Situasi Banjir di Kalimantan Barat
Berdasarkan laporan terbaru, beberapa wilayah di Kalimantan Barat mengalami dampak banjir dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda. Hal ini disampaikan oleh Koordinator Harian UPT Posdalops Kalbar, Daniel, saat dikonfirmasi pada Jumat, 9 Januari 2026.
Daniel menjelaskan bahwa banjir terjadi akibat curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir, baik itu banjir rob maupun banjir akibat hujan lebat. Berikut adalah update terkini mengenai daerah-daerah yang terdampak:
Kabupaten Sambas
Di Kabupaten Sambas, banjir terjadi sejak tanggal 2 hingga 5 Januari 2026. Dampaknya meliputi Desa Tempapan Hulu dan Desa Sajing di Kecamatan Galing. Total warga yang terdampak mencapai 406 kepala keluarga atau sekitar 1.724 jiwa.
Kabupaten Sekadau
Banjir juga menerjang Kabupaten Sekadau pada 7 hingga 8 Januari 2026. Di Desa Melati, Kecamatan Nanga Taman, sebanyak 246 kepala keluarga atau 902 jiwa terdampak, dengan 227 rumah terendam. Sementara di Desa Lembah Beringin, Kecamatan Nanga Mahap, 417 kepala keluarga atau 1.382 jiwa terkena dampak banjir, serta sekitar 350 rumah warga terendam.
“Untuk Kabupaten Sekadau, dampaknya cukup signifikan karena ratusan rumah warga terendam akibat luapan air pascahujan berintensitas tinggi,” jelas Daniel.
Kabupaten Melawi
Kabupaten Melawi juga dilaporkan mengalami banjir bandang disertai tanah longsor. Hingga Jumat pagi, BPBD Melawi masih melakukan kaji cepat untuk mendata jumlah warga serta fasilitas umum yang terdampak. Di Kecamatan Tanah Pinoh, banjir bandang melanda empat desa, yakni Desa Batu Luar, Desa Maris Permai, Desa Bina Jaya, dan Desa Pelita Kenaya dengan total ratusan jiwa terdampak.
Kota Singkawang dan Kabupaten Sintang
Banjir juga dilaporkan terjadi di Kota Singkawang serta di Kabupaten Sintang, tepatnya di Desa Nangapari, Kecamatan Tempunak. Hingga kini, data warga terdampak di wilayah tersebut masih dalam tahap pendataan.
Kabupaten Kapuas Hulu
Banjir bandang juga menerjang Kabupaten Kapuas Hulu. Debit air Sungai Kalis, Kecamatan Kalis, Kabupaten Kapuas Hulu meluap hingga merendam sejumlah pemukiman warga dan akses jalan pada Jumat 9 Januari 2026.
Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kapuas Hulu, Yanto Susanto, menyampaikan bahwa jumlah desa yang terdampak banjir bandang wilayah Kecamatan Kalis masih dalam proses pendataan. “Hasil laporan yang kami terima ada beberapa desa dan fasilitas umum akses jalan terendam banjir seperti, jembatan gantung yang terjadi di Desa Bahenap Kecamatan Kalis,” ujarnya kepada Tribun Pontianak.
Selain itu juga berdasarkan informasi, debit air sungai Kapuas, juga saat ini sedang tinggi, dampak dari curah hujan dari malam hingga dini hari. “Daerah lain belum ada laporannya seperti apa,” ungkapnya.
Seorang warga Desa Kalis Raya, Agus menyampaikan rumahnya terendam banjir sejak dini hari atau subuh, dan semua perabotan rumah tangga habis terendam. “Anak istri sudah diamankan ke rumah keluarga yang didaerah yang tinggi,” ujarnya kepada , Jumat 9 Januari siang WIB.
Agus menilai, banjir bandang ini lebih dalam dari tahun sebelumnya, dimana rumahnya terendam banjir lebih tinggi dari sebelumnya. “Banyak alat elektronik di rumah tidak bisa diselamatkan,” ungkapnya.
Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”










