Timnas Jepang Menunjukkan Kekuatan yang Mengkhawatirkan
Timnas Jepang terus memperlihatkan rekor yang mengesankan dalam pertandingan melawan tim-tim Eropa. Hal ini menjadi peringatan bagi negara-negara di Benua Biru bahwa Jepang kini menjadi lawan yang sangat berbahaya.
Baru-baru ini, Jepang berhasil mengalahkan Skotlandia dengan skor 1-0 di markas lawannya, Hampden Park, pada Sabtu (28/3/2026). Gol yang dicetak oleh Junya Ito di menit akhir pertandingan memberikan kesan mendalam bagi para pemain Skotlandia dan pelatih mereka, Steve Clark.
Clark mengakui bahwa Jepang adalah musuh yang sangat kuat. “Mereka sangat bagus dalam memainkan umpan dan menjadi lawan sulit bagi kami,” ujarnya kepada BBC Sport. Ia juga menyebut bahwa pertandingan tersebut berakhir dengan sedikit gol, seperti yang ia prediksi sebelumnya.
Pengakuan Clark ini bukan hanya sekadar basa-basi. Bagi banyak tim Eropa, hal ini menjadi peringatan bahwa Jepang siap menjadi ancaman besar dalam Piala Dunia 2026.
Rekor Jepang Melawan Tim Eropa
Sejak dilatih oleh Hajime Moriyasu atau setelah Piala Dunia 2018, Jepang memiliki rekor yang luar biasa melawan tim Eropa. Dalam tujuh pertemuan, mereka meraih enam kemenangan, satu seri, dan belum pernah kalah.
Rekor ini dimulai dengan kemenangan 1-0 atas Serbia dalam Piala Kirin 2021. Selanjutnya, Jepang mencuri perhatian dunia saat mengalahkan Jerman dan Spanyol masing-masing dengan skor 2-1 di Piala Dunia 2022. Meski akhirnya gugur di babak 16 besar setelah kalah adu penalti dari Kroasia, prestasi mereka tetap menjadi sorotan.
Setelah itu, Jepang terus memperkuat reputasinya dengan mengalahkan Jerman (4-1) dan Turki (4-2) dalam pertandingan persahabatan bulan September 2023. Kini, Skotlandia menjadi korban terbaru mereka dengan skor 1-0, sementara Inggris akan menjadi lawan berikutnya pada Selasa (31/3/2026).
Persiapan untuk Piala Dunia 2026
Pelatih Jepang, Hajime Moriyasu, menggunakan dua pertandingan uji coba pekan ini untuk mengasah kelemahan timnya. Tujuannya adalah meningkatkan kepercayaan diri sebelum tampil di Piala Dunia 2026.
Jepang akan menghadapi dua tim besar Eropa di fase grup, yaitu Belanda dan salah satu dari Polandia atau Swedia. Moriyasu menjelaskan bahwa pertandingan melawan Skotlandia membantu timnya menemukan keseimbangan antara persiapan untuk Piala Dunia dan membangun kepercayaan diri.
Keberhasilan Jepang Menghadapi Berbagai Lawan
Tidak hanya lawan-lawan Eropa yang harus waspada terhadap kekuatan Jepang. Mereka juga telah terbiasa menghadapi tim-tim kuat dari berbagai belahan dunia. Sebelum mengalahkan Skotlandia, Jepang juga berhasil mengalahkan tim Amerika Selatan seperti Brasil (3-2) dan Bolivia (3-0), serta tim Afrika dengan skor 2-0.
Namun, Jepang masih menghadapi tantangan ketika menghadapi lawan yang bertahan dalam dan mengandalkan serangan balik. Kelemahan ini diakui oleh Moriyasu, termasuk kekalahan dari Kosta Rika (0-1) di Piala Dunia 2022.
Evaluasi dan Perbaikan
Pertandingan melawan Skotlandia menjadi ujian yang baik bagi Jepang karena karakteristik tim tersebut mirip dengan lawan-lawan yang sering membuat Jepang kesulitan. Moriyasu mengatakan bahwa kegagalan mencetak gol saat menghadapi lawan yang bertahan dalam adalah hal yang perlu diperbaiki.
“Kami perlu memperbaiki hal ini agar semakin meningkatkan kekuatan tim,” katanya. Ia juga mengapresiasi performa timnya dalam pertandingan melawan Skotlandia, termasuk kemampuan bertahan dan pengaturan alur permainan meskipun ada pergantian pemain.
Dalam pertandingan tersebut, Moriyasu melakukan 10 kali pergantian pemain, namun alur permainan tetap lancar. Hal ini menunjukkan bahwa Jepang tidak hanya kuat secara individual, tetapi juga memiliki visi bersama yang kuat.











