"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

Anggaran Terbatas Tak Halangi STEKANS TTS Gelar Turnamen Taekwondo Pertama

Turnamen Taekwondo Pertama di TTS Direspons Positif oleh Atlet dan Pemangku Kepentingan

Turnamen taekwondo pertama yang digelar oleh Dojang STEKANS di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) berjalan dengan sukses. Acara bertajuk First Taekwondo Championship ini diselenggarakan di Gor Nekmese Soe pada Sabtu (6/12/2025), meski dengan keterbatasan anggaran.

Partisipasi yang Mengesankan

Menurut ketua panitia pelaksana, Endang Nomleni, sebanyak 393 atlet dari enam kabupaten berpartisipasi dalam turnamen ini. Mereka berasal dari Sikka, TTU, Belu, Atambua, Rote, dan Kota Kupang. Kategori lomba yang dilombakan adalah pomsae dan kiyorugi.

“Turnamen ini merupakan open turnamen dengan jumlah atlit yang mendaftar sebanyak 393 atlit dari enam kabupaten,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa acara ini diadakan tanpa adanya sponsor. Semua dana berasal dari biaya pendaftaran peserta sebesar Rp 200.000 per orang. Meskipun demikian, ia mengungkapkan rasa terharu dan kecewa karena tidak semua pihak memberikan perhatian yang merata terhadap olahraga di TTS.

Perhatian yang Sama untuk Semua Cabang Olahraga

Endang menyampaikan bahwa setiap kali atlet keluar daerah, mereka membawa nama Kabupaten TTS. Ia menilai bahwa setiap cabang olahraga harus mendapatkan perhatian yang sama.

“Kami memperhitungkan pengeluaran mulai dari sewa alat, hadiah, uang pembinaan, honor wasit, konsumsi, transportasi, dan lainnya,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati TTS, Eduard Markus Lioe, yang hadir langsung membuka acara. Menurutnya, kebijakan Bupati membantu meringankan beban panitia.

Peran Bupati dalam Pengembangan Taekwondo

Bupati TTS, Eduard Markus Lioe, menyampaikan bahwa taekwondo menjadi salah satu cabang olahraga prioritas di daerah ini. Menurutnya, olahraga ini penting untuk persiapan atlet menuju PON 2028.

“Dalam rangka menghadapi PON 2028 yang akan datang. Tentunya taekwondo NTT sudah siapkan atlit yang baik, dan tentu dalam event ini dapat dilihat juga atlit kita yang akan tampil mewakili NTT pada PON 2028 juga,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa turnamen ini bukan hanya sekadar ajang merebut piala, tetapi juga momen saling mengenal antar atlet. Ia mengimbau agar semua peserta menjunjung sportivitas selama perlombaan berlangsung.

Dukungan dari Berbagai Pihak

Turut hadir dalam acara ini, Ketua Cabang Olahraga Taekwondo NTT, Fransisko Besi, Kapolres TTS, AKBP Hendra Dorizen, serta para wasit nasional dan daerah. Selain itu, peserta dan orang tua juga turut hadir dalam acara ini.

Fransisko Besi menyampaikan terima kasih kepada orang tua peserta yang telah mendukung anak-anaknya dalam mengikuti turnamen ini. Menurutnya, dukungan tersebut sangat penting untuk meningkatkan kemampuan anak dalam olahraga.

Jadwal dan Harapan Ke depan

Turnamen ini akan berlangsung hingga Minggu (7/12/2025) di Gor Nekmese, Kobelete, Kecamatan Kota Soe. Acara ini diharapkan menjadi awal yang baik dalam pengembangan taekwondo di TTS dan sekitarnya.


Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *