Kehilangan Fabio Quartararo, Yamaha Menghadapi Tantangan Besar di Silly Season MotoGP 2027
Kasak-kusuk bursa transfer pembalap atau yang dikenal dengan istilah Silly Season MotoGP 2027 mulai menghangat. Kali ini, informasi datang dari garasi Monster Energy Yamaha, salah satu tim pabrikan ternama dalam dunia balap motor. Tim asal Jepang ini berpotensi kehilangan salah satu pembalap andalannya, Fabio Quartararo, setelah kontraknya berakhir pada akhir musim 2026.
Quartararo, yang merupakan juara dunia MotoGP 2021, dikabarkan mulai kehilangan kesabaran terhadap proyek pengembangan motor Yamaha YZR-M1. Meski tampil impresif sepanjang MotoGP 2025 dengan lima kali merebut pole position, ia hanya mampu mengonversi satu di antaranya menjadi podium karena keterbatasan tenaga mesin. Hal ini membuat banyak pihak khawatir bahwa Yamaha tidak mampu memenuhi ekspektasi untuk bersaing dengan rival-rival seperti Ducati, Aprilia, dan KTM.
Musim 2026 akan menjadi momen krusial bagi Yamaha untuk membuktikan keseriusannya dalam membangun motor yang mampu bersaing. Jika gagal, Quartararo diyakini akan menolak perpanjangan kontrak dan memilih bergabung dengan tim lain yang memiliki paket lebih kompetitif untuk musim 2027.
Pengamat MotoGP sekaligus mantan juara dunia Superbike 2003, Neil Hodgson, memberikan pandangannya tentang situasi ini. Menurutnya, Yamaha sebaiknya tidak terlalu bergantung pada satu pembalap dan lebih fokus pada pengembangan teknis motor.
“Yamaha harus berani mengambil langkah besar. Sudah saatnya mereka meninggalkan mesin empat silinder segaris dan mulai mengembangkan mesin V4 seperti rival-rivalnya,” ujar Hodgson.
“Aprilia punya mesin V4 yang mampu mencapai kecepatan menikung. Yamaha bisa juga melakukannya tetapi harus ada langkah mundur untuk maju dua kali,” tambahnya.
Hodgson juga menyampaikan bahwa masalah utamanya adalah apakah Yamaha akan kehilangan telur emas (Fabio Quartararo). “Pembalap bintang mereka, dan Anda mungkin akan berkata ya, mereka akan kehilangannya. Tetapi akan seperti yang telah dilakukan Honda. Mereka kehilangan Marc Marquez, itu adalah langkah mundur untuk maju dan menghasilkan motor yang lebih baik. Itulah yang harus dilakukan Yamaha, mereka harus menerimanya dengan lapang dada,” jelasnya.
Pergantian Pembalap Tak Lagi Jadi Masalah
Andai kehilangan Fabio Quartararo pada MotoGP 2027, Yamaha sebenarnya tak perlu khawatir tidak punya pembalap top. Karena mayoritas pembalap bakal habis kontrak di musim 2026. Yamaha bisa mengontrak nama-nama semisal Pedro Acosta yang kini juga mulai gerah dengan KTM, karena ingin segera bersaing menjadi juara dunia.
Aprilia Berminat pada Quartararo
Dalam laporan Diario AS, Aprilia berpeluang besar untuk mendepak Jorge Martin setelah MotoGP 2026, dengan catatan rider berjuluk The Martinator itu gagal memperlihatkan kemampuan terbaiknya. Martin pun tidak kurang peminat. Honda Racing Corporation (HRC) juga sudah menunggu kesempatan untuk merealisasikan keinginan tertundanya mendapatkan tanda tangan Jorge Martin.
Aprilia juga bukannya tanpa opsi pengganti jika memilih tak memperpanjang kontrak JM01. Sebab, Aprilia juga ingin mewujudkan transfer impiannya dalam mendatangkan El Diablo, julukan Fabio Quartararo.
Menjadi rahasia umum bahwa Aprilia sempat mengincar pembalap kelahiran Nice, Prancis. Pada MotoGP 2024, Aprilia pernah berusaha untuk mendatangkan Quartararo, sebelum akhirnya juara dunia MotoGP 2021 memilih memperpanjang kontrak di Monster Energy Yamaha.
Bahkan El Diablo menjadi pembalap dengan gaji tertinggi di grid MotoGP saat ini, yakni mencapai Rp207 miliar. Aprilia akan kembali berusaha mendatangkan Quartararo di MotoGP 2027. Di sisi lain, dalam hal pengembangan motor, Aprilia jauh lebih baik ketimbang Yamaha yang terkesan jalan di tempat.
Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”











