Anggrek) memutar via Cirebon – Prupuk – Kroya – Solo Balapan – Gundih – Brumbung – Semarang Tawang
  17. KA 32 (Pandalungan) memutar via Tegal – Prupuk – Kroya – Solo Balapan – Gundih – Brumbung – Semarang Tawang
  18. KA 92 (Jayabaya) memutar via Cirebon – Kroya – Solobalapan – Surabaya Gubeng
  19. KA 42 (Sembrani) memutar via Tegal – Prupuk – Kroya – Solo Balapan – Gundih – Brumbung – Semarang Tawang

Permintaan Maaf dari KAI

KAI menyampaikan permohonan maaf atas rekayasa operasional hingga pembatalan keberangkatan KA. “Kami memohon maaf kepada para pelanggan yang terdampak atas ketidaknyamanan yang dialami,” ujar Luqman. Dia menjelaskan bahwa pembatalan dan penyesuaian perjalanan KA dilakukan demi faktor keselamatan. “Keselamatan perjalanan kereta api menjadi prioritas utama kami, sehingga pembatalan sejumlah KA masih harus dilakukan demi menghindari potensi risiko di lintasan.”

Menurut informasi yang diperoleh, tidak terdapat gogosan atau konstruksi jalan rel yang tergerus air di sekitar lintasan, dengan kondisi aliran air terpantau tenang. Cuaca di wilayah sekitar lokasi saat ini terpantau mendung. KAI Daop 4 Semarang berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi serta koordinasi dengan pihak terkait hingga kondisi jalur dinyatakan aman.

Layanan Refund Tiket untuk Penumpang

Lebih lanjut, Luqman menjelaskan bahwa pihaknya menyediakan layanan refund bagi penumpang yang memilih untuk membatalkan perjalanan KA imbas banjir di wilayah Pekalongan. Proses pembatalan dan pengembalian bea tiket dapat dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku melalui kanal resmi KAI.

Dalam informasi yang disampaikan, pengembalian bea berupa refund tiket 100 persen di luar bea pesan. Artinya, penumpang yang membatalkan perjalanan KA pada hari ini akibat banjir di jalur Pekalongan-Sragi bisa memperoleh pengembalian dana secara utuh. Pengembalian dana diberikan secara tunai apabila pembatalan dilakukan melalui loket stasiun KA. Namun, jika pembatalan dilakukan melalui call center 121, pengembalian dana akan diberikan secara transfer.

Batas waktu proses pembatalan tiket melalui loket online dan call center adalah 7×24 jam sejak dari tanggal keberangkatan yang tercantum pada tiket.

Halwa Futuhan

Penulis yang rajin memberitakan kegiatan masyarakat lokal dan peristiwa lapangan. Ia gemar berkunjung ke pasar tradisional, memotret aktivitas warga, dan mencatat percakapan menarik. Hobinya termasuk mendengar musik tempo dulu. Motto: “Cerita kecil sering kali memiliki dampak besar.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *