"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"
Budaya  

Candiretno, Permata Spiritual Masyarakat Desa Era Sanjaya

Sejarah dan Keberadaan Situs Candiretno

Situs Candiretno merupakan salah satu bentuk nyata pemenuhan kebutuhan spiritual masyarakat desa pada masa dinasti Sanjaya. Penulis menyebutnya sebagai “pelita spiritual” yang ada dan menyinari jiwa masyarakat desa Candiretno pada masa pemerintahan dinasti Sanjaya.

Situs ini terletak di Dusun Bandungan, Desa Candiretno, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang. Candi ini sebenarnya sudah masuk dalam ROD (Rapporten van den Oudheidkundigen Dienst in Nederlandsch-Indie: Inventaris der Hindoe-oudheden tahun 1914) yang dikeluarkan oleh pemerintah Belanda pada tahun 1914. Pada masa pasca kemerdekaan, yaitu tahun 1977, dilakukan penelitian di situs Candiretno dan desa-desa sekitarnya. Kesimpulan dari penelitian tersebut adalah bahwa situs Candiretno merupakan candi Hindu yang terbuat dari batu bata yang bisa menjadi contoh paling lengkap dibandingkan candi-candi lainnya.

Secara keseluruhan, bangunan Candiretno terbuat dari batu bata. Namun, tinggalan dalam bentuk arca dan yoni tetap menggunakan bahan batu andesit. Di Magelang, bahan candi yang terbuat dari batu bata selain Candiretno juga ditemukan pada situs Samberan (Hindu di desa Samberan kecamatan Tempuran), Brongsongan (Hindu di desa Brongsongan kecamatan Borobudur), situs Dipan (Budha- di Desa Dipan kecamatan Borobudur), dan Plandi (Hindu di desa Plandi kecamatan Mertoyudan). Temuan candi berbahan batu bata yang lengkap dengan tinggalan prasasti adalah situs Plandi (Mertoyudan). Prasastinya disebut prasasti Plandi (856 M). Di situs ini reruntuhan candi yang berupa batu bata masih dipendam. Kondisi sekarang yang ada adalah Yoni bercerat. Istimewanya, selain reruntuhan candi, juga ditemukan prasasti.

Deskripsi Bangunan Situs Candiretno

Secara umum kondisi situs Candiretno berbentuk reruntuhan batu bata yang menjadi bahan dasarnya. Namun, berdasar hasil penggalian yang pernah dilakukan tahun 1975 ditemukan beberapa komponen candi baik itu artefik maupun ragam hias candi. Kondisi sekarang, selain terdapat reruntuhan candi yang berupa hamparan batu bata, juga ditemukan beberapa yoni, baik yang ada di lingkungan candi, maupun yoni-yoni yang ada di pemakaman penduduk, sawah, maupun di depan masjid desa.

Yoni-yoni tersebar dimungkinkan terkait secara langsung dengan keberadaan candi. Namun juga bisa saja tidak terkait dengan keberadaan candi. Sebab di berbagai tempat juga ditemukan yoni yang berada di tengah persawahan. Yoni-yoni demikian berfungsi sebagai ikhtiar yang bersifat spiritual untuk keberhasilan hasil pertaniannya.

Jejak arkeologis yang sekarang dapat diamati selain yoni juga terdapat fondasi candi dan pintu fondasi pintu masuk ke candi yang terbuat dari batu bata. Tinggalan tersebut menunjukkan bahwa di tempat itu memang terdapat bangunan candi yang bercorak Hindu yang terbuat dari batu bata. Hal tersebut juga menunjukkan bahwa persebaran Hindu berikut bukti bangunan candinya ditemukan di berbagai wilayah kecamatan. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa pada abad VIII M s.d. IX M agama Hindu sudah menyentuh semua wilayah di kabupaten Magelang. Secara khusus kehadiran situs Candiretno di desa Candiretno kecamatan Secang ini sebagai “permata spiritual” masyarakat desa yang menjadi tinggalan dinasti Sanjaya.

Mengungkap Permata Spiritual di Balik Reruntuhan Situs Candiretno

Di balik reruntuhan batu bata yang menyisakan fondasi tubuh dan pintu masuk candi, kiranya dapat diungkap permata spiritual yang tersaji bagi masyarakat desa yang menjadi perhatian penguasa dinasti Sanjaya saat itu.

Seperti diketahui, berdasar temuan yang ada dapat disimpulkan bahwa situs Candiretno berlatar belakang Hindu aliran Siwa. Hal ini dapat dilihat pada temuan Yoni yang berada di dalam komplek situs Candiretno dan beberapa Yoni yang ada baik di pemakaman penduduk, depan masjid desa, maupun yang masih berada di persawahan penduduk yang tidak jauh dari situs Candiretno.

Adapun permata spiritual yang diungkap dari situs Candiretno antara lain:

  • Temuan Yoni di kompleks dan di sekitar kompleks

    Sebagian besar candi-candi Hindu di Poros Kedu-Prambanan bersifat Siwaistis. Lingga dan Yoni adalah simbol dewa Siwa. Perpaduan Lingga dan Yoni dianggap sebagai simbol kesuburan. Walaupun, di lapangan, banyak ditemukan Yoni tanpa Lingga (termasuk di situs Candietno). Oleh sebab itu, keberadaan Yoni di kompleks situs Candiretno dan beberapa Yoni yang sekarang ada disekitar situs, mengindikasikan masyarakat desa Candiretno dan sekitarnya, pada masa itu memeluk agama Hindu aliran Siwa.

  • Temuan arca dewa Hindu

    Temuan arca dewa yang bercorak Hindu di desa sekitar situs Candiretno juga memperkuat adanya situs Candiretno sebagai permata spiritual masyarakat desa. Mengapa? Sebab arca dewa merupakan simbol dewa yang disembah. Sehingga temuan tersebut sekaligus mengindikasikan adanya aktivitas spiritual yang dilakukan masyarakat saat itu.

  • Temuan arca Nandi

    Temuan arca Nandi di desa-desa sekitar situs Candiretmo juga memperkuat adanya permata spiritual benar-benar memancar di wilayah situs Candiretno sekitarnya pada saat itu. Sebab Nandi dalam agama Hindu diyakini sebagai kendaraan dewa Siwa. Oleh sebab itu, adanya temuan beberapa arca Nandi tersebut memperkuat dugaan bahwa situs Candiretno merupakan permata spiritual masyarakat desa yang sengaja dibuat oleh para penguasa dinasti Sanjaya saat itu.

Temuan beberapa komponen agama Hindu yang berada di kompleks situs Candiretno maupun di desa-desa sekitar, memberikan gambaran langsung bahwa keberadaan situs Candiretno menjadi pusat kegiatan spiritual bagi masyarakat saat itu. Dengan kata lain, eksistensinya sekaligus sebagai permata spiritual masyarakat desa saat itu, dengan Siwa sebagai pusat pemujaannya.

Balqis Ufairah

Penulis yang fokus pada entrepreneurship dan pengembangan UMKM. Ia senang berkunjung ke pameran bisnis, berbincang dengan pelaku usaha, serta menulis ringkasan peluang pasar. Hobinya termasuk membuat desain sederhana. Motto: “Informasi membuka pintu kesempatan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *