Laga Berjalan Sengit, Persebaya Surabaya Gagal Pertahankan Keunggulan
Laga pekan ke-14 Super League 2025/2026 antara Persebaya Surabaya dan Bhayangkara FC berlangsung sangat intens sejak menit awal. Kedua tim tampil kompetitif dan saling memperebutkan poin penting dalam pertandingan yang akhirnya berakhir imbang 1-1.
Bhayangkara FC langsung memberikan tekanan kuat pada babak pertama melalui aksi cepat Dendy Sulistyawan dan Sani Rizki Fauzi. Meskipun beberapa kali melepaskan tendangan, mereka belum berhasil menciptakan peluang yang benar-benar mengancam gawang Persebaya Surabaya.
Tekanan tinggi dari pasukan Paul Munster memaksa lini belakang Persebaya bekerja keras untuk menghalau serangan lawan. Sani kembali memberi ancaman pada menit keenam dengan tendangan yang nyaris mengenai target, disusul oleh peluang yang dibangun Firza Andika.
Persebaya Surabaya mencoba keluar dari tekanan dengan serangan balik cepat, namun upaya mereka belum cukup efektif untuk menciptakan peluang matang. Pemain asing Milos Raickovic mencoba peruntungan pada menit ke-15, namun sepakannya masih belum tepat sasaran.
Kemudian, Mihailo Perovic mulai aktif membuka ruang dan mengirim umpan berbahaya beberapa menit kemudian. Raickovic kembali mencoba peruntungan pada menit ke-24, sementara Bruno Moreira Soares menghadirkan peluang terbaik Persebaya Surabaya di babak pertama meski belum mampu mengancam gawang Aqil Savik.
Intensitas pertandingan semakin meningkat seiring kedua tim saling bergantian menciptakan peluang. Bhayangkara tidak mengendurkan serangan dan mendapatkan peluang emas melalui Lautaro Jose Belleggia serta Sani yang sempat memaksa Ernando Ari melakukan penyelamatan.
Namun penyelesaian akhir masih menjadi masalah besar bagi The Guardian yang terus membuang peluang. Kartu kuning mulai bermunculan ketika duel lini tengah semakin keras, termasuk untuk Belleggia, Damjanovic, dan Spasojevic dari kubu Bhayangkara. Persebaya Surabaya ikut mendapatkan dua kartu kuning untuk Perovic dan Sadida yang terlibat duel sengit di sektor tengah.
Jelang babak pertama berakhir, Bhayangkara kembali mendapat peluang bertubi-tubi melalui Fareed Sadat namun tiga percobaannya masih bisa digagalkan pertahanan Persebaya Surabaya. Dominasi Bhayangkara tidak membuahkan hasil sehingga skor tetap 0-0 saat turun minum.
Di babak kedua, Persebaya Surabaya melakukan perubahan dengan memasukkan Moch Ichsas Baihaqi untuk meningkatkan stabilitas pertahanan. Pergantian itu langsung diikuti peluang berbahaya dari Bruno dan Paulo Gali meski sepakan Bruno masih melebar.
Bhayangkara mendapatkan kartu kuning untuk Fareed pada menit ke-53 yang menandai meningkatnya tensi permainan di babak kedua. Persebaya Surabaya kemudian merespons dengan peluang berbahaya dari Malik Risaldi yang melepaskan tembakan tepat sasaran satu menit berselang.
Bhayangkara terus mencoba mencari gol lewat Subo Seto dan Damjanovic namun upaya mereka masih belum menemui sasaran. Persebaya Surabaya balik menekan melalui Perovic dan Paulo Gali yang terus memaksa lini belakang tuan rumah bekerja ekstra.
Munster melakukan rotasi dengan memasukkan Spasojevic dan Vinicius untuk menambah tenaga baru di lini depan. Tekanan Bhayangkara pun meningkat namun Persebaya Surabaya tetap disiplin menjaga area pertahanan mereka.
Persebaya Surabaya melakukan pergantian kedua dengan memasukkan Rizky Dwi menggantikan Malik untuk mengimbangi intensitas permainan Bhayangkara. Sementara itu, peluang demi peluang dari kedua tim kembali tidak membuahkan hasil karena penyelesaian akhir yang kurang klinis.
Puncak drama terjadi pada menit ke-79 ketika Nehar Sadiki melepaskan tembakan tepat sasaran namun masih bisa diamankan. Dua menit kemudian, justru Persebaya Surabaya yang membuka keunggulan melalui gol bunuh diri I Putu Gede Juni Antara yang gagal mengantisipasi bola dengan sempurna.
Gol tersebut membuat Persebaya Surabaya unggul 1-0 dan memberi tekanan besar kepada Bhayangkara yang sebelumnya mendominasi jumlah peluang. Namun situasi berubah ketika Bhayangkara melakukan pergantian pemain memasukkan Titan Agung dan Ardi Idrus untuk mengejar ketertinggalan.
Persebaya Surabaya mencoba menutup pertandingan dengan memasukkan Dime Dimov untuk menjaga kedalaman serangan mereka. Laga memasuki menit-menit krusial dan intensitas semakin tinggi di tengah stamina pemain yang mulai menurun.
Tekanan Bhayangkara akhirnya membuahkan hasil saat salah satu serangan mereka memaksa situasi berbahaya yang berujung gol penyama kedudukan, meski tidak dijelaskan detail pencetak gol dalam catatan pertandingan melalui sundulan Titan Agung menit ke-90+8.
Persebaya Surabaya gagal mempertahankan momentum sehingga skor berubah 1-1 menjelang akhir laga. Upaya terakhir Bhayangkara hadir melalui sepakan Dendy di menit 90+4 namun masih melenceng dari gawang Ernando.
Persebaya Surabaya menutup laga dengan pergantian Paulo Gali oleh Alfan Suaib, namun waktu sudah habis untuk mencari gol tambahan. Pertandingan berakhir imbang 1-1 dan menjadi hasil yang mengecewakan bagi Persebaya Surabaya yang sempat memimpin lewat gol bunuh diri lawan.
Bhayangkara di sisi lain boleh merasa frustrasi karena banyak peluang yang terbuang meski tampil dominan sepanjang laga.
Starting XI
Bhayangkara FC
Muchamad Aqil Savik; Firza Andika, Nehar Sadiki, Slavko Damjanovic, I Putu Gede Juni Antara; Christian Ilic, Lautaro Jose Belleggia; Dendy Sulistyawan, Wahyu Subo Seto, Sani Rizki Fauzi; Fareed Sadat
Pelatih: Paul Munster
Persebaya Surabaya
Ernando Ari Sutaryadi; Arief Catur Pamungkas, Leonardo Silva Lelis, Rachmat Irianto, Dejan Tumbas; Milos Raickovic, Sadida Nugraha Putra; Paulo Domingos Gali Da Costa Freitas, Bruno Moreira Soares, Malik Risaldi; Mihailo Perovic
Pelatih: Uston Nawawi (Caretaker)
Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”











