Persebaya Surabaya menghadapi tantangan berat dalam kompetisi Super League 2025/2026. Klub yang dikenal dengan julukan Green Force ini kini harus menanggung hukuman denda yang cukup besar, yaitu sebesar Rp 405 juta. Denda tersebut membuat Persebaya menjadi klub kedua terbanyak menerima sanksi finansial di antara peserta liga, hanya tertinggal dari PSM Makassar yang mencatatkan total denda sebesar Rp 420 juta.
Peristiwa yang Mengakibatkan Denda Besar
Pada pekan ke-14, Persebaya Surabaya menghadapi beberapa insiden serius yang menyebabkan penalti dari Komite Disiplin PSSI. Salah satu peristiwa terparah terjadi saat melawan Arema FC di Stadion Gelora Bung Tomo pada 22 November 2025. Dalam pertandingan itu, terdapat beberapa pelanggaran yang dianggap serius dan berpotensi membahayakan keselamatan pemain serta ofisial.
- Penyalaan petasan sebanyak enam kali dari Tribun Utara mendapatkan denda terbesar, yaitu sebesar Rp 120 juta.
- Pelemparan botol air minum, roti, dan paper roll pada menit ke-63 dari area VIP Barat dan Tribun Timur mendapatkan denda sebesar Rp 30 juta.
- Kerusuhan di Tribun Barat, Utara, dan Selatan yang menyebabkan korban luka memberikan denda sebesar Rp 40 juta kepada panitia pelaksana pertandingan.
- Kejadian pitch invasion setelah laga usai juga membuat Persebaya kembali didenda sebesar Rp 60 juta.
Selain itu, Arema FC juga menerima denda sebesar Rp 80 juta karena tujuh pemain dan satu ofisialnya menerima kartu kuning.
Denda Tambahan dari Pertandingan Lain
Masalah bagi Persebaya tidak berhenti di situ. Di pekan ke-14, klub ini kembali menerima hukuman dari Komdis PSSI akibat pertandingan melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC pada 28 November 2025. Empat pemain dan satu ofisial Persebaya Surabaya menerima kartu kuning, sehingga menghasilkan denda tambahan sebesar Rp 50 juta.
Jika dihitung dari awal musim hingga pekan ke-14, total denda yang diterima Persebaya Surabaya mencapai Rp 405 juta. Angka ini menjadikannya sebagai klub dengan jumlah denda terbesar kedua di Super League 2025/2026.
Daftar Klub dengan Denda Besar
Beberapa klub lain juga memiliki catatan denda yang signifikan:
- PSM Makassar: Rp 420 juta
- Persija Jakarta: Rp 350 juta
- Persik Kediri: Rp 260 juta
- Arema FC: Rp 255 juta
- Persijap Jepara: Rp 205 juta
- Bhayangkara FC: Rp 195 juta
- Persib Bandung: Rp 185 juta
- Madura United: Rp 180 juta
- Malut United: Rp 115 juta
- Persis Solo dan Persita Tangerang: masing-masing Rp 105 juta
- Dewa United dan PSIM Yogyakarta: masing-masing Rp 100 juta
- Bali United: Rp 80 juta
- Semen Padang: Rp 70 juta
- Borneo FC: Rp 50 juta
Satu-satunya klub yang belum menerima denda hingga pekan ke-14 adalah PSBS Biak.
Total Denda Keseluruhan Klub
Jika dijumlahkan, total denda seluruh klub peserta Super League 2025/2026 mencapai Rp 2.980.000.000. Rata-rata denda per klub berada di kisaran Rp 165 juta, angka yang menunjukkan betapa ketatnya pengawasan dari Komdis PSSI.
Bagi Persebaya Surabaya, denda sebesar Rp 405 juta menjadi peringatan serius di tengah ambisi untuk bersaing di papan atas. Performa di lapangan harus diimbangi dengan kedisiplinan agar boncos denda tidak terus menghantui perjalanan musim ini.
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."











