"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"
Budaya  

Istighfar Rajab Majmu Syarif: Bacaan Arab, Latin, dan Terjemahan

Bulan Rajab dalam Kalender Hijriah

Bulan Rajab merupakan bulan ketujuh dalam kalender Hijriah. Dalam Al-Qur’an, Rajab termasuk salah satu dari empat bulan haram yang disebutkan secara khusus. Menurut kalender Hijriah yang dirilis oleh Kementerian Agama (Kemenag), tanggal 1 Rajab 1447 H jatuh pada hari ini, Minggu, 21 Desember 2025.

Bulan Rajab memiliki keistimewaan tersendiri bagi umat Islam. Banyak amalan-amalan sunnah dapat dilakukan selama bulan ini. Keistimewaan bulan Rajab juga tercantum dalam surat At-Taubah ayat 36, yang berisi:

“Sesungguhnya jumlah bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam kitab Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah agama yang benar, maka janganlah kamu menganiaya diri sendiri di dalamnya. Dan perangilah orang-orang musyrik itu semuanya sebagaimana mereka memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwa Allah bersama orang-orang yang bertakwa.”

Salah satu amalan yang dapat dilakukan di bulan Rajab adalah dzikir dengan memperbanyak istighfar. Istighfar Rajab Majmu Syarif merupakan bacaan doa untuk memohon ampunan kepada Allah SWT yang dilakukan selama bulan Rajab. Doa-doa dalam Majmu Syarif berasal dari surat-surat pilihan dalam Alquran.

Berikut adalah bacaan istighfar Rajab Majmu Syarif dalam tulisan Latin dan terjemahannya:

Latin:
Astaghfirullahal adziim (3X). Alladhi laa ilaaha illa huwal hayyul qayyuumu wa atuubu ilaaih, min jamii’il ma’aashii, wadh dhunuubi, wa atuubu ilaah, min jamii’i maa karihallaahu qaulan wa fi’lan, wa sam’an, wa basharan, wa hashiran.

Artinya:
Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung 3x. Yang Tidak ada Tuhan selain Dia Yang Maha Hidup lagi berdiri sendiri. Aku bertobat kepada-Nya dari segala maksiat dan dosa. Aku bertobat kepada-Nya dari segala yang Allah benci, baik berupa perkataan, perbuatan, pendengaran, penglihatan, maupun perasaan.

Latin:
Allahumma inii astaghfiruka limaa qaddamtu, wa maa akhkhartu wa maa asraftu, wa maa asrartu, wa maa a’lantu, wa maa anta a’lamu bihii minnii, antal muqaddimu wa antal mu’akhkhiru, wa anta ‘alaa kulli sya’in qadiir.

Artinya:
Ya Allah, sesungguhnya aku memohon ampun terhadap apa-apa (dosa-dosa) yang telah lalu maupun yang kemudian, baik (dosa yang aku perbuat) keterlaluan, (dosa yang aku sembunyikan), (dosa yang aku perbuat) secara terang-terangan, maupun apa-apa (dosa-dosa) yang Engkau lebih mengetahuinya daripada aku. Engkau-lah Yang Maha Pemula, Engkau-lah Yang Maha Akhir, dan hanya Engkau-lah Yang Maha Mengetahui atas segala sesuatu.

Latin:
Allahumma inii astaghfiruka min kulli dhambin tubtu ilaika min hu, tsumma ‘udtu fiih. wa astaghfiruka bi maa ‘aradtu bihii wajhakal karima fa khalathtuhu bimaa ‘alaihi sa’alaka bi hii ridlan.

Artinya:
Ya Allah sesungguhnya aku memohon ampun kepada-Mu dari setiap dosa, aku bertobat kepada-Mu dari dosa yang aku lakukan lagi. Aku memohon ampun kepada-Mu terhadap apa-apa yang aku maksudkan untuk berbakti kepada-Mu, Yang Maha Mulia, namun tercemari oleh apa-apa yang tidak Engkau ridhoi.

Latin:
Wa astaghfiruka minan ni’amil latii an’amta bi haa ‘alayya fa sharaftuhaa wa taqawwaitu bi haa ‘alal ma’aashii. wa astaghfiruka minadh dhunuubil latii laa yaghfiruhaa ghairuka wa yaththali’u ‘alaihaa ahadun siwaak, wa laa yasa’uhaa illa rahmatuka wa hilmuka wa laa yunjii min haa illa ‘afwuka.

