"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"
Daerah  

Penuh cerita: Perjalanan Bogor ke Semarang

Pengalaman Pertama Perjalanan dari Bogor ke Semarang

Perjalanan dari Bogor ke Semarang adalah pengalaman yang sangat berkesan bagi saya. Meskipun sebelumnya pernah mendengar tentang kota Semarang, ini pertama kalinya saya benar-benar bisa melakukan perjalanan tersebut. Sebenarnya, saya sudah lama ingin mengunjungi Semarang, tetapi selalu ada alasan yang membuat saya belum bisa melakukannya. Kali ini, Januari menjadi momen yang tepat untuk mewujudkan impian tersebut.

Tiket kereta Tawang Jaya Premium kelas ekonomi sudah saya dapatkan sekitar tiga hari sebelum keberangkatan. Saya membawa satu buah ransel yang penuh dengan pakaian dan satu tas jingjing yang berisi skincare serta sedikit buah tangan. Keberangkatan dimulai pagi buta dari Bogor menuju pasar Senen. Setelah sekian tahun tidak menginjakkan kaki di stasiun Senen, saya merasa terkejut dengan perubahan yang terjadi. Sekarang, stasiun lebih rapi dan memiliki sentuhan modern. Di sekitar area stasiun, tersedia banyak fasilitas penunjang seperti toilet, mushala, tenant yang menjual berbagai makanan, serta gate masuk yang menggunakan face recognition.

Area tunggu juga terlihat lebih nyaman dibandingkan beberapa tahun lalu. Lebih teratur dan rapi. Saya menunggu sekitar dua puluh menit sebelum akhirnya masuk ke dalam kereta. Kursi kereta masih dalam tipe lama, tetapi penyimpanan cukup lumayan. Tempat duduk terasa nyaman, meskipun tinggi saya kurang dari 160 cm. Terdapat colokan, tempat menyimpan minuman, dan plastik untuk sampah.

Saya memilih bangku di dekat jendela agar bisa melihat pemandangan dan memotret menggunakan handphone. Setelah menyimpan dua buah tas ke area bagasi, saya duduk dengan nyaman sambil membaca buku. Perjalanan kali ini memakan waktu sekitar enam jam delapan menit, jadi saya perlu aktivitas seru untuk mengisi waktu.

Pemandangan sepanjang jalan sangat indah dan hijau, membuat mata segar. Saya juga mengikuti informasi yang disampaikan oleh staf customer service kereta mengenai jalur yang akan dilalui. Ada satu momen yang menarik, yaitu ketika petugas memberi tahu para pencinta fotografi untuk bersiap karena akan melewati jalur dengan pemandangan laut. Benar saja, terlihat deburan ombak dan suasana laut. Meski airnya tidak terlalu biru, view tersebut sangat menarik.

Di momen ini, saya melihat dua orang sedang memancing di tepi pantai. Meski langit cenderung mendung, saya merasa tertarik dengan keindahan pada momen tersebut. Kehidupan memang penuh dengan keajaiban.

Perjalanan kali ini cukup menyenangkan dan membuat saya merasa bersemangat. Setelah menabung dan mengatur waktu, akhirnya saya bisa menginjakkan kaki di Semarang, salah satu kota yang menarik dan sudah lama masuk wishlist. Akhirnya kesampaian juga.

Meskipun duduk lama lebih dari lima jam dengan posisi bangku yang saya naiki memang menantang, saya berhasil mengatasi rasa pegel, lelah, dan bosan. Saya membawa buku karya mba Dee Lestari Madre yang sangat seru dan membuat saya ketawa beberapa kali. Buku tersebut juga membuat saya terharu dengan beberapa obrolan dalam buku tersebut.

Selain itu, saya memesan hot chocolate dan membuka bekal camilan. Saya menikmati momen tersebut, memperhatikan sekitar, dan kadang-kadang menyimak obrolan orang. Duduk di kereta selama enam jam lebih sedikit mengajarkan saya untuk tetap mengatur waktu untuk minum air putih, ngemil, atau makan makanan bekal, serta meregangkan badan tanpa mengganggu orang lain.

Dalam perjalanan ini, saya juga mendengarkan obrolan anak-anak di area sarapan yang penuh ide-ide segar. Pada jam ketiga saat menaiki kereta, saya sempat menulis. Saya menulis via handphone dengan desain minimalis seperti Canva. Apakah sempat tidur di kereta? Ya, saya tidur sekitar satu jam, sisanya saya gunakan untuk membaca, memotret, dan ngemil.

Pengalaman pertama saya ke Semarang dari Bogor memang terbilang oke banget. Saya suka kebersihan stasiun Senen dan juga gerbong kereta. Beberapa tips untuk sobat kompasianer yang melakukan perjalanan lebih dari enam jam dengan kendaraan umum: pastikan pakaian cukup, bawa tumbler berisi air minum, bawa bekal camilan, pakai pakaian yang nyaman, jika ada waktu luang usahakan tidur, bawa jaket, dan jujur kepada keluarga.

Setelah melalui perjalanan yang lumayan panjang, saya juga sempat kulineran. Penasaran? Nanti saya coba tuliskan di artikel lain. Tiba di stasiun Tawang Semarang, ternyata baru saja turun gerimis. Kami antri cukup tertib untuk menuju keluar stasiun dan di depan stasiun, kawan sudah menanti saya untuk lanjut naik motor selama kurang lebih satu jam.

Penuh Cerita: Perjalanan Bogor ke Semarang, memang ya namanya pakai kereta semenarik itu perjalanan dan Kota yang dituju pun memang oke sekali sih. Penasaran selama di Semarang saya kemana saja? Stay tune terus ya, nanti satu persatu akan saya ceritakan. Terima kasih sudah berkenan membaca artikel sederhana ini. Semangat dan sehat selalu sobat kompasianer.

Rusmawan

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *