"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

Suplai Terbatas, Bulog Kotim: Kelangkaan Minyak Kita Dipicu Prioritas Bantuan Pangan

Ketersediaan Minyak Goreng Bersubsidi di Kotim Mengalami Tersendat

Ketersediaan minyak goreng bersubsidi “Minyak Kita” di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sempat mengalami gangguan dalam beberapa waktu terakhir. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan suplai serta kebijakan prioritas distribusi untuk program bantuan pangan nasional.

Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Kotim, Muhammad Azwar Fuad, menjelaskan bahwa distribusi minyak goreng dari produsen tidak sepenuhnya mengalir ke pasar komersial. Ia menyatakan bahwa BUMN pangan hanya mendapat kuota sekitar 30 persen dari pabrikan, dan itu dibagi lagi antara Bulog dan ID Food. Sementara itu, sekitar 70 persen pasokan tetap disalurkan oleh pihak swasta.

Gangguan Distribusi pada Maret 2026

Pada Maret 2026, kondisi kelangkaan yang dirasakan masyarakat diperparah oleh kebijakan pemerintah yang memprioritaskan penyaluran untuk bantuan pangan. Pada periode tersebut, setiap keluarga penerima bantuan mendapatkan 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan, dengan distribusi sekaligus untuk dua bulan. Akibatnya, suplai ke pasar umum sempat berkurang dan memicu kelangkaan di sejumlah titik.

Fuad menegaskan bahwa distribusi ke pasar komersial sempat terganggu karena produsen lebih dulu memenuhi kebutuhan bantuan pangan. Namun, ia optimistis bahwa April 2026 akan mulai kembali normal.

Stabilitas Harga Minyak Goreng

Menurut Fuad, harga eceran tertinggi (HET) Minyak Kita berada di angka Rp15.700 per liter. Di lapangan, harga sering dibulatkan menjadi Rp16.000. Ia menegaskan bahwa selama harga masih di kisaran Rp16.000, hal tersebut masih wajar. Jika harga mencapai Rp17.000, maka itu berarti ada kenaikan yang perlu diwaspadai.

Untuk menjaga stabilitas distribusi dan harga, Bulog membuka peluang kemitraan bagi pedagang pengecer. Syaratnya cukup sederhana, seperti melengkapi administrasi seperti KTP, NPWP, dan NIB, serta berkomitmen menjual sesuai HET.

Saat ini, jumlah mitra Bulog di Kotim mencapai sekitar 60 pedagang, termasuk Rumah Pangan Kita (RPK) dan pengecer umum. Jumlah tersebut terus bertambah sejak penyaluran Minyak Kita digencarkan.

Alokasi Pasokan Minyak Goreng

Dari sisi pasokan, Bulog Kotim menerima alokasi yang bervariasi setiap bulan. Pada Maret 2026, suplai Minyak Kita tercatat sekitar 300 ribu liter, sedangkan pada Februari mencapai 350 ribu liter.

Selain minyak goreng, Bulog memastikan stok bahan pokok lainnya dalam kondisi aman. Cadangan beras pemerintah (CBP) di Kotim saat ini mencapai 6.900 ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga sembilan bulan ke depan.

“Untuk bantuan pangan di tiga wilayah, yakni Kotim, Seruyan, dan Katingan, kebutuhan sekitar 1.200 ton. Dengan stok yang ada, itu sangat mencukupi,” jelas Fuad.

Stok Gula dan Persiapan Musim Kemarau

Stok gula di gudang Bulog tercatat sekitar 50 ton dengan harga jual Rp18.000 per kilogram. Di sisi lain, Bulog juga mulai mengantisipasi potensi dampak musim kemarau panjang yang diprediksi terjadi tahun ini.

Berdasarkan peringatan dini dari BMKG dan Bulog pusat terkait fenomena El Nino, produksi beras berpotensi menurun. Jika terjadi gagal panen, Bulog akan memperbanyak penyaluran beras SPHP dan bantuan pangan untuk menekan kenaikan harga di pasaran.


Muhammad Muhlis

Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *