"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

Pemprov Jabar Kurangi Kemiskinan dengan Harga Pangan Murah dan Subsidi Listrik

Strategi Pemprov Jabar dalam Mengurangi Kemiskinan dan Pengangguran

Pemeruntah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) terus memperkuat strategi penanganan kemiskinan melalui berbagai program strategis sepanjang tahun 2025 hingga awal 2026. Fokus utama terletak pada pengendalian harga pangan, jaminan kesehatan, dan pemerataan akses energi.

Gerakan Pangan Murah dan Operasi Pasar Bersubsidi

Selama tahun 2025, Pemprov Jabar sukses menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebanyak 1.874 kali yang tersebar merata di 27 kabupaten/kota. Selain GPM, Operasi Pasar Bersubsidi juga intens dilakukan untuk memastikan masyarakat mendapatkan komoditas pokok dengan harga yang jauh lebih terjangkau.

Perlindungan Sosial di Sektor Kesehatan dan Energi

Tidak hanya urusan perut, perlindungan sosial di sektor kesehatan dan energi turut menjadi prioritas. Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menyampaikan bahwa Pemda Provinsi Jawa Barat membiayai iuran jaminan kesehatan bagi masyarakat miskin sehingga dapat menekan pengeluaran mereka.

Di sektor energi, Pemprov Jabar berupaya mengurangi beban biaya hidup dengan memperluas akses listrik. Berdasarkan hasil identifikasi, sebanyak 76.123 satuan sambungan listrik telah disiapkan untuk masyarakat tidak mampu yang tersebar di 1.367 desa/kelurahan.

Kinerja Tinggi dalam Pembangunan Daerah

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat berhasil mencapai kinerja yang tinggi dalam melaksanakan pembangunan daerah pada 2025 dengan skor 3,6672 berdasarkan keputusan Menteri Dalam Negeri. Beberapa dampak positif dari kinerja tinggi tersebut yakni penurunan tingkat kemiskinan dan pengangguran terbuka di Jabar.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk miskin di Jabar pada 2025 sebesar 6,78 persen atau 3,55 juta jiwa. Angka tersebut turun dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 7,08 persen.

Upaya Mengurangi Tingkat Kemiskinan

Erwan Setiawan menyebutkan beberapa upaya untuk mengurangi tingkat kemiskinan telah dilakukan Pemda Provinsi Jawa Barat, mulai dari pengurangan kantong kemiskinan, pengurangan beban pengeluaran, dan peningkatan pendapatan masyarakat miskin.

Dalam mengurangi kantong kemiskinan, Pemprov Jabar mengawasi lokasi daerah rentan rawan pangan dan menyusun peta kerawanan dan ketahanan pangan.

Penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka

Selain tingkat kemiskinan, pengangguran terbuka di Jawa Barat juga berhasil diturunkan pada 2025 menjadi 6,66 persen. Jika dibandingkan dengan 2024 sebesar 6,75 persen, maka tingkat pengangguran terbuka pada 2025 turun 0,09 persen. Hal ini berarti, dari 100 orang angkatan kerja, terdapat enam hingga tujuh orang masih menganggur.

Realisasi penurunan tingkat pengangguran terbuka 2025 melebihi target yang ditetapkan sebesar 6,99 persen. Angka tersebut berdasarkan hasil survei angkatan kerja nasional per November 2025.

Faktor Pendorong Penurunan Pengangguran

Erwan menjelaskan, faktor pendorong penurunan tingkat pengangguran terbuka Jawa Barat pada 2025 yaitu penyerapan tenaga kerja pada seluruh lapangan usaha. Terjadi peningkatan penyerapan tenaga kerja di sektor pertanian, kehutanan, perikanan (0,10 juta orang), sektor pendidikan (0,05 juta orang) dan penyediaan akomodasi dan makan minum (0,04 juta orang).

Sebaliknya, lapangan pekerjaan yang mengalami penurunan penyerapan tenaga kerja yaitu sektor pertambangan dan penggalian (0,04 juta orang). Adapun, sektor yang berkontribusi menyerap tenaga kerja terbanyak yaitu reparasi dan perawatan mobil serta motor (22,44 persen), industri pengolahan (18,61 persen), dan pertanian, kehutanan dan perikanan (15,43 persen).


admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *