"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"
Budaya  

7 Perbedaan Kukang dan Kungkang yang Sering Disalahpahami

Perbedaan Kukang dan Kungkang

Banyak orang sering mengira bahwa kukang dan kungkang adalah hewan yang sama, karena penampilan mereka yang mirip. Keduanya memiliki kebiasaan hidup yang serupa, seperti tinggal di hutan, bergerak lambat, memakan dedaunan, dan hidup bergelantungan di pohon. Namun, meskipun tampak sama, sebenarnya kukang dan kungkang adalah dua makhluk yang berbeda dan tidak saling terkait.

Berikut adalah beberapa perbedaan penting antara kukang dan kungkang:

1. Taksonomi



Kukang termasuk dalam genus Nycticebus dan terdiri dari sembilan spesies. Setiap spesies memiliki karakteristik dan perilaku yang mirip. Spesies tersebut meliputi: kukang Filipina, kukang Bengal, kukang besar, kukang Kayan, kukang Bangka, kukang Kalimantan, kukang Sumatera, kukang Jawa, dan kukang Pygmy.

Di sisi lain, kungkang terdiri atas enam spesies. Dulu semua kungkang diklasifikasikan dalam famili Bradypodidae, tetapi penelitian selanjutnya menunjukkan banyak perbedaan antara kungkang berjari dua dan kungkang berjari tiga. Akibatnya, kungkang berjari dua diberi famili tersendiri, yaitu Megalonychidae. Kungkang berjari tiga terdiri atas empat spesies, sedangkan kungkang berjari dua terbagi menjadi dua spesies berbeda.

2. Ciri Fisik



Kukang memiliki ciri fisik yang menonjol, seperti mata yang besar dan bulat, moncong pendek, tubuh padat, serta bulu yang lebat. Mereka juga memiliki tanda wajah khas dan gerakan yang lambat.

Sementara itu, kungkang memiliki leher pendek dengan kaki dan tangan yang panjang. Pada setiap kaki dan tangannya terdapat cakar besar melengkung dengan panjang sekitar 8 hingga 10 cm. Kungkang memiliki kepala pendek dan datar, hidung rata, telinga kecil, dan mata yang besar. Tubuh kungkang juga ditutupi bulu yang lebat.

3. Persebaran



Kukang dapat ditemukan di hutan hujan Asia Selatan dan Tenggara, khususnya di wilayah Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, Vietnam, serta sebagian Kamboja, Laos, dan Myanmar. Mereka hidup di hutan tropis dan subtropis, hutan lebat, dan daerah berhutan.

Di sisi lain, kungkang dapat ditemukan di Amerika Selatan, seperti Brasil, Venezuela, Kolombia, Peru, dan Bolivia. Beberapa kungkang juga hidup di Kosta Rika dan Panama. Kungkang hanya hidup di satu jenis habitat, yaitu hutan hujan dataran rendah.

4. Primata atau Bukan Primata



Kukang adalah primata yang termasuk dalam famili Lorisidae. Mereka memiliki hubungan genetik yang lebih dekat dengan lemur, tarsius, dan primata lainnya. Kukang merupakan satu-satunya primata berbisa dan berpotensi mematikan di dunia.

Sementara itu, kungkang bukanlah primata. Mereka termasuk dalam ordo Pilosa dan memiliki hubungan genetik dengan trenggiling dan armadillo.

5. Diet



Kukang adalah omnivora. Makanan mereka terdiri atas getah pohon, nektar, serta serangga. Sekitar 50 hingga 70 persen dari makanan mereka adalah getah pohon. Mereka memiliki gigi bawah khusus untuk mencungkil kulit pohon, sehingga getah mengalir bebas.

Kungkang adalah herbivora. Makanan utama mereka terdiri atas daun, ranting, dan kuncup. Karena kungkang tidak memiliki gigi seri, mereka memangkas daun dengan cara menepukkan bibir kuat. Tingkat metabolisme yang rendah membuat kungkang dapat bertahan hidup dengan makanan yang relatif sedikit.

6. Kecepatan Gerak



Meskipun keduanya bergerak lambat, kukang lebih cepat dibandingkan kungkang. Kukang bergerak dengan kecepatan 1,9 km per jam, tetapi bisa sedikit lebih cepat di malam hari saat berburu, dengan kecepatan maksimal sekitar 2 km per jam.

Di sisi lain, kungkang bergerak dengan kecepatan rata-rata 0,24–0,8 km/jam. Saat terburu-buru, kungkang bisa mencapai kecepatan tertinggi 2,4 km/jam untuk menghindari predator. Meski begitu, kungkang dapat berenang dengan cukup cepat.

7. Bentuk Pertahanan Diri



Tubuh kukang dirancang agar bisa bergelantungan di atas pohon sambil memegang makanan. Mereka juga memiliki bercak kecil di bawah lengan yang dapat mengeluarkan minyak. Ketika merasa terancam, mereka menjilati minyak ini, yang bercampur dengan air liur untuk menciptakan racun yang cukup kuat untuk membunuh artropoda dan mamalia kecil.

Kukang juga merupakan pemburu yang terampil. Mereka bergerak sangat lambat dan hati-hati untuk menangkap mangsa seperti serangga dan vertebrata kecil.

Sama seperti kukang, kungkang juga beradaptasi dengan baik untuk bertahan hidup dan bereproduksi di habitatnya. Kungkang memiliki lengan yang lebih panjang dari kaki dan cakar melengkung yang sangat baik untuk mencengkeram cabang dan berpindah-pindah di antara pepohonan. Mereka kesulitan berjalan di atas tanah, tetapi dapat berenang dengan baik ketika hutan hujan banjir.

Tubuh kungkang juga ditumbuhi alga dan jamur yang semakin menyamarkan penampilan mereka di pepohonan. Mereka memiliki tiga ruas tulang leher tambahan yang memungkinkan mereka memutar kepala hingga 270 derajat untuk mengawasi predator.

Amirah Rahimah

Reporter berita perkotaan yang gemar berkeliling kota untuk mencari cerita. Ia menikmati fotografi gedung, membaca artikel arsitektur, dan menyusun catatan kecil tentang perubahan kota. Hobi lainnya adalah menikmati kopi di kedai lokal. Motto: “Kota bicara melalui cerita warganya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *