Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) Kota Padang
Pemerintahan Kota (Pemko) Padang telah menyusun Rencana, Rehabilitasi, dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) yang akan berlangsung selama tiga tahun, yaitu dari 2026 hingga 2028. Tujuan utama dari R3P ini adalah untuk memulihkan kondisi masyarakat dan infrastruktur pasca-bencana dengan langkah-langkah yang terstruktur dan berkelanjutan.
Dalam rencana tersebut, anggaran yang diperlukan mencapai lebih dari Rp5,5 triliun, yang dialokasikan untuk berbagai sektor seperti perumahan, infrastruktur, ekonomi, sosial, dan lintas sektor. Anggaran ini akan digunakan untuk memastikan pemulihan yang akuntabel dan transparan.
Fokus Tahun 2026
Tahun pertama dari R3P, yaitu 2026, fokus pada rehabilitasi awal dan pemulihan layanan dasar serta perumahan. Beberapa prioritas yang dijalankan antara lain:
- Pembersihan material yang rusak akibat bencana
- Penyaluran dana tunggu hunian untuk warga terdampak
- Pendataan terpadu pasca-bencana serta penguatan data dan risiko bencana
- Pemulihan layanan dan infrastruktur dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan peribadatan
- Penyediaan hunian sementara dan tetap
- Penetapan lahan relokasi untuk permukiman yang berada di zona rawan bencana
- Pembangunan rumah yang rusak sedang dan rusak berat
- Pemulihan rasa aman bagi masyarakat korban bencana melalui trauma healing
Fokus Tahun 2027
Di tahun kedua, fokusnya berpindah ke perbaikan infrastruktur dan pemulihan ekonomi. Beberapa kegiatan utama termasuk:
- Rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur utama seperti jalan, jembatan, drainase, air minum, sanitasi, dan persampahan
- Pengendalian banjir melalui pembangunan sabo dam dan embung
- Pengamanan kawasan rawan longsor dengan pembangunan dinding penahan tanah, bronjong, dan terasering
- Pemulihan ekonomi masyarakat melalui dukungan UMKM, pertanian, dan perikanan
- Pemulihan sektor pariwisata
- Revisi RTRW Kota Padang
Fokus Tahun 2028
Di tahun ketiga, R3P akan melanjutkan rehabilitasi infrastruktur, pemulihan ekonomi, serta penguatan mitigasi dan adaptasi terhadap bencana. Fokus utamanya termasuk:
- Lanjutan rehab dan rekonstruksi infrastruktur utama
- Pemulihan ekonomi masyarakat
- Pemulihan sektor pariwisata
- Penguatan mitigasi dan adaptasi terhadap bencana
- Penguatan penataan ruang berbasis risiko bencana
- Penguatan kapasitas masyarakat dan pemerintah daerah
Sinergi Antara Pemerintah Daerah dan BNPB
Sekretaris Utama BNPB, Rustian, mengatakan bahwa dokumen R3P masih bisa dilakukan evaluasi atau perbaikan jika muncul kerusakan baru akibat bencana susulan. Meskipun R3P sudah ditandatangani oleh 13 kepala daerah di Sumatera Barat, dokumen ini tetap fleksibel dalam menjawab situasi yang mungkin terjadi di masa depan.
Pemprov Sumbar dan BNPB juga memperkuat sinergi dalam penyusunan R3P. Kegiatan koordinasi ini bertujuan untuk memastikan data kerusakan dan kerugian akibat bencana terdokumentasi secara akurat guna menjamin pemulihan yang akuntabel.
Peran Dokumen R3P dalam Pemulihan
Dokumen R3P tidak hanya menjadi acuan bagi pemerintah daerah, tetapi juga menjadi patokan pemerintah pusat. Rustian menekankan bahwa R3P menunjukkan transformasi paradigma pemulihan pasca-bencana di Sumbar, yang kini lebih terencana dan berkelanjutan.
Sekda Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi, menyatakan bahwa finalisasi R3P merupakan hasil kerja kolektif dalam menghimpun data dan informasi sebagai basis pembangunan kembali wilayah terdampak. Dokumen ini diproyeksikan menjadi kompas atau panduan kerja selama tiga tahun ke depan.
Prioritas Pemulihan yang Berkelanjutan
Arry menegaskan bahwa penyusunan R3P merupakan bentuk tanggung jawab moral pemerintah agar proses pemulihan berjalan secara terintegrasi dan tidak parsial. Dokumen ini akan menjadi landasan bagi perencanaan program di tingkat pemerintahan sekaligus dasar penganggaran dana, baik di tingkat pusat maupun daerah.
Selain itu, R3P juga berfungsi sebagai instrumen pengendali untuk meminimalkan risiko tumpang tindih program maupun anggaran dalam pelaksanaan di lapangan. Setiap kegiatan pemulihan harus membawa misi pengurangan risiko bencana di masa depan, dengan perbaikan infrastruktur yang lebih tangguh dan berlandaskan rencana tata ruang serta kajian risiko bencana.

Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”










