"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"
Daerah  

3 Berita Terpopuler Sumbar: Korban Bencana Agam Bertambah, Elpiji 3 Kg Langka

Berita Terkini Mengenai Bencana di Sumatera Barat

Selama 24 jam terakhir, beberapa berita mengenai bencana alam yang terjadi di Sumatera Barat menjadi perhatian masyarakat. Berikut adalah tiga berita utama yang paling populer.

Korban Tewas Akibat Bencana Hidrometeorologi di Kabupaten Agam Meningkat

Korban jiwa akibat bencana hidrometeorologi di Kabupaten Agam, Sumatera Barat kembali bertambah dua orang pada Rabu (10/12/2025). Data tersebut diupdate oleh Dinas Kominfo Kabupaten Agam pada pukul 20:00 WIB.

Sebelumnya, jumlah korban meninggal dunia tercatat sebanyak 188 orang. Namun, setelah penambahan dua orang, total korban meninggal dunia menjadi 190 orang.

Kadis Kominfo Agam, Roza Syafdefianti, menyampaikan bahwa data ini telah diperbarui dan menjadi informasi terkini. Selain itu, jumlah jenazah yang belum teridentifikasi juga bertambah menjadi 25 orang. Sementara itu, korban yang masih hilang mencapai 72 orang.

Untuk korban yang mendapatkan perawatan, jumlahnya sebanyak 13 orang. Pemkab Agam juga melaporkan bahwa jumlah korban mengungsi berkurang menjadi 4.117 orang. Selain itu, terdapat 988 orang warga yang masih terisolasi hingga saat ini.

Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kilo di Lokasi Bencana

Warga di Salareh Aia, Palembayan, Agam, Sumbar mengalami kesulitan dalam memperoleh gas elpiji 3 kilo pasca bencana. Kelangkaan ini sudah terjadi sejak hari pertama bencana, namun kondisi semakin memburuk karena stok yang tersedia semakin sedikit dan harga yang tinggi.

Warga yang awalnya mengandalkan makanan dari dapur umum di posko pengungsian mulai kembali ke rumah masing-masing. Namun, mereka kesulitan menyiapkan makanan sendiri karena tidak adanya gas. Bahkan, harga gas bisa mencapai Rp35 ribu per tabung.

Nurhaida, warga setempat, mengatakan bahwa ketersediaan gas sangat langka. Di nagari tersebut hanya ada dua pangkalan gas, satu di antaranya telah disapu banjir bandang. Sementara itu, pangkalan lainnya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan ribuan kepala keluarga dan dapur umum.

Selain gas, Nurhaida juga mengeluhkan kebutuhan air bersih yang sulit dipenuhi. Sumber air utama di sungai sudah tidak bisa digunakan lagi. Selain itu, akses listrik juga terbatas, hanya warga yang tinggal di jalan utama yang bisa mengakses listrik.

Debit Sungai Batu Busuk Kembali Naik Akibat Hujan

Hujan yang mengguyur kawasan Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatera Barat mengakibatkan debit air Sungai Batu Busuk kembali naik, Rabu (10/12/2025). Pantauan sekitar pukul 14.00 WIB menunjukkan aliran air yang deras dan berwarna cokelat pekat.

Aliran air ini menerjang berbagai objek termasuk merusak bahu jalan dekat Kelurahan Kapalo Koto. Kayu gelondongan juga terlihat di tepi sungai dengan berbagai ukuran, sisa dari banjir bandang beberapa waktu lalu.

Asril, salah satu warga, mengatakan curah hujan yang tinggi menyebabkan aliran air di Sungai Batu Busuk kembali deras. Akibatnya, beberapa titik jalan putus, terutama di atas jembatan Lubuk Kabun sebelum menuju Batu Busuk.

Syaiful, warga Kelurahan Kapalo Koto, juga menyampaikan bahwa air sungai kembali naik sejak semalam akibat hujan yang belum reda. Ia mengkhawatirkan kembali terjadinya banjir bandang yang menghanyutkan rumah-rumah warga.

Jalan yang tergenang air dan lumpur membuat kendaraan sulit melewati area tersebut. Akses melewati jembatan Batu Busuk juga tidak bisa dilewati karena derasnya aliran air. Material tanah atau lumpur yang ada di jalan membuatnya berbahaya bagi pengendara.




Bayu Purnomo

Penulis yang terbiasa meliput isu-isu pemerintahan, ekonomi, hingga gaya hidup ringan. Ia gemar bersepeda sore dan merawat tanaman hias di rumah. Rutinitas sederhana itu membantunya menjaga fokus dan kreativitas. Motto: "Berpikir jernih menghasilkan tulisan yang kuat."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *