Persiapan Pernikahan Azriel dan Sarah Menzel Sudah 50 Persen
Persiapan pernikahan antara Azriel Hermansyah dan Sarah Menzel telah mencapai tahap 50 persen. Hal ini diungkapkan oleh Ashanty, ibu sambung dari Azriel. Meskipun sudah bertunangan sejak tahun 2024, rencana pernikahan keduanya disebut akan terwujud pada tahun 2026.
Ashanty menjelaskan bahwa beberapa detail penting dalam pernikahan tersebut telah ditentukan dan sepakat oleh kedua keluarga. “Persiapan pernikahannya ya udah 50 persen ya,” ujarnya saat berbicara di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.
Beberapa hal yang telah diputuskan termasuk lokasi acara dan diskusi bersama keluarga besar. “Kita udah mulai milih ini itu, tempat juga udah pastinya, obrolan keluarga juga udah alhamdulillah,” tambahnya.
Ia juga menyebut bahwa setiap pertemuan antara keluarga besar Azriel dan Sarah selalu menghasilkan kemajuan positif. “Setiap pertemuan selalu menghasilkan sesuatu yang baru lagi, baru lagi gitu,” jelas Ashanty.
Meski persiapan sudah cukup maju, Ashanty menegaskan bahwa semua kembali pada kesiapan Azriel sendiri. Saat ini, Azriel sedang fokus pada penyelesaian studi Magister (S2) yang ia jalani. “Nah sekarang tinggal Jiel-nya, kesiapannya gitu. Dan Jiel kan mau lulus S2 juga nih. Lagi ke Jember, dia lagi tesis. Jiel lagi tesis ke Jember, lagi turun lapangan,” ujarnya.
Terkait konsep atau impian pernikahan Azriel dan Sarah, Ashanty memilih untuk tidak banyak berkomentar. Ia menilai bahwa Azriel dan Sarah memiliki hak untuk menjelaskan hal tersebut kepada publik. “Ya ini ya ditanyainnya ke Jiel lah, masa ke aku. Enggak boleh dong,” katanya.
Ashanty juga memastikan bahwa ia tidak akan ikut campur terlalu dalam urusan konsep pernikahan. Sebagai orangtua, ia hanya akan memberikan dukungan penuh terhadap apa pun pilihan anak-anaknya. “Enggak lah, enggak. Kalau anak-anak aku selalu serahin ke mereka maunya detailnya seperti apa, aku hanya men-support aja,” pungkasnya.
Ashanty Rela Tunda Wisuda S3
Selain fokus pada persiapan pernikahan Azriel, Ashanty juga tengah menghadapi jadwal yang sangat padat. Hal ini membuatnya harus menunda rencana wisuda program Doktor (S3) yang seharusnya dilaksanakan pada April 2026.
Ashanty mengaku bahwa fokusnya kini terbagi ke berbagai hal, termasuk urusan akademik, persiapan ibadah haji, dan rencana pernikahan Azriel. “Aku mundur lagi karena memang aku lagi rasanya sulit sekali untuk bisa barengin kuliah, persiapan ujian tertutup, ada lomba ini juga, terus Lebaran juga kemaren,” curhatnya.
Selain itu, kesibukannya di dunia hiburan masih membutuhkan perhatian penuh. Dalam waktu dekat, ia harus kembali terbang ke Negeri Ginseng untuk syuting Netflix dan lomba. “Terus harus bolak-balik Korea lagi nih. Besok berangkat ke Korea lagi buat syuting Netflix lagi, buat lomba round ke-3 sama ke-4 gitu,” jelasnya.
Di tengah kesibukan tersebut, Ashanty juga sedang mempersiapkan salah satu momen spiritual terpenting dalam hidupnya, yaitu menunaikan ibadah haji. Rencananya, ia akan berangkat ke Tanah Suci bersama Anang Hermansyah pada Mei mendatang. “Terus Insya Allah juga kan aku kalau lancar ya Allah aku mau naik haji kan bulan Mei juga. Jadi ini kayak semuanya persiapannya tuh jadi satu gitu,” ujarnya.
Banyaknya agenda besar yang datang secara bersamaan membuat Ashanty sedikit kewalahan. “Jadi agak fokusnya terpecah belah gitu,” katanya.
Meski harus menunda kelulusannya, Ashanty memilih untuk tidak terburu-buru. Baginya, kualitas dari disertasi yang sedang ia kerjakan lebih penting daripada sekadar cepat lulus. “Jadi ya udah nggak masalah lah, yang penting kan lulus itu bukan cepet-cepetan ya,” tuturnya.
Ia berprinsip lebih baik mundur sejenak demi hasil yang maksimal dan dapat ia pertanggungjawabkan. “Yang penting aku bisa mempersiapkan diri, memberikan yang terbaik, dan aku paham dengan apa yang aku akan presentasikan nanti buat disertasi aku sih,” pungkas Ashanty.
Dengan berbagai kesibukan ini, Ashanty berharap semua rencananya, mulai dari ujian S3, ibadah haji, hingga pernikahan Azriel Hermansyah dapat berjalan lancar sesuai harapan.
Penulis berita yang tekun mengeksplorasi cerita di balik fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia suka berkunjung ke tempat baru, memotret suasana, serta berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar. Hobinya adalah menulis cerpen dan bercocok tanam. Motto: "Tulisan terbaik lahir dari observasi yang jujur."











