"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"
Berita  

India Siap Menjadi Penyelamat iPhone dari Konflik Dagang Seperti yang Dihadapi oleh Harley Davidson

"India Bersiap untuk Menjadi Penyelamat iPhone dalam Konflik Dagang yang Sama dengan yang Dihadapi oleh Harley Davidson"

Enrekangpost.com – NEW DELHI – Tarif impor baru Amerika Serikat membuat negara-negara ASIA bereaksi, bahkan China lawan terkuat AS saat ini siap membuat tarif impor tandingan untuk produk AS seperti iPhone. Pasalnya, komponen inti yang terdapat di iPhone berasal dari berbagai negara dan sebagian besar diproduksi di China, yang telah menjadi pusat manufaktur elektronik selama satu generasi. Hal ini membuat pemindahan proses perakitan ke AS menjadi sulit dan mahal. Analis riset senior dari Rosenblatt Securities, Barton Crockett, menyatakan bahwa langkah seperti itu akan memakan waktu bertahun-tahun dan akan menjadi usaha yang besar dan mahal.

Selain itu, jika proses perakitan ponsel dilakukan di AS, maka harga iPhone kemungkinan akan meningkat secara signifikan. Saat ini, harga iPhone 16 masih sama dengan saat iPhone 15 dirilis, dengan harga termurah mencapai USD799 atau sekitar Rp12,2 juta dan harga termahal mencapai USD1.599 atau sekitar Rp24,7 juta untuk varian Pro Max dengan penyimpanan 1TB. Namun, dengan adanya tarif baru yang diberlakukan untuk barang dari China, harga iPhone dapat naik hingga mencapai USD850.

Meskipun demikian, Apple dikabarkan akan mengirim lebih banyak iPhone dari India untuk mengimbangi kenaikan tarif impor dari China. Hal ini dilaporkan oleh Wall Street Journal pada hari Senin lalu. Dengan begitu, harga iPhone tetap stabil meskipun adanya tarif baru. Selain itu, Apple juga berencana untuk memproduksi iPhone 16 Pro dan Pro Max di India sebagai upaya untuk mengurangi ketergantungan pada produksi di China. Pabrik Foxconn di Tamil Nadu telah dilatih untuk merakit ribuan unit iPhone tersebut yang akan diekspor ke pasar lain seperti AS dan Eropa.

Hafsha Kamilatunnisa

Hafsha Kamilatunnisa adalah seorang Jurnalis yang mengangkat kisah masyarakat, kegiatan sosial, dan gerakan komunitas. Ia aktif dalam kegiatan sukarelawan, hobi memotret aksi sosial, dan membaca kisah inspiratif. Motto: “Empati adalah kekuatan terbesar penulis.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *