"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"
Budaya  

Berita Duka: Prof Umar Shihab, Saudara Quraish Shihab, dan Anggota Pembina Yayasan Wakaf UMI Meninggal Dunia

Prof Umar Shihab: Seorang Pemikir dan Penulis yang Berkontribusi Besar dalam Dunia Islam

Prof Umar Shihab adalah sosok yang memiliki peran penting dalam dunia pendidikan, pemikiran, dan keagamaan di Indonesia. Ia adalah kakak kandung dari Quraish Shihab, seorang pakar tafsir Al-Qur’an yang terkenal, serta kakak ipar dari mendiang Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Mayjen TNI (purn) Salim S Mengga. Lahir di Rappang, Sulawesi Selatan, pada 2 Juli 1939, ia menjalani perjalanan hidup yang penuh dengan kontribusi untuk bangsa dan agama.

Sebagai seorang dosen, Prof Umar Shihab pernah mengajar di IAIN Alauddin Makassar, salah satu institusi pendidikan tinggi keagamaan ternama di Indonesia. Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai anggota DPR-RI dari Fraksi Golkar pada periode 1992 hingga 1997. Peran tersebut membuka wawasan luas baginya dalam berbagai isu sosial dan politik.

Kehidupannya tidak hanya berfokus pada akademis, tetapi juga pada aktivisme keislaman. Ia aktif dalam pergerakan Islam melalui organisasi Pelajar Islam Indonesia (PII) dan pernah menjabat sebagai ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Makassar. Selain itu, ia juga pernah menjadi pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel dan MUI Pusat. Pengalaman ini memperkaya wawasan dan pengalamannya dalam berinteraksi dengan berbagai kalangan masyarakat.

Sebagai putra seorang ulama, Abdurrahman Shihab, Umar Shihab tumbuh dalam lingkungan yang kondusif untuk pengembangan ilmu dan spiritualitas. Ia sangat mengagumi tokoh-tokoh seperti Muhammad Natsir, Buya Hamka, Haji Abubakar Atjeh, Ustad Husain Al Habsyi, KH Abdul Ghaffar Ismail, AR Baswedan, dan Saifuddin Zuhri. Keberadaan mereka memberikan inspirasi bagi dirinya dalam membentuk sikap intelektual dan kepribadian sebagai ulama dan ilmuan Islam yang mumpuni.

Buku “Kapita Selekta Mozaik Islam” karya Umar Shihab dianggap sebagai oase pemikiran yang menyajikan wawasan beragama yang inklusif. Buku ini mencoba mengajak pembaca untuk melihat masalah ijtihad dan penafsiran keagamaan secara proporsional. Menurut Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, buku ini sangat bermanfaat bagi kalangan Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI), aktivis dakwah, dan organisasi-organisasi Islam.

Selain itu, Prof Umar Shihab juga dikenal sebagai seorang pendidik yang sangat teliti. Dosen UIN Makassar, Prof Dr H Muhammad Galib, menyampaikan bahwa Umar Shihab tidak pernah meluluskan mahasiswanya jika belum bisa memahami materi yang diajarkannya. Hal ini membuatnya mendapat julukan “Dosen killer” dari para mahasiswanya. Namun, meski tegas dalam pendidikan, ia memiliki sikap moderat yang menjunjung perbedaan sebagai suatu bentuk rahmat.

Ketua MUI Din Syamsuddin menyambut baik buku karya Umar Shihab. Baginya, buku ini mengangkat isu-isu kontemporer dan menampilkan Islam sebagai sebuah identitas yang kuat dan indah seperti mozaik. Ia menekankan bahwa Umar Shihab ingin membawa pesan dialog antar sesama umat beragama agar terhindar dari pengkafiran dan penyesatan.

Kabar Duka dari UMI

UMI Makassar menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian Prof Umar Shihab, yang merupakan anggota Pembina Yayasan Wakaf UMI. Ia bukan hanya sekadar bagian dari yayasan, tetapi juga sosok yang memberikan keteduhan, menjaga nilai-nilai, dan menanamkan arah dalam perjalanan UMI sebagai kampus ilmu dan ibadah.

Kepergian beliau adalah kehilangan besar bagi keluarga, UMI, dan seluruh umat yang pernah merasakan nasihat, keteladanan, dan kebijaksanaan beliau. Umar Shihab adalah pribadi yang istiqamah dalam ilmu, tenang dalam sikap, dan luas dalam kasih sayang.

Semoga Allah SWT mengampuni segala khilaf beliau, melapangkan kuburnya, menerima seluruh amal ibadahnya, serta menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya. Seperti sabda Rasulullah SAW:

“Apabila anak Adam meninggal dunia, terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak yang saleh.” (HR. Muslim)

Kami yakin, jejak ilmu dan keteladanan beliau akan terus hidup dalam langkah UMI dan generasi yang beliau inspirasi. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga Allah SWT memberikan kesabaran, kekuatan, dan keikhlasan.


Wahyudi

Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *