"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"
Daerah  

Pengunjung Bandung Zoo Capai 60 Ribu, Pecahkan Rekor Libur Lebaran

Bandung Zoo Kembali Jadi Tujuan Wisata Favorit

Bandung Zoo kembali menjadi pusat perhatian masyarakat Kota Bandung, khususnya pada momen liburan Natal dan Tahun Baru 2025. Pengunjung yang datang dari berbagai kalangan memadati kawasan wisata tersebut, dengan antrean yang terlihat sejak pintu gerbang dibuka pukul 08.00 pagi hingga beberapa jam sebelum penutupan.

Para pengunjung tampak antusias dan sabar menunggu masuk ke dalam kawasan Bandung Zoo. Di luar area parkir, antrian kendaraan roda dua dan roda empat terlihat mengular. Para pengunjung juga membawa berbagai perlengkapan seperti karpet, sayur, buah, serta bahan makanan lainnya untuk didonasikan sebagai pakan satwa. Sebuah box yang ditempatkan di atas roda dorong digunakan untuk menyimpan donasi tersebut.

Setelah lima bulan tidak beroperasi, Bandung Zoo kini membuka akses secara gratis tanpa adanya biaya masuk atau tiket. Kebijakan ini disambut baik oleh masyarakat, terutama para keluarga yang ingin berlibur bersama anak-anak. Antrean yang panjang tidak mengurangi semangat para pengunjung untuk masuk dan menikmati suasana baru di kawasan wisata tersebut.

Pengalaman Nostalgia bagi Pengunjung

Agus Alfa (40), warga Cimahi, mengaku datang ke Bandung Zoo karena penasaran dengan antusiasme masyarakat. Ia terakhir kali berkunjung sekitar 14 tahun lalu, saat anak pertamanya masih bayi. Kembali ke tempat yang sama dengan anak-anak yang kini sudah besar membuatnya merasa nostalgia.

“Sudah lama banget. Dulu hewannya masih banyak, permainannya juga lebih banyak. Sekarang ya terasa beda,” ujarnya. Meski mengakui ada fasilitas yang perlu perawatan, Agus mengapresiasi kepedulian pengunjung yang tidak hanya sekadar berwisata tetapi juga berdonasi.

Anaknya, Amanda (10), mengaku antusias melihat hewan-hewan di Bandung Zoo. “Singa sama ular. Engga takut, karena mereka dalam kandang,” katanya. Ia juga senang melihat kura-kura dan berharap bisa kembali berkunjung suatu hari nanti.

Antusiasme Masyarakat yang Tak Terduga

Cepi Hogi Hadiana (45), warga Kopo, Kabupaten Bandung, datang sejak pagi bersama keluarga besar. Ia mengakui antrean yang cukup panjang, namun hal itu tidak mengurangi antusiasmenya untuk menghabiskan waktu liburan di Bandung Zoo.

“Ini mungkin kesempatan warga Bandung, khususnya, karena lagi gratis,” ujarnya. Baginya, liburan kali ini terasa berbeda karena ia telah lama tidak berkunjung ke Bandung Zoo.

Menurut informasi yang ia dapatkan, kebijakan gratis ini disambut baik oleh masyarakat, terutama untuk wisata keluarga. Jumlah pengunjung Bandung Zoo mencapai lebih dari 60 ribu orang sejak dibuka gratis pada libur Natal hingga awal Januari 2025.

Bandung Zoo sebagai Ruang Publik

Humas Bandung Zoo, Syulhan Syafi’i, menjelaskan bahwa lonjakan pengunjung ini bukan hanya karena liburan, tetapi juga ikatan emosional yang sudah lama terbangun. Menurutnya, Bandung Zoo memiliki tempat tersendiri di ingatan banyak orang.

“Bandung Zoo itu ikon. Seperti Persib. Belum lengkap rasanya kalau liburan enggak ke sini,” imbuhnya. Ia bahkan menyebut antusiasme kali ini melampaui suasana libur Lebaran.

Lonjakan pengunjung yang besar membuat pengelola harus menyesuaikan pola pengelolaan. Pada awal pembukaan, pencatatan jumlah pengunjung dilakukan, namun karena kepadatan semakin tinggi, pengelola memilih melonggarkan akses demi keselamatan.

Kebijakan Pengamanan dan Edukasi

Sebagai langkah pengamanan, jam operasional dibatasi hingga pukul 14.00 WIB. Biasanya, Bandung Zoo buka hingga pukul 17.00 WIB. Penjagaan pun diperketat dengan dikerahkan para keeper untuk memastikan kondisi satwa tetap terkendali.

Selama masa kunjungan padat ini, pengelola melarang keras aktivitas memberi pakan satwa. Penjualan pakan yang sebelumnya tersedia juga dihentikan sementara. Layanan edutainment masih tetap berjalan, meski terbatas.

Adapun untuk menjaga ketertiban, pengamanan melibatkan kepolisian, Satpol PP, serta Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat.

Donasi yang Mengalir Deras

Syulhan membenarkan gelombang donasi dari masyarakat. Banyak pengunjung datang membawa sayur, buah, jagung, hingga ayam untuk pakan satwa. Donasi uang juga terus mengalir.

“Antusias donasi luar biasa. Ada yang dari luar Bandung, aktivis, bahkan dari kebun binatang lain,” katanya. Ia mengingatkan pengunjung agar tetap menjaga ketertiban dan kebersihan.

“Silakan nikmati RTH anyar Kota Bandung. Botram boleh, kegiatan boleh. Tapi mohon tertib, antre, jaga sampah, dan patuhi aturan. Ini ruang publik, tapi juga rumah satwa,” kata Syulhan.

Hasnah Najmatul

Penulis yang dikenal teliti dalam riset dan penyajian data. Ia menaruh minat pada dunia ekonomi, statistik ringan, dan analisis tren. Di waktu luang, ia menikmati sudoku, membaca artikel panjang, dan mendengarkan musik instrumental. Motto: “Akurasi adalah bentuk tanggung jawab.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *