Menghadapi Kesulitan dalam Mengambil Foto Konser
Mengabadikan momen konser bersama teman lewat foto “wefie” sering kali menjadi tantangan. Di area konser yang penuh dengan penonton, foto biasanya tidak optimal karena adanya gangguan dari objek atau orang yang tidak diinginkan. Biasanya, pengguna mengandalkan cara manual seperti memotong sebagian gambar (cropping) atau menutup area tersebut dengan stiker untuk menghilangkan objek mengganggu. Namun, metode ini tidak selalu efektif, terutama ketika situasi ramai dan momen berjalan cepat.
Dalam beberapa kasus, pengguna bahkan harus menunggu area sepi atau mengambil foto berkali-kali agar hasilnya lebih baik. Hal ini tentu tidak selalu memungkinkan, sehingga foto wefie sering dibiarkan apa adanya meski ada bagian yang mengganggu komposisi.
Solusi dengan Fitur Generative Edit di Ponsel Samsung
Untuk menyiasati masalah ini, kami mencoba menggunakan fitur berbasis kecerdasan buatan (AI) bernama Generative Edit di ponsel Samsung. Fitur ini memungkinkan pengguna menghapus objek pengganggu dari foto yang sudah diambil, lalu mengisi bagian yang hilang dengan latar belakang yang serasi sehingga hasil akhirnya tetap terlihat natural.
Fitur Generative Edit bisa ditemukan di beberapa ponsel Samsung, termasuk Galaxy S series dan beberapa model Galaxy A series. Cara mengakses dan menggunakan fitur ini cukup mudah. Setelah mengambil foto di area konser, pengguna dapat mengakses kembali foto tersebut di menu Gallery. Di aplikasi Gallery, pengguna cukup mengetuk ikon bintang khas Galaxy AI yang muncul di bagian bawah layar. Setelah itu, lingkari objek atau orang yang ingin dihapus untuk menandai area yang akan dibersihkan.
Jika area seleksi dirasa sudah sesuai, ketuk ikon penghapus yang muncul di atas bagian yang dipilih, lalu tekan “Generate”. Sistem akan bekerja beberapa saat, dan AI akan menghapus objek tersebut sekaligus mengisi ruang kosong dengan latar belakang yang sesuai sehingga hasil foto terlihat tetap natural. Setelah di-generate, pengguna akan mendapati hasil foto yang sudah “bersih” dari objek pengganggu. Untuk membandingkan hasil sebelum dan sesudah, pengguna bisa mengeklik ikon “See original” di bagian kanan bawah gambar. Jika hasil fotonya dirasa sudah puas, pengguna hanya perlu mengeklik “Save copy” di bagian sudut kanan atas untuk menyimpan foto tersebut.
Hasil Uji Coba Fitur Generative Edit
Selama uji coba, fitur Generative Edit di ponsel Samsung Galaxy Z Flip 7 mampu membersihkan objek yang mengganggu pada foto wefie yang diambil di area dalam gedung konser. Bagian belakang foto kami yang awalnya ada beberapa orang sedang berjalan, bisa dihapus dan terlihat bersih kosong seperti tidak ada orang. Kami juga menjajal untuk menghilangkan objek ponsel yang berada di dalam frame, hasilnya benda tersebut hilang dan bagian ruang yang tertutup kamera terisi ulang dengan warna dan tekstur yang serasi dengan latar belakang.
Selain pada foto wefie, kami juga mencoba mengedit gambar bagian depan pintu masuk venue konser. Pada kondisi awal, area tersebut ramai dipenuhi pengunjung yang sedang berlalu lalang dan mengantre. Setelah melingkari bagian kerumunan tersebut, Generative Edit bisa menghapus dan objek-objek di area depan dan mengisi ulang area dengan latar belakang yang serasi. Hasilnya, bagian pintu depan masuk venue jadi tampak lebih bersih dan sepi.
Kelebihan dan Keterbatasan Fitur
Perlu dicatat bahwa semua hasil gambar yang sudah diedit menggunakan Galaxy AI nantinya akan diberikan tanda air (watermark) secara otomatis oleh sistem. Tujuannya untuk menandai mana hasil editan AI dan mana yang hasil foto manual. Meskipun demikian, hasil yang diperoleh cukup memuaskan, terutama dalam situasi yang sangat ramai.
Dengan fitur Generative Edit, pengguna dapat dengan mudah menghapus objek mengganggu dari foto tanpa perlu mengambil ulang. Ini sangat berguna dalam situasi konser atau acara besar yang penuh dengan orang dan kegiatan yang berlangsung cepat. Dengan kemampuan AI yang canggih, foto yang dihasilkan tetap terlihat alami dan profesional.
Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."











