"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

Pengecekan fakta: Stok BBM menipis, memicu pembelian berlebihan

Fenomena Panic Buying BBM di Tengah Isu Kekurangan Cadangan Minyak

Di tengah isu tentang cadangan minyak dalam negeri yang hanya cukup untuk 20 hari, masyarakat Indonesia mengalami fenomena panic buying terhadap bahan bakar minyak (BBM). Hal ini memicu antrean panjang di sejumlah SPBU dan menjadi viral di media sosial TikTok. Video-video yang menunjukkan antrean di SPBU dan sentra-sentra penjualan BBM mulai mengular, terutama di wilayah Aceh Tengah.

Salah satu pengguna TikTok dengan akun @owner_ranisflorist membagikan video yang menunjukkan warga Aceh Tengah berburu BBM di sebuah SPBU. Dalam video tersebut, antrean pembelian BBM terlihat mengular meskipun masih pagi buta. Pengguna TikTok tersebut menyampaikan bahwa efek perang Iran dan Amerika-Israel telah membuat warga bersiap lebih awal untuk membeli BBM.

Selain di Aceh, antrean panjang juga terjadi di Kepulauan Bangka. Hal ini terlihat dari unggahan akun Satlantas Polres Bangka di media sosial TikTok. Dalam unggahan tersebut, petugas kepolisian dari Satlantas Polres Bangka turut mengawal penjualan BBM di salah satu SPBU di daerah tersebut. Mereka menyayangkan adanya fenomena panic buying BBM di tengah masyarakat.

Tindakan membeli BBM berlebihan dinilai dapat merugikan masyarakat lain yang membutuhkan bahan bakar untuk aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan membeli BBM secukupnya sesuai kebutuhan, serta tidak melakukan penimbunan.

“Padahal kondisi tersebut justru dapat menimbulkan dampak negatif, seperti antrean panjang, kemacetan di sekitar SPBU, hingga potensi gangguan keamanan dan ketertiban lalu lintas,” tulis akun Satlantas Polres Bangka, dikutip Sabtu (7/3/2026).

Penjelasan Pemerintah Mengenai Stok BBM Nasional

Lantas bagaimana faktanya terkait cadangan minyak dalam negeri? Berikut penjelasannya!

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menjelaskan bahwa stok BBM nasional masih berada dalam kondisi aman dan di atas standar minimal ketahanan energi yang ditetapkan pemerintah. Ia pun mengimbau masyarakat tidak melakukan panic buying BBM di tengah maraknya isu pasokan BBM Indonesia hanya tersisa sekitar 20 hari akibat penutupan Selat Hormuz.

Dia menjelaskan, kapasitas penyimpanan atau storage BBM Indonesia sejak lama memang berkisar 25 hari. Kondisi tersebut bukan hal baru dan telah menjadi karakteristik sistem cadangan energi nasional.

“Dari dulu kemampuan storage tempat penampung minyak kita memang sekitar 25 hari,” ujarnya saat ditemui di Jakarta Jumat (7/3/2026).

Alternatif Impor Minyak Mentah dari Negara Lain

Bahlil juga menjelaskan bahwa impor minyak mentah Indonesia dari kawasan Timur Tengah hanya sekitar 20 hingga 25 persen dari total kebutuhan. Pemerintah bersama PT Pertamina (Persero) telah menyiapkan sumber alternatif apabila terjadi gangguan pasokan dari kawasan tersebut.

Pasokan minyak mentah kini dialihkan dari Timur Tengah ke sejumlah negara lain seperti Amerika Serikat, Nigeria, dan Brasil.

“Kami dengan Pertamina sudah switch (berganti) dari Middle East kami ambil di Amerika, kemudian Nigeria, dan Brasil. Jadi tidak perlu ada panic buying,” ujar Bahlil.

Adapun impor bensin Indonesia tidak berasal dari Timur Tengah, melainkan dari Singapura dan Malaysia, selain juga diproduksi dari kilang domestik. Dengan kondisi tersebut, pemerintah memastikan pasokan energi nasional tetap terjaga meskipun terjadi ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

“Impor bensin kita itu dari Singapura sama Malaysia, dan sebagian dibangun industri kilang dalam negeri. Jadi, Insya Allah sekalipun terjadi peperangan di Timur Tengah, kondisi kita aman dan sekali lagi saya katakan aman. Jadi nggak perlu, jangan dengar ada provokasi-provokasi atau misinformasi yang keliru. Insya Allah aman,” kata Bahlil.

Kesimpulan

Kesimpulannya: faktanya, pemerintah memastikan stok BBM nasional memang cukup untuk 20 hari kedepan karena penyimpanan atau storage BBM memang berkisar 25 hari. Sehingga kondisi ini aman dan di atas standar minimal ketahanan energi yang ditetapkan pemerintah.

Ratna Purnama

Seorang reporter yang gemar meliput isu publik, transportasi, dan dinamika perkotaan. Ia memiliki kebiasaan membaca opini koran setiap pagi untuk memperluas perspektif. Hobi utamanya adalah jogging, fotografi, dan menikmati senja. Motto: "Kepekaan adalah modal utama seorang penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *