Upaya Pemulihan Kelistrikan di Aceh Pasca-Bencana Banjir dan Longsor
Setelah mengalami bencana banjir dan longsor yang menimbulkan dampak signifikan, wilayah Aceh kini sedang berupaya keras untuk melakukan pemulihan. Salah satu aspek penting yang menjadi fokus utama adalah pemulihan jaringan listrik, yang sangat vital bagi kehidupan masyarakat sehari-hari.
PT PLN (Persero) menyatakan bahwa mereka terus berupaya mempercepat proses pemulihan di daerah-daerah yang terdampak. Dalam keterangan resmi mereka pada Senin (8/12/2025), disebutkan bahwa listrik telah kembali mengalir di empat kabupaten yang paling terdampak, yaitu Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Tamiang, dan Gayo Lues.
Proses Pemulihan yang Masih Tidak Sempurna
Meskipun ada kemajuan dalam pemulihan kelistrikan, kondisi di lapangan masih jauh dari kata normal. Beberapa titik fokus masih mengalami gangguan serius. Berikut penjelasan mengenai situasi di beberapa kabupaten:
-
Bener Meriah lumpuh total
Kabupaten Bener Meriah mengalami situasi paling kritis. Wartawan Tribun Gayo melaporkan bahwa seluruh jaringan listrik di daerah tersebut masih mati. Selain itu, akses telekomunikasi juga terganggu, sehingga komunikasi antar warga sangat terbatas. Harga kebutuhan pokok seperti Pertamax eceran mencapai Rp 60.000 hingga Rp 80.000 per liter, sementara pasokan logistik seperti beras mulai menipis. Enam kecamatan di Bener Meriah bahkan dilaporkan masih terisolasi sepenuhnya. -
Aceh Tamiang aliran listrik baru 5 persen
Di Aceh Tamiang, pemulihan listrik masih sangat terbatas. Hanya 5 persen wilayah yang memiliki aliran listrik, terutama di Kecamatan Karang Baru. Meskipun PLN sempat menyediakan pasokan listrik dari genset darurat, ini belum cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat secara keseluruhan. -
Satu titik terang di Aceh Tengah
Satu-satunya titik terang dilaporkan dari Takengon, Aceh Tengah. Listrik sudah mulai mengalir kembali ke rumah-rumah, khususnya di kawasan Kampung Blang Kolak I, Kecamatan Bebesen sejak Minggu (7/12/2025) malam. Namun, kondisi ini masih terbatas dan belum merata. -
Gayo Lues masih gelap
Wilayah Gayo Lues mengalami gangguan total pada jaringan telekomunikasi, sehingga informasi terbaru tentang pemulihan kelistrikan maupun situasi umum tidak dapat diakses.
Fokus PLN pada Bantuan dan Solusi Cepat
PLN mengklaim adanya percepatan signifikan dalam pemulihan kelistrikan di Aceh. Hal ini didukung oleh rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di posko terpadu penanganan bencana alam Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, pada Minggu (7/12/2025). Rapat tersebut turut dihadiri oleh Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, serta jajaran menteri dan pemerintah daerah.
Menurut Menteri Bahlil, pemulihan kelistrikan di empat kabupaten yang terdampak parah berjalan lancar berkat kolaborasi berbagai pihak. Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menjelaskan bahwa kehadiran langsung Presiden memberikan dorongan moril luar biasa bagi seluruh insan PLN di lapangan.
Darmawan menyatakan bahwa progres pemulihan kelistrikan Aceh hari ini berhasil meningkat signifikan dari sebelumnya 81 persen menjadi 93 persen. Namun, proses sinkronisasi sistem kelistrikan diperlukan selama 24 jam agar pasokan listrik lebih stabil dan kokoh.
Tantangan dan Langkah yang Dilakukan
Proses pemulihan menjadi sangat menantang karena banjir dan longsor susulan merobohkan beberapa tower transmisi tegangan tinggi di titik-titik baru yang sebelumnya tidak terdampak. Kondisi ini memaksa PLN untuk melakukan identifikasi ulang jaringan dan membangun tower darurat.
Untuk mencapai sistem kelistrikan yang andal seperti sedia kala, PLN mengutamakan fasilitas-fasilitas layanan publik seperti rumah sakit, posko pengungsian, kantor pemerintahan, jaringan telekomunikasi, dan fasilitas vital lain yang sebelumnya lumpuh. Secara bertahap, pasokan listrik kemudian akan disalurkan ke rumah-rumah masyarakat.
Petugas PLN juga terus bersiaga di wilayah-wilayah yang terdampak untuk mengantisipasi setiap potensi gangguan kelistrikan susulan.
Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”










