Pesta Akhir Tahun Karyawan PT Pani Gold Mine Viral, Dianggap Kurang Empati
Video yang menampilkan karyawan PT Pani Gold Mine di Desa Hulawa, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, sedang viral. Dalam video tersebut, para karyawan terlihat berjoget vulgar bersama wanita yang berpakaian seksi. Kejadian ini menimbulkan reaksi keras dari masyarakat dan kalangan politik setempat.
PT Merdeka Gold Resources adalah anak usaha dari PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), yang mengelola Pani Gold Mine. Tambang emas ini diklaim sebagai tambang emas primer terbesar di Asia Pasifik. Namun, kejadian pesta akhir tahun yang viral ini justru membuat perusahaan dihujani kritik.
Kritik dari Politisi dan Masyarakat
Anggota Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo, Limonu Hippy, menyampaikan penyesalan atas kejadian ini. Ia menilai kegiatan dalam video tersebut mencerminkan minimnya empati sosial di tengah situasi bencana yang sedang dihadapi masyarakat. “Tidak memiliki hati nurani dan rasa sepenanggungan,” tegas Limonu.
Menurut Limonu, kejadian ini semakin menyakitkan karena berlangsung ketika warga Desa Hulawa masih berjuang menghadapi dampak banjir yang terjadi sehari sebelumnya. Ia juga menegaskan bahwa edaran pemerintah daerah agar seluruh pihak menahan diri dan tidak menggelar kegiatan seremonial harus dijadikan acuan.
Limonu mengungkapkan bahwa dirinya telah melakukan komunikasi langsung dengan pihak manajemen perusahaan pada malam kejadian. Direktur perusahaan mengakui adanya kegiatan itu dan segera menginstruksikan agar kegiatan dihentikan. Meski demikian, Limonu menilai perusahaan seharusnya sejak awal menunjukkan empati dan kepekaan sosial terhadap kondisi warga sekitar.
Penjelasan Manajemen Pani Gold Mine
Manajemen Pani Gold Mine memberikan klarifikasi terkait video yang viral. Kurniawan Siswoko, External Affairs Pani Gold Mine, menjelaskan bahwa kegiatan yang terekam dalam video bukanlah pesta sebagaimana yang berkembang di masyarakat. Acara tersebut merupakan acara internal perusahaan yang berisi doa bersama dan penggalangan donasi spontan untuk membantu warga terdampak banjir.
Acara tersebut juga dirangkaikan dengan malam final lomba menyanyi karyawan. Menurutnya, lomba menyanyi itu merupakan ruang bagi karyawan untuk menyalurkan bakat seni dan mempererat silaturahmi. Tahapan penyisihan lomba telah dilaksanakan beberapa minggu sebelumnya, sementara malam kejadian merupakan penampilan final.
Meskipun begitu, pihak perusahaan mengakui bahwa rangkaian acara tersebut tercoreng oleh penampilan yang tidak pantas. Perusahaan juga secara resmi menyampaikan permohonan maaf kepada Pemerintah Daerah serta masyarakat Pohuwato.
Banjir Bandang yang Melanda Desa Sekitar Tambang
Banjir bandang melanda Desa Hulawa, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo pada 30 Desember 2025, sehari sebelum pesta pergantian tahun. Desa Hulawa berada tepat di sekitar pertambangan PT Pani Gold Mine. Tak cuma banjir biasa, material serta kayu-kayu glondongan dibawa turun dari ketinggian.
Banyak warga yang masih mengungsi. Banyak rumah yang rusak, hingga banyak warga kehilangan harta benda. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pohuwato, Abdulmutalib Dunggio, mengatakan banjir terjadi di Kecamatan Taluditi dan Kecamatan Buntulia, namun hanya di desa-desa tertentu.
Di Kecamatan Taluditi, banjir menggenangi Desa Tirto Asri. Wilayah ini disebut memang kerap terdampak setiap kali hujan turun dengan durasi beberapa jam. Di Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, banjir dipicu oleh pendangkalan Sungai Taluduyunu. Kondisi tersebut menyebabkan air sungai meluap dan menggenangi pemukiman warga yang berada dekat bantaran sungai.

Kritik dari Mahasiswa dan Aktivis Lingkungan
Ketua Wilayah Liga Mahasiswa Nasional Demokrasi (LMND) Gorontalo, Rahmawati B Radjak, menyebut banjir yang terjadi merupakan akumulasi dari krisis ekologis yang selama ini diabaikan. Ia menyatakan bahwa keberadaan perusahaan tambang di Gorontalo juga berdampak pada kondisi lingkungan sekitar.
Menurutnya, persoalan ini tidak boleh dipandang sebagai peristiwa alam semata. “Ini bukan bencana yang datang tiba-tiba. Ada akumulasi kerusakan lingkungan yang selama ini diabaikan,” ujarnya.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Gorontalo, Arif Bina, juga menyampaikan kritik keras. Ia menilai tindakan perusahaan tersebut melukai rasa keadilan masyarakat yang sedang terdampak bencana. “Perusahaan jahat dan tidak berperikemanusiaan,” tegas Arif.
IMM Gorontalo meminta pemerintah daerah dan aparat penegak hukum bersikap tegas. Evaluasi terhadap aktivitas perusahaan dinilai mendesak dilakukan. Aktivis menilai keselamatan rakyat dan kelestarian lingkungan harus menjadi prioritas utama.
Tanggapan DPRD dan Upaya Pencegahan
Ketua Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo lainnya, Mikson Yapanto, menyesalkan kejadian tersebut. Dia menyebut pesta tersebut merupakan inisiatif oknum pegawai di internal perusahaan. “Ini inisiatif mereka-mereka pegawai di dalam,” kata Mikson.
Ia mengungkapkan bahwa dirinya telah menghubungi direktur perusahaan saat kejadian berlangsung dan pegawai yang terlibat telah diberhentikan. Mikson menilai kejadian itu sangat tidak pantas dilakukan di tengah kondisi masyarakat yang sedang tertimpa banjir.
Sebagai upaya pencegahan, menurut Mikson, perusahaan juga melakukan reboisasi di beberapa lereng. “Sehingga air ketika turun bukan lagi dalam bentuk pece (lumpur),” pungkasnya.










