"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

Masih Tidak Aman, PSIS Terancam Turun ke Zona Degradasi Usai Kalah 2-1 dari PSS Sleman

Kondisi PSIS Semarang yang Masih Rentan di Grup Timur

Posisi PSIS Semarang dalam klasemen Grup Timur Championship Liga 2 2025/2026 masih tergolong rentan setelah kekalahan 2-1 dari PSS Sleman, pada Sabtu (10/1/2026). Hasil ini memperkuat dugaan bahwa tim asuhan Jafri Sastra bisa terus turun di papan bawah klasemen.

Saat ini, PSIS berada di peringkat 9 dengan total 8 poin dari 15 pertandingan. Meskipun jumlah poin tersebut sama dengan Persiku Kudus di posisi 8, PSIS masih tertinggal dua angka dari Persipal yang ada di posisi 10. Namun, karena kedua tim tersebut baru menjalani 14 pertandingan, PSIS harus tetap waspada dan menganggap setiap laga sisa sebagai pertandingan final untuk bertahan di kompetisi kasta kedua sepak bola Indonesia.

Evaluasi Pelatih Setelah Kekalahan

Meski kalah dari PSS Sleman, pelatih PSIS Semarang, Jafri Sastra, tetap memuji permainan anak asuhnya. Ia menyatakan bahwa para pemain tidak bermain jelek, bahkan menunjukkan performa yang cukup bagus. Namun, hasil akhir tidak berpihak kepada PSIS. Gol-gol yang dicetak oleh Junior Haqi pada menit ke-4 dan Gustavo Tocantins di menit ke-61 membuat PSS unggul 2-1. Sementara itu, Beto Goncalves mencetak gol balasan di menit ke-49.

“Anak-anak sebetulnya tidak bermain jelek. Mereka bermain bagus,” ujar Jafri Sastra seusai pertandingan. Ia juga mengucapkan selamat kepada PSS Sleman atas kemenangan mereka.

Jafri menilai kekalahan ini menjadi evaluasi penting untuk laga berikutnya kontra Deltras FC, yang akan digelar di Stadion Jatidiri Semarang pada 17 Januari mendatang. “Kami harus melakukan evaluasi untuk laga berikutnya karena posisi kami di papan klasemen masih berada di posisi bawah,” katanya.

Jalannya Pertandingan yang Berjalan Dinamis

Pertandingan antara PSS Sleman dan PSIS Semarang berlangsung sangat cepat. Di menit ke-4, PSS sudah berhasil membuka keunggulan lewat gol Junior Haqi. Keputusan PSS untuk menekan sejak awal terbukti efektif. Meski PSS unggul satu gol, mereka tampil lebih percaya diri dan sering melancarkan serangan ke gawang PSIS. Namun, lini pertahanan PSIS yang dipimpin Otavio Dutra mampu menggagalkan beberapa serangan.

Di menit ke-14, PSS kembali memiliki kesempatan lewat tendangan Gustavo Tocantins. Meski ditempel ketat oleh bek PSIS, Otavio Dutra, Tocantins berhasil melepaskan tembakan yang masih bisa diamankan kiper PSIS, Rizky Darmawan.

Beberapa menit kemudian, giliran PSIS yang memberikan ancaman. Namun, tendangan jarak jauh Ocvian Chanigio masih melambung. Di menit ke-25, PSIS mendapat kans lewat sepakan bebas Tegar Infantrie, yang gagal menemui sasaran. Di menit ke-30, PSIS kembali mencoba membangun serangan, namun kiper PSS, Ega Rizky, sigap mengamankan gawang.

Skor 1-0 bertahan hingga babak pertama usai. Di babak kedua, PSIS berhasil menyamakan kedudukan di menit ke-49 melalui gol Beto Goncalves. Gol ini dicetak oleh penyerang anyar PSIS setelah memanfaatkan bola liar di area kotak penalti lawan. Namun, keunggulan ini tidak bertahan lama karena PSS kembali unggul di menit ke-61 lewat aksi Gustavo Tocantins.

Di sisa waktu babak kedua, PSS yang dalam posisi unggul tampil agresif. Namun, beberapa peluang yang tercipta belum mampu membuahkan gol. Demikian juga dengan peluang yang didapatkan PSIS, seperti dari Krisna John, tetapi tidak berbuah gol. Skor akhir tetap 2-1 untuk keunggulan PSS Sleman.


Dina Nabila

Penulis yang mengamati perkembangan gaya hidup sehat dan tren olahraga ringan. Ia suka jogging sore, membaca artikel kesehatan mental, dan mencoba menu makanan sehat. Menurutnya, menulis adalah cara menjaga keseimbangan pikirannya. Motto: “Sehat dalam pikiran, kuat dalam tulisan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *