Kota-Kota yang Membatalkan Perayaan Tahun Baru 2026
Beberapa kota di seluruh dunia memutuskan untuk tidak merayakan tahun baru 2026 dengan pesta kembang api atau keramaian. Keputusan ini diambil karena berbagai alasan seperti ancaman teror, bencana alam, dan kekhawatiran akan keselamatan masyarakat. Berikut adalah daftar kota-kota yang melakukan pembatasan perayaan.
Sydney
Warga Australia masih mengalami trauma akibat penembakan mengerikan di Pantai Bondi yang menewaskan 15 orang dan melukai 40 lainnya. Akibatnya, pertunjukan kembang api Tahun Baru yang biasa digelar di sana dibatalkan. Dewan Waverley menyatakan bahwa acara Malam Tahun Baru di Pantai Bondi, termasuk elrow XXL Bondi dan Local’s Lawn, telah dibatalkan. Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan belas kasih kepada komunitas Yahudi yang masih berduka.
Moskow
Di Rusia, warga diinstruksikan untuk menyambut tahun 2026 dengan penuh pengendalian diri. Pertunjukan kembang api resmi yang biasa dilakukan dibatalkan, pemadaman internet seluler diumumkan untuk alasan keamanan, dan penjualan minuman beralkohol menghadapi pembatasan. Lapangan Merah dan Katedral St. Basil, yang biasanya diterangi oleh kembang api, kini ditutup dan dijaga ketat oleh polisi. Pihak berwenang di 64 dari 89 wilayah Rusia menyatakan bahwa tidak akan ada kembang api Tahun Baru di kota-kota besar.
Paris
Kekhawatiran akan kepadatan penduduk memaksa pembatalan perayaan musik di Champs-Elysées. Para petugas mendesak Wali Kota Anne Hidalgo untuk membatalkan acara tersebut karena khawatir tentang bahaya kepadatan yang bisa menyebabkan korban jiwa. Meskipun banyak warga Paris kecewa, pihak berwenang tetap memprioritaskan keselamatan masyarakat.
Tokyo
Tokyo juga membatalkan perayaan hitung mundur di luar Stasiun Shibuya yang terkenal. Wali Kota Shibuya, Ken Hasebe, menyebutkan kekhawatiran tentang konsumsi alkohol di tempat umum sebagai faktor lain di balik pilihan tersebut. Perayaan malam tahun baru di Stasiun Shibuya yang ikonik biasanya sangat dinantikan masyarakat Tokyo.
Jakarta
Pemerintah nasional Indonesia mendukung berbagai daerah yang memilih untuk membatalkan pertunjukan kembang api untuk mengenang mereka yang terkena dampak banjir dahsyat di pulau Sumatra. Selain Jakarta, beberapa kota lainnya juga memberlakukan larangan warga untuk menyalakan kembang api. Situasi Indonesia masih dalam keadaan berduka akibat bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Barat, dan Lampung.
Belgrade
Belgrade, ibu kota Serbia, memutuskan untuk membatalkan beberapa acara karena kekhawatiran akan keselamatan anak-anak. Ini termasuk perayaan malam tahun baru dan malam tahun baru Serbia pada 14 Januari. Wali Kota Aleksandar Šapić menyebutkan insiden masa lalu di mana pembatas di acara-acara dilanggar sebagai alasan pembatalan tersebut.
Hong Kong
Hong Kong mengganti pertunjukan kembang api tradisional dengan pertunjukan alternatif setelah pembatalannya. Keputusan ini diambil setelah kebakaran paling dahsyat dalam beberapa dekade terakhir. Kebakaran tersebut menewaskan sedikitnya 160 orang di Wang Fuk Court, sebuah kompleks perumahan di pinggiran utara Tai Po. Warga Hong Kong masih berduka akibat insiden tersebut.
Los Angeles
Los Angeles mengalami ancaman bom yang mengakibatkan empat penangkapan selama latihan serangan yang direncanakan. Meskipun tidak membatalkan perayaan resmi, banyak perayaan besar telah dibatalkan di seluruh dunia karena masalah keamanan.
Perayaan tahun baru 2026 di berbagai kota menjadi lebih sederhana dan penuh makna. Setiap keputusan untuk membatalkan pesta kembang api mencerminkan rasa empati dan kesadaran akan pentingnya keselamatan masyarakat.











