"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"
Budaya  

Masjid Al Jabbar jadi pusat studi Islam inklusif dan pencerahan

Masjid Raya Al Jabbar: Pusat Pendidikan Islam yang Berkembang Pesat

Masjid Raya Al Jabbar semakin memperkuat posisinya sebagai sentra pendidikan Islam di wilayah Jawa Barat. Berlokasi di Jalan Cimincrang Nomor 14, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, masjid ini menjadi kebanggaan bagi warga Bandung dan seluruh masyarakat Jawa Barat. Diharapkan, masjid ini dapat bertransformasi menjadi pusat pembelajaran Islam yang inklusif dan memberi pencerahan.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan harapan bahwa Masjid Raya Al Jabbar bisa menjadi representasi dialog kebangsaan yang damai serta contoh keselarasan antara tradisi Sunda dan keberagaman. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung peran masjid sebagai pusat kesejahteraan masyarakat.

Peringatan milad yang ketiga mengusung tema “Dari Masjid Raya Al Jabbar untuk Jawa Barat Istimewa”. Momentum ini disambut hangat oleh umat Islam, dengan sekitar 40 ribu jamaah memadati area utama masjid pada hari Rabu, 31 Desember 2025. Ini membuktikan bahwa Al Jabbar telah bertransformasi menjadi destinasi ibadah yang berhasil menyatukan komunitas Muslim dalam semangat persaudaraan dan ketakwaan.

Capaian Tiga Tahun Menggembirakan

Selama tiga tahun keberadaannya, Masjid Raya Al Jabbar telah menjadi kebanggaan komunitas Muslim dan masyarakat Jawa Barat secara keseluruhan.

Ketua Umum Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al Jabbar, Dr. K.H. Tata Sukayat, menyampaikan rasa syukurnya terhadap prestasi yang diraih. Menurutnya, masjid ini merupakan rumah Allah yang memiliki keistimewaan tersendiri, sebagai representasi Islam Jawa Barat yang membawa rahmat bagi semesta alam.

Rangkaian peringatan milad yang digelar selama enam jam, mulai pukul 10.30 sampai 16.30 WIB, menyajikan berbagai kegiatan keagamaan yang penuh makna. Program yang dilaksanakan meliputi mahalul qiyam, doa bersama untuk Jawa Barat Istimewa dalam istighatsah, haflah tilawah, dan haflah khithabah dengan menghadirkan ulama-ulama terpandang serta qari Al-Quran tingkat nasional dan internasional.

Peristiwa istimewa dalam perayaan kali ini adalah penyerahan penghargaan kepada para tokoh penggerak komunitas di Jawa Barat. Penghargaan diberikan dalam berbagai kategori, termasuk penggerak Majelis Taklim, penggerak organisasi masyarakat, penggerak pendidikan dan dakwah, penggerak sektor ekonomi dan sosial keagamaan, serta penggerak keluarga teladan. Penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam memajukan masyarakat.

Rencana Strategis Pengembangan

Kepengurusan baru DKM Masjid Raya Al Jabbar yang baru diresmikan membawa misi besar untuk menjadikan masjid ini sebagai yang terbaik di Jawa Barat. Sekretaris Umum DKM, Dr. K.H Iu Rusliana, menyampaikan harapan agar Masjid Raya Al Jabbar menjadi masjid unggulan dengan pelayanan yang istimewa.

Dr. K.H. Tata Sukayat menjelaskan strategi pengembangan menyeluruh yang bertumpu pada tiga fondasi utama: idarah, imarah, dan ri’ayah. Hal ini merujuk pada sistem manajemen organisasi, pembinaan keagamaan, dan perawatan infrastruktur masjid.

Dr. Abdul Mujib, Ketua Pelaksana Milad Al Jabbar sekaligus Ketua Divisi Pengelolaan Ibadah Rutin dan PHBI, menjelaskan konsep pengembangan yang dirancang berdasarkan dua fokus utama: penguatan spiritualitas melalui penyelenggaraan istighatsah dan haflah tilawah, serta penguatan intelektualitas dengan mengundang penceramah terkemuka dan persembahan Tim Hadrah UPTQ UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Sinergi Pemerintah dan Komunitas

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyatakan komitmen kuat dalam mendukung perkembangan Masjid Raya Al Jabbar. Atas nama Gubernur, Asisten Daerah Jawa Barat, Dedi Supandi menegaskan kesungguhan pemerintah dalam menguatkan fungsi masjid sebagai landasan kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah Jawa Barat menunjukkan kesungguhannya dalam mengoptimalkan peran masjid sebagai penyangga kesejahteraan rakyat dan pemelihara nilai-nilai budaya lokal. Gubernur meminta untuk menjaga Al Jabbar dengan silih asah, silih asuh, dan silih asih, sesuai ajaran kearifan lokal Sunda.

Acara yang berlangsung dengan penuh kekhusyukan ini dihadiri berbagai pejabat dan tokoh berpengaruh, seperti Asisten Daerah Jawa Barat, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Jawa Barat, Panglima Komando Daerah Militer III Siliwangi, serta beberapa tokoh dan ulama Jawa Barat, menunjukkan kolaborasi erat antara pemerintah, institusi militer, dan pemuka agama dalam memakmurkan masjid.

Ikon Islam Jawa Barat

Tingginya minat 40 ribu jamaah yang datang dari berbagai wilayah di Jawa Barat menunjukkan bahwa Masjid Raya Al Jabbar telah berkembang melebihi fungsinya sebagai tempat shalat. Masjid ini telah menjadi lambang kesatuan umat, wadah pengembangan dimensi spiritual dan intelektual, serta simbol Islam yang membawa berkah bagi seluruh masyarakat Jawa Barat.

Dengan dukungan maksimal dari pemerintah, keseriusan pengurus, dan keterlibatan aktif masyarakat, Masjid Raya Al Jabbar siap merealisasikan cita-citanya sebagai pusat pendidikan Islam yang unggul. Masjid ini tidak hanya memberikan pencerahan dalam aspek keagamaan, tetapi juga mengokohkan keharmonisan sosial dan kelestarian nilai-nilai luhur budaya Sunda dalam bingkai kebhinekaan.

Adriatno Majid

Seorang penulis berita online yang mengutamakan kecepatan dan ketelitian dalam menyampaikan informasi terkini kepada pembaca. Aktif mengikuti perkembangan isu sosial dan digital. Memiliki hobi membaca artikel sejarah, bersepeda pagi, serta memotret momen sederhana yang menarik. Baginya, proses menulis adalah ruang untuk melihat dunia lebih dekat. Motto hidupnya: "Informasi yang jujur adalah fondasi kepercayaan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *