Enrekangpost.com – Australia, benua terbesar di belahan selatan, terus mengalami perubahan yang sangat lambat. Benua ini bergerak sekitar 2,8 inci (7 cm) per tahun, yang dapat disamakan dengan pertumbuhan kuku manusia. Meskipun perubahan ini terlihat kecil, namun seiring berjalannya waktu, pergeseran ini dapat menyebabkan dampak besar terhadap iklim dan ekosistem spesies di daratan.
Australia telah terpisah dari Antartika sejak sekitar 80 juta tahun yang lalu dan terus bergerak sejak saat itu. Dikarenakan benua ini terletak pada lempeng Indo-Australia, arah pergerakannya adalah ke utara. Artinya, dalam ratusan juta tahun ke depan, Australia akan bertabrakan dengan Asia.
“Meskipun mungkin sulit diterima, namun suatu saat nanti, Australia akan bertabrakan dengan Asia,” kata Profesor Zheng-Xiang Li dari Universitas Curtin yang telah lama meneliti proses ini.
Penelitian ini menyebutkan bahwa pola siklus yang terjadi pada benua-benua dapat menyebabkan benua saling menjauh dan kemudian bersatu kembali. Hal ini telah terjadi berulang kali di Bumi dalam sejarahnya. Dampak dari pergeseran tektonik ini dapat berupa peningkatan aktivitas seismik, yang berarti lebih banyak gempa bumi.
Selain itu, perubahan bentang alam juga dapat terjadi akibat pergeseran ini. Sebelumnya, ketika Australia memasuki perairan tropikal, terbentuklah Great Barrier Reef yang menjadi tempat ideal bagi karang. Namun, pertanyaannya adalah, apa yang akan terjadi pada satwa liar unik di Australia seperti kanguru, koala, dan wombat?





