"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"
Daerah  

Siswa SMAN 2 Bengkulu Selatan Tewas Terseret Arus, Kades: Wisata Lubuk Langkap Tetap Beroperasi

Peristiwa Hanyut di Lubuk Langkap: Seorang Remaja Meninggal Dunia

Pada hari Minggu (29/3/2026), terjadi peristiwa hanyut yang menimpa seorang remaja di objek wisata Lubuk Langkap, Kabupaten Bengkulu Selatan. Korban bernama Roskal Hadimas (17 tahun) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah terseret arus sungai. Kejadian ini menjadi peringatan penting bagi masyarakat untuk tetap waspada saat beraktivitas di kawasan alam yang berpotensi banjir.

Lokasi Penemuan dan Pernyataan Pihak Desa

Korban ditemukan di Desa Palak Bengkerung, Kecamatan Air Nipis, sekitar 5 kilometer dari lokasi kejadian. Menurut informasi yang diperoleh, korban adalah seorang pelajar kelas XI SMA Negeri 2 Bengkulu Selatan, warga Jalan Murai RT 19, Kelurahan Ibul, Kecamatan Kota Manna.

Kepala Desa Suka Maju, Yusman Hadi, mengonfirmasi bahwa korban telah ditemukan oleh warga dan tim pencarian pada Minggu malam dalam kondisi meninggal dunia. Meski demikian, pemerintah desa memastikan bahwa objek wisata Lubuk Langkap tetap dibuka untuk umum. Namun, ia mengimbau pengunjung dan pengelola untuk lebih waspada, terutama saat cuaca tidak bersahabat.

Menurut Yusman, debit air di Lubuk Langkap dapat meningkat secara tiba-tiba saat hujan deras mengguyur wilayah hulu. “Tidak elok rasanya kalau ditutup, tapi pengunjung harus tetap waspada dan berhati-hati,” ujarnya.

Kronologi Kejadian

Peristiwa bermula pada pukul 16.00 WIB ketika korban bersama rekannya pergi ke objek wisata Lubuk Langkap untuk mandi di aliran sungai. Tiba-tiba, banjir bah dari hulu sungai datang dan menyeret keduanya. Salah satu korban, Pahli (16 tahun), berhasil menyelamatkan diri setelah tersangkut di pinggir sungai dan naik ke daratan.

Sementara itu, Roskal Hadimas terseret arus hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan wisata alam, terutama yang berada di aliran sungai dengan potensi banjir bah.

Proses Pencarian dan Evakuasi

Proses pencarian dan evakuasi melibatkan sekitar 200 personel gabungan, termasuk kepolisian, TNI, relawan, serta warga setempat. Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi oleh tim gabungan yang terdiri dari TNI-Polri, BPBD, tenaga kesehatan dari Puskesmas, relawan, serta dibantu pihak keluarga.

Korban kemudian dibawa ke Puskesmas Kecamatan Seginim sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka di Jalan Cendrawasih, Kelurahan Ibul, Kecamatan Kota Manna.

Dari hasil pemeriksaan, pada tubuh korban ditemukan beberapa luka, di antaranya luka robek pada pelipis mata kanan, luka robek di bagian kening kiri atas, serta luka memar pada bahu kiri dan kanan.

Peringatan untuk Masyarakat

Peristiwa ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk selalu berhati-hati saat beraktivitas di kawasan sungai, terutama saat kondisi cuaca tidak menentu dan berpotensi terjadi banjir dari hulu. Pengunjung diimbau untuk memperhatikan peringatan dan instruksi dari pihak berwenang agar dapat menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain.

Muhammad Muhlis

Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *