Enrekangpost.com – Dalam industri permainan, penggunaan kecerdasan buatan semakin berkembang dan menimbulkan kontroversi serta kekhawatiran. Meskipun telah lama digunakan dalam permainan video, penggunaan AI kini semakin luas dan menimbulkan kekhawatiran dari berbagai pihak.
Banyak pihak merasa digantikan oleh AI dalam industri ini, sehingga pengembang dapat menghadapi risiko kehilangan pekerjaan karena penggunaan alat AI yang dapat menggantikan pekerjaan mereka. Selain itu, gamer juga dapat dengan mudah melihat penggunaan AI generatif yang menghasilkan kualitas yang rendah, yang sering disebut sebagai ‘AI slop’.
Namun, terlepas dari kontroversi dan kekhawatiran tersebut, laporan terbaru dari Unity, platform pengembangan waktu nyata yang digunakan oleh banyak studio permainan modern, menunjukkan bahwa sebagian besar pengembang merasa positif tentang dampak AI pada industri permainan. Dari 300 pengembang yang diwawancarai, sebanyak 79 persen merasa positif tentang penggunaan AI dalam game, sementara 17 persen merasa netral dan hanya lima persen merasa negatif.
Salah satu pengembang, Sola Saulenko dari studio MY.GAMES, menyatakan bahwa pengembang dapat memanfaatkan alat AI untuk menyederhanakan pengujian permainan dan mendeteksi bug dengan lebih cepat. Selain itu, penggunaan AI juga dapat membantu dalam proses pelokalan, penerjemahan, dan pembuatan seni konsep, yang dapat menghemat waktu dan sumber daya secara signifikan.
Meskipun demikian, laporan tersebut juga menunjukkan bahwa sebagian besar pengembang menggunakan AI untuk menemukan solusi bagi masalah yang lebih biasa, bukan untuk merevolusi industri. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan AI masih dalam tahap awal dan masih banyak potensi yang dapat dimanfaatkan dalam industri permainan.
Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”