Artinya:
Aku mohon ampun kepada-Mu dari segala nikmat yang Engkau limpahkan kepadaku namun aku menyalahgunakannya di jalan maksiat. Aku memohon ampun kepada-Mu dari segala dosa yang tidak ada yang dapat mengampuninya selain-Mu, dan janganlah memperlihatkannya kepada seorang pun selain-Mu, dan tidak ada yang dapat melapangkannya kecuali rahmat-Mu dan kesantunan-Mu, serta tidak ada yang dapat selamat darinya kecuali ampunan-Mu.

Latin:
Wa astaghfiruka min kulli yamiinin halaftu bi haa fahanaftu fii haa wa ana ‘indaka ma’khudum bihaa. wa astaghfiruka ya laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minadh dhaalimiin.

Artinya:
Aku memohon ampun kepada-Mu atas apa-apa yang aku janjikan kepada-Mu kemudian aku khilaf kepada-Mu. Aku memohon ampun kepada-Mu atas apa-apa yang Engkau berikan kepadaku, namun aku menyepelekannya. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon ampun kepada-Mu, karena aku termasuk orang-orang yang zalim.

Latin:
Wa astaghfiruka ya laa ilaaha illaa anta, ‘aalimul ghaibi wasysyahaadati min kulli sya’atin ‘amiltuhaa fii bayadlin nahaari wasawaadil laili fii mala’in wa khalain wa sirrin wa ‘alaniyyatin, wa anta ilayya nadziirun idartakabtuhaa taraa maaaataituhu minal ‘ishyaani bihii ‘amdan aw khata’an aw nisyaanan yaa haliimu yaa kariim, wa astaghfiruka yaa laa ilaaha illaa anta subhanaaka innii kuntu minadl dlaalimiin rabbighfirlii warhamnii watub ‘alayya wa anta khairur raahimiin.

Artinya:
Dari segala dosa yang aku lakukan di siang hari dan malam hari, dalam keadaan terang maupun gelap, dalam keadaan tersembunyi maupun terbuka, dan Engkau melihatnya ketika aku melakukan dosa tersebut, apakah dengan sengaja, kesalahan, atau lupa. Wahai Yang Maha Pengampun, wahai Yang Maha Mulia, sesungguhnya aku memohon ampun kepada-Mu, karena aku termasuk orang-orang yang zalim. Ya Tuhan, berilah ampunan kepada-Ku, kasihani aku, dan terimalah tobat-Ku. Karena Engkaulah yang terbaik dalam memberi ampunan.

Latin:
Wa astaghfiruka min kulli faridhatin wajabat alayya fiiaanalil laili wa athraafan nahaari fa taraktuhaa ‘amdan aw khata’an aw nis’yaanan aw tahaawunan wa ana mas’ulun bihaa wa min kulli sanatin min sunani sayyidil mursaliina wakhaatimin nabiyyiina muhammadin shallallahu ‘alaihi wasallam fataraktuha ghaflatan aw syahwan aw jahlan aw tahawunan qallat aw katsurat wa ana ‘aaidum bi haa.

Artinya:
Aku memohon ampun kepada-Mu dari segala kewajiban yang harus aku tunaikan di malam hari dan siang hari, namun aku tinggalkan dengan sengaja, kesalahan, lupa, atau meremehkannya. Aku juga memohon ampun kepada-Mu dari setiap tahun dari sunnah-sunnah Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, yang aku tinggalkan karena lalai, lalai, bodoh, atau meremehkannya, baik sedikit maupun banyak, dan aku akan kembali kepada-Nya.

Latin:
Wa astaghfiruka yaa laa ilaaha illaa anta wahdaka la syarikalak, subhaanaka rabbal ‘alamiin. lakal mulku wa lakal hamdu walakasy syukru wa anta hasbunaa wa ni’mal wakiil, ni’mal maulaa wani’man nashiir wa laa haula wa laa quwwata illaa billahil ‘aliyyil ‘adhiim. wa shallaallahu ‘alaa sayyidinaa muhammadin wa aalhi washahbiihi wa sallama tasliiman katsiraw wal hamdu lillaahi rabbil ‘aalamin.

Artinya:
Aku memohon ampun kepada-Mu, ya Tuhan yang satu, tiada sekutu bagimu. Maha Suci Engkau, Tuhan semesta alam. Bagi-Mu kerajaan dan bagi-Mu segala puji dan syukur. Engkau adalah pelindung kami, sebaik-baiknya pelindung, sebaik-baiknya pemilik, dan sebaik-baiknya penolong. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan izin Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad saw, juga keluarganya, para sahabatnya, dengan keselamatan yang banyak. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.

Hendra Susanto

Reporter online yang antusias menjelajahi isu terkini dengan pendekatan analitis. Ia suka membaca buku motivasi, mendengarkan musik akustik, dan membuat catatan ide. Menurutnya, menulis adalah proses belajar yang tak berakhir. Motto: "Setiap paragraf harus mengandung nilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *