"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

Panen jagung Maluku 2025 naik 17,34 persen, produksi justru turun

Peningkatan Luas Panen Jagung Pipilan di Provinsi Maluku Tahun 2025

Pada periode Januari hingga Desember 2025, luas panen jagung pipilan di Provinsi Maluku mencapai sekitar 2,63 ribu hektare. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 0,39 ribu hektare atau 17,34 persen dibandingkan dengan tahun 2024 yang hanya mencapai 2,24 ribu hektare. Informasi ini diperoleh dari hasil survei terbaru yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku menggunakan metode Survei KSA (Kuantifikasi Sawah dan Areal).

Hasil survei tersebut disampaikan oleh Kepala BPS Maluku, Maritje Pattiwaellapia. Menurutnya, puncak panen jagung pipilan pada tahun 2025 terjadi pada bulan Maret, dengan luas panen sebesar 0,87 ribu hektare. Angka ini lebih tinggi 0,11 ribu hektare (14,81 persen) dibandingkan dengan puncak panen pada Maret 2024.

Luas panen jagung hasil Survei KSA untuk periode 2024-2025 terdiri dari tiga jenis panen, yaitu:
* Panen hijauan
* Panen muda
* Panen pipilan

Secara khusus, luas panen jagung pipilan sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai sekitar 2,63 ribu hektare. Di sisi lain, luas panen hijauan dan luas panen muda masing-masing sebesar 0,69 ribu hektare dan 2,14 ribu hektare.

Produksi Jagung Pipilan Kering

Produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 28 persen (JPK-KA 28%) sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai 9,38 ribu ton. Angka ini mengalami penurunan sebesar 0,88 ribu ton atau -8,59 persen dibandingkan produksi pada tahun 2024 yang sebesar 10,26 ribu ton.

Produksi JPK-KA 28% tertinggi pada 2025 dan 2024 terjadi pada bulan Maret. Pada Maret 2025, produksi mencapai 2,84 ribu ton, mengalami penurunan sebesar 1,34 ribu ton atau -31,99 persen dibandingkan dengan produksi pada Maret 2024 yang sebesar 4,18 ribu ton.

Jika produksi JPK-KA 28% dikonversikan ke jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen (JPK-KA 14%), maka produksi JPK-KA 14% sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai sekitar 6,93 ribu ton. Angka ini mengalami penurunan sebesar 0,65 ribu ton (-8,59 persen) dibandingkan produksi pada tahun 2024 yang sebesar 7,58 ribu ton.

Metode Survei KSA

Metode Survei KSA dikembangkan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang sekarang bergabung menjadi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Badan Pusat Statistik (BPS). Metode ini digunakan untuk mengestimasi luas panen jagung berdasarkan pengamatan objektif (objective measurement).

Pendataan KSA jagung dilaksanakan di seluruh wilayah Indonesia, kecuali Provinsi DKI Jakarta. Secara nasional, metodologi KSA untuk komoditas jagung menggunakan 21.979 sampel segmen lahan berbentuk bujur sangkar berukuran 100 m×100 m (1 hektare) dengan lokasi yang tetap.

Setiap bulan, masing-masing sampel segmen diamati secara visual di empat titik dengan menggunakan HP berbasis android. Hal ini memungkinkan pengamatan kondisi pertanaman jagung di sampel segmen tersebut, seperti persiapan lahan, fase vegetatif, fase reproduktif, fase panen, potensi gagal panen, lahan pertanian bukan jagung, atau lahan bukan pertanian.

Hasil amatan kemudian difoto dan dikirimkan ke server pusat untuk diolah. Luas panen yang dihasilkan dari pendataan KSA Jagung meliputi luas panen hijauan, luas panen muda, dan luas panen pipilan.

Koreksi Luas Panen

Luas panen tanaman jagung di lahan sawah dikoreksi dengan besaran konversi galengan. Sementara itu, untuk luas panen tanaman jagung di lahan bukan sawah, luas galengan dianggap tidak ada (tidak dikoreksi dengan besaran konversi galengan).

Estimasi Produktivitas Jagung

Estimasi angka produktivitas jagung diperoleh dari Survei Ubinan. Pengumpulan data produktivitas melalui Survei Ubinan dilakukan setiap Subround (4 bulanan), sehingga penghitungan produksi jagung setiap bulannya menggunakan angka produktivitas pada Subround yang bersesuaian.

Pengolahan data ubinan untuk mendapatkan angka produktivitas dilakukan berbasis web dan software untuk pengecekan data pencilan (outlier) sehingga dapat meningkatkan kualitas data yang dihasilkan.

Konversi Produksi Jagung

Produksi jagung tongkol kering panen diperoleh dari hasil perkalian antara luas panen (bersih) dengan produktivitas. Hasil produksi jagung tongkol kering panen kemudian dikonversi menjadi produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 28 persen dan 14 persen berdasarkan hasil Survei Konversi Jagung yang dilakukan pada 2020 (SKJG 2020).

Status Angka Produksi

Hasil pengamatan Survei KSA pada bulan berjalan dapat digunakan untuk mengestimasi potensi luas panen jagung pipilan selama tiga bulan ke depan. Potensi luas panen jagung pipilan selama tiga bulan ke depan diperkirakan berdasarkan fase standing crops dari amatan KSAbulan berjalan.

Sebagai catatan, angka produksi jagung pipilan kering 2024-2025 merupakan angka tetap. Sementara itu, angka potensi produksi jagung Januari-Maret 2026 merupakan angka sementara karena masih mengandung potensi luas panen (Januari-Maret) dan menggunakan rata-rata produktivitas Subround | 2024-2025.

Oleh karena itu, angka luas panen dan produksi jagung Januari-Maret 2026 dapat berubah setelah diperoleh angka realisasi luas panen hasil Survei KSA periode Januari-Maret dan angka realisasi produktivitas hasil Survei Ubinan Subround I (Januari-April) 2026.

Atikah Zahirah

Seorang Penulis berita yang menelusuri tren budaya pop, musik, dan komunitas kreatif. Ia suka menghadiri acara seni, menonton konser, serta memotret panggung. Waktu luangnya ia gunakan untuk mendengarkan playlist indie. Motto: “Budaya adalah denyut kehidupan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *