"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"
Daerah  

Trenggiling Ditemukan di Trowulan, BBKSDA Cepat Selamatkan Satwa Langka

Penyelamatan Trenggiling Jawa di Kabupaten Mojokerto

Sebuah kejadian penting terjadi di wilayah Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, yang melibatkan penyelamatan satwa langka berupa trenggiling Jawa. Hewan ini ditemukan oleh warga dan segera dievakuasi untuk kemudian diserahkan kepada pihak yang berwenang. Proses penyelamatan ini melibatkan kolaborasi antara beberapa lembaga dan instansi terkait.

Penemuan Trenggiling oleh Warga

Trenggiling Jawa atau Manis Javanica ini ditemukan oleh sekelompok pemuda di kawasan Dusun Mulyorejo, Desa Wonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Kejadian tersebut terjadi pada malam hari, tepatnya pada Selasa (14/4/2026), saat mereka berkumpul di pos ronda. Saat itu, hewan tersebut sedang berjalan di depan pos menuju lahan kosong yang berdekatan dengan aliran sungai kecil.

Penemuan ini dilaporkan langsung kepada petugas BBKSDA Jatim. Menurut Polisi Kehutanan Pemula BBKSDA Jatim, Deswara Hergo Pamadya, masyarakat mengenali bahwa hewan tersebut adalah satwa dilindungi dan segera menghubungi pihak berwenang.

Proses Evakuasi oleh Petugas Damkar BPBD

Sebelum diserahkan ke BBKSDA, trenggiling tersebut dievakuasi oleh Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto. Proses evakuasi dilakukan karena lokasi penemuan yang cukup jauh dari akses jalan utama, sehingga membutuhkan bantuan tenaga khusus.

Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mojokerto, Rinaldi Rizal Sabirin, petugas Damkar BPBD melakukan koordinasi dengan BBKSDA Jatim dalam menangani laporan masyarakat tentang keberadaan hewan langka tersebut. Penyelamatan dilakukan pada Rabu (15/4) sekitar pukul 01.05 WIB dini hari.

Penyerahan ke BBKSDA Jatim

Setelah proses evakuasi selesai, trenggiling tersebut diserahkan langsung ke petugas BBKSDA Provinsi Jatim. Penyerahan dilakukan di halaman Kantor BPBD Kabupaten Mojokerto, Jalan Jabon, pada Kamis (16/4) sekitar pukul 10.30 WIB.

Deswara Hergo Pamadya menjelaskan bahwa trenggiling yang diselamatkan memiliki berat sekitar 3-4 kilogram dan berusia dewasa. Namun, jenis kelaminnya masih belum diketahui. Hewan ini kemudian dibawa ke Unit Penyelamatan Satwa (UPS) di Juanda untuk dipantau kesehatannya oleh dua dokter hewan.

Langkah Berikutnya untuk Trenggiling

Jika kondisi kesehatan trenggiling memungkinkan, maka hewan ini akan dilepas kembali ke habitat aslinya. Sebagai alternatif, jika tidak memungkinkan, trenggiling akan diserahkan ke kebun binatang atau lembaga konservasi yang memiliki izin resmi.

Deswara menekankan bahwa trenggiling ini bukan hasil dari peliharaan masyarakat, melainkan berasal dari habitat alaminya. Hal ini menunjukkan bahwa daerah ini masih menjadi tempat tinggal alami bagi satwa langka seperti trenggiling Jawa.

Peran Kabupaten Mojokerto dalam Penyelamatan Satwa

Kabupaten Mojokerto tercatat sebagai salah satu wilayah yang sering kali menjadi tempat penyerahan trenggiling untuk dilakukan rescue. Sebelumnya, pada Maret 2026, petugas BBKSDA Jatim juga berhasil menyelamatkan trenggiling di kawasan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Kejadian ini menunjukkan bahwa upaya perlindungan satwa liar di wilayah ini semakin meningkat. Kolaborasi antara masyarakat, BPBD, Damkar, dan BBKSDA menjadi kunci keberhasilan dalam penyelamatan satwa langka seperti trenggiling Jawa.


Rafitman

Reporter digital yang mencintai dunia jurnalisme sejak bangku sekolah. Ia aktif mengikuti perkembangan media baru dan belajar teknik storytelling modern. Hobinya antara lain menyunting foto, menonton film thriller, dan berjalan malam. Motto: "Setiap cerita punya sudut pandang yang menunggu ditemukan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *