"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

Anggoro: Semua Pemain Sriwijaya FC Berpotensi Tinggi

Kekalahan Telak Sriwijaya FC dari PSPS Pekanbaru

Sriwijaya FC mengalami kekalahan telak dengan skor 0-6 saat bertandang melawan PSPS Pekanbaru dalam laga ke-23 putaran ketiga Pegadaian Championship 2025/26. Kekalahan ini menimbulkan kekecewaan besar bagi pelatih dan manajemen klub, terutama karena performa tim yang tidak mencerminkan karakter yang biasa ditunjukkan.

Buruknya Koordinasi Pertahanan

Salah satu faktor utama kekalahan tersebut adalah buruknya koordinasi pertahanan yang sangat rentan terhadap serangan lawan. Pelatih kepala Sriwijaya FC, Iwan Setiawan, menyampaikan bahwa instruksi taktik yang diberikan tidak dijalankan oleh para pemain. Hal ini membuat PSPS Pekanbaru mampu memasukkan enam gol tanpa kesulitan berarti.

Faktor Kelelahan Fisik dan Psikis

Performa anjlok juga dipengaruhi oleh kondisi fisik dan psikis pemain yang lelah. Mereka tertahan selama lima jam di bandara setelah kembali dari Aceh. Perjalanan panjang dan penundaan pesawat menyebabkan pemain tidak cukup beristirahat sebelum menjalani latihan resmi. Kelelahan ini memengaruhi kemampuan mereka untuk berpikir jernih dan menjalankan strategi yang telah disusun.

Evaluasi Keras oleh Pelatih

Iwan Setiawan mengungkapkan kekecewaannya terhadap performa tim. Ia bahkan mengancam akan melakukan rotasi pemain jika tidak ada perbaikan. Menurutnya, kekalahan ini bukanlah representasi dari karakter tim yang ia bangun. “Tidak ada militansi, disiplin, semangat pantang menyerah, atau keinginan mengejar bola,” ujarnya.

Tanggapan Direktur Olahraga

Direktur Olahraga PT SOM, Anggoro Prajesta, memberikan komentar positif tentang performa pemain pada putaran ketiga. Ia mengatakan bahwa semua pemain memiliki potensi dan karakter kuat. Meskipun begitu, ia sepakat bahwa kelelahan menjadi faktor utama kekalahan tersebut.

“Pemain baru mendapatkan tiket pulang dari Aceh pada hari Rabu. Sudah begitu, pesawatnya mengalami keterlambatan (delay). Kalau tidak salah, mereka baru sampai di mes tengah malam,” kata Anggoro. Ia menambahkan bahwa kondisi seperti ini memengaruhi proses pemulihan pemain.

Penyebab Lain yang Diungkap Asisten Pelatih

Asisten pelatih Sriwijaya FC, Cipta Adikodrati, mengungkapkan beberapa faktor penyebab buruknya performa Elang Andalas. Salah satunya adalah pengkondisian fisik dan psikis pemain yang menjadi pekerjaan rumah bagi tim pelatih.

“Beberapa pemain mengalami kelelahan yang signifikan selepas pulang dari Aceh karena delay hampir 5 jam menunggu pesawat. Kemudian besok harinya, tim Sriwijaya FC langsung menjalani Official Training (OT),” ujar Coach Joe Berry. Ia menegaskan bahwa faktor psikis juga perlu diperhitungkan dalam rencana rotasi pemain untuk laga berikutnya.

Penjelasan Pelatih Iwan Setiawan

Pelatih Iwan Setiawan mengaku telah berusaha mencari tahu penyebab merosotnya performa tim. Ia bahkan bertanya langsung kepada para pemain usai laga. Namun, para pemain hanya diam dan tidak memberikan jawaban yang jelas.

“Kami tetap latihan di sana. Tapi mungkin secara psikis mereka terganggu karena tertunda lama di bandara,” tambah Iwan. Ia menegaskan bahwa performa buruk ini tidak boleh terulang lagi dan meminta anak asuhnya segera bangkit.

Gol-Gol yang Membuat Kekalahan Semakin Berat

Enam gol kemenangan PSPS Pekanbaru dicetak oleh Douglas Cruz (11′), Alfin Tuasalamony (21′, 39′), Antonio Augusto (45′ – penalti), serta Hari Nur Yulianto (58′, 82′). Kekalahan ini menunjukkan bahwa Sriwijaya FC harus segera melakukan evaluasi dan perbaikan.

Target Kemenangan di Laga Mendatang

Sriwijaya FC bertekad untuk meraih kemenangan perdana mereka pada laga ke-24 putaran ketiga Pegadaian Championship 2025/26. Laskar Wong Kito dijadwalkan menghadapi Persekat Tegal pada Minggu (12/4/2026) pukul 15.30 WIB di Stadion Trisanja, Tegal. Dengan evaluasi yang dilakukan, klub berharap bisa kembali menunjukkan performa terbaiknya.


Daliyah Ghaidaq

Jurnalis yang membahas isu anak muda, dunia komunitas, dan tren karier modern. Ia suka membaca blog produktivitas, mencoba teknik manajemen waktu, serta membuat jurnal harian. Motto: “Pemuda yang tahu informasi adalah pemuda yang kuat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *