"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

Angkutan Bus Perintis di Maluku Utara Menghubungkan Pulau-Pulau Rempah

Layanan Angkutan Perintis di Maluku Utara

Di Provinsi Maluku Utara, layanan angkutan perintis masih beroperasi meskipun menghadapi berbagai tantangan. Armada yang digunakan memiliki usia yang tua, kesulitan dalam mendapatkan suku cadang, serta isu terkait kompetensi pengemudi dalam merawat kendaraan. Meskipun begitu, layanan ini tetap menjadi salah satu bentuk pelayanan transportasi yang penting bagi masyarakat di wilayah tersebut.

Provinsi Maluku Utara memiliki 15 rute angkutan perintis dengan total panjang jalur sepanjang 1.838 km. Rute terpanjang mencapai 432 km antara Tobelo dan Trans Sukamaju (Kabupaten Halmahera Utara), sedangkan rute terpendek hanya sejauh 32 km yaitu Tobelo hingga Jikomoi (Kabupaten Halmahera Utara). Seluruh rute tersebut tersebar di berbagai kabupaten di provinsi ini, termasuk di kawasan transmigrasi.

Layanan angkutan perintis tidak tersedia di Kota Ternate dan Kabupaten Taliabu. Namun, Perum Damri Cabang Halmahera tetap melayani kawasan transmigrasi di empat kabupaten, yaitu Kabupaten Halmahera Barat (Transmigrasi Goal), Kabupaten Halmahera Utara (Transmigrasi Sukamaju), Kabupaten Halmahera Tengah, dan Kabupaten Halmahera Timur.

Kota Ternate dinilai sudah mampu untuk dilayani secara komersial, sementara Kabupaten Pulau Taliabu menghadapi kendala karena armada bus yang terbatas serta akses jalan antar kampung yang kurang memadai. Di dalam kawasan Pulau Taliabu, beberapa desa belum sepenuhnya terhubung oleh jembatan.

Berdasarkan data dari Perum Damri Cabang Halmahera, layanan angkutan perintis menjangkau delapan wilayah kabupaten dan kota. Di Kabupaten Halmahera Utara, operasional meliputi rute Tobelo–Toliwang (104 km), Tobelo–Galela–Saluta–Tanjung Jere (184 km), Tobelo–Jikomoi (32 km), serta rute panjang Tobelo–Trans Sukamaju sejauh 432 km.

Untuk wilayah kepulauan, layanan tersedia di Kepulauan Sula dengan rute Pasar Fogi–Pelabuhan Feri Sanana (60 km) dan Terminal Fogi–Manaf (88 km). Di Pulau Morotai, rute yang tersedia adalah Gorua–Bere-bere–Daruba (38 km) dan Wayabula–Daruba (100 km).

Di kawasan tengah dan selatan, rute meliputi Halmahera Tengah dengan rute Weda–Kobe Sawai (224 km) dan Weda–Bisui (96 km), serta Halmahera Selatan/Pulau Bacan dengan rute Babang–Bibinoi–Wayaua (64 km) dan Belang Belang–Labuha–Kubung (70 km).

Lintasan Weda – Bisui merupakan lintasan Antar Kabupaten Dalam Provinsi. Lintasan ini melewati daerah transmigrasi Kecamatan Wairoro Kabupaten Halmahera Tengah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Halmahera Selatan di daratan Pulau Halmahera.

Selain itu, jaringan perintis juga melayani Kota Tidore Kepulauan dengan rute Pelabuhan Rum–Terminal Sarimalaha (134 km), Halmahera Barat dengan rute Terminal Transgoal–Desa Susupu–Terminal Jailolo (36 km), dan Halmahera Timur dengan rute Iga–Subaim (176 km).

Lintasan Iga – Subaim telah dilakukan evaluasi karena tidak dapat melaksanakan rute sampai ke Desa Iga. Masalah jalan rusak menyebabkan revisi menjadi Kakaraino – Subaim.

Masing-masing rute disediakan 1 unit armada, kecuali ada dua armada di rute Tobelo – Galela – Saluta Tanjung Jere dan Tobelo – Jikomoi. Untuk melayani 15 trayek angkutan perintis, telah disiapkan total 19 armada yang terdiri dari 11 bus medium dan 8 mikrobus. Operasional ini didukung oleh 19 pengemudi, dengan dua unit armada disiagakan khusus sebagai cadangan.

Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor KP-DRJD 5958 Tahun 2024, Provinsi Maluku Utara akan mengoperasikan 15 trayek angkutan perintis pada tahun 2025 di bawah koordinasi BPTD Kelas II Maluku Utara. Kelima belas trayek ini dirancang secara strategis untuk menghubungkan pusat ekonomi, layanan publik, serta wilayah dengan akses terbatas, guna memperkuat konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Merujuk data Direktorat Angkutan Jalan Ditjenhubdat, alokasi anggaran operasional angkutan perintis di Provinsi Maluku Utara pada tahun 2025 ditetapkan sebesar Rp 8.590.557.000. Hingga bulan Oktober, realisasi penyerapan dana berdasarkan data E-Mon telah mencapai Rp 6.082.425.380 atau sebesar 70,80 persen.

Askanah Ratifah

Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *