"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

Donny Fattah Meninggal Dunia di Usia 76: Perjuangan Bassis God Bless Melawan Tiga Penyakit Mematikan

Kehidupan dan Perjalanan Donny Fattah, Bassist Legendaris God Bless

Donny Fattah, bassist dari band legendaris God Bless, meninggal dunia pada usia 76 tahun di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan, pada Sabtu, 7 Maret 2026. Kabar ini langsung menyebar cepat melalui akun Instagram resmi God Bless, yang merilis pengumuman singkat tentang kepergian almarhum. Dalam hitungan menit, ribuan komentar berdatangan—dari penggemar lama, musisi, hingga generasi baru yang tumbuh dengan lagu-lagu God Bless.

Pengumuman tersebut menyebutkan: “Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Telah meninggal dunia DONNY FATTAH, bassist, salah seorang pendiri God Bless, saudara kami tercinta.”

Di balik pengumuman singkat itu, ada perjalanan panjang seorang musisi yang telah menghabiskan sebagian besar hidupnya di panggung rock Indonesia—serta perjuangan sunyi melawan penyakit yang tidak banyak diketahui publik.

Fondasi Bass di Balik Legenda God Bless

Dalam sejarah musik Indonesia, God Bless menempati posisi yang sulit tergantikan. Sejak berdiri pada awal 1970-an, band ini menjadi simbol kebangkitan musik rock di Tanah Air. Di antara deretan personel pentingnya, Donny Fattah adalah salah satu fondasi yang sering bekerja dalam diam.

Sebagai pemain bass, perannya tidak selalu berada di garis depan panggung. Namun justru di situlah kekuatan musikalitasnya terasa. Garis bass yang stabil dan penuh karakter menjadi tulang punggung banyak lagu God Bless.

Band ini dikenal luas lewat karya-karya yang tidak hanya kuat secara musikal, tetapi juga membawa pesan sosial. Dalam berbagai periode, God Bless menjadi suara generasi yang gelisah terhadap perubahan zaman.

Bagi penggemar musik rock Indonesia, nama Donny Fattah hampir selalu hadir ketika membicarakan sejarah panjang band tersebut. Namun dua tahun terakhir hidupnya tidak lagi diisi dengan tur konser atau aktivitas panggung seperti dulu. Sebaliknya, ia menjalani salah satu fase paling berat dalam hidupnya.

Dua Tahun Melawan Tiga Penyakit

Donny Fattah diketahui telah berjuang melawan tiga penyakit serius dalam dua tahun terakhir sebelum wafat. Salah satunya adalah sarkopenia, kondisi medis yang menyebabkan tubuh kehilangan massa dan kekuatan otot secara bertahap. Penyakit ini sering terjadi pada usia lanjut dan dapat berdampak besar pada kemampuan seseorang untuk bergerak dan menjalani aktivitas sehari-hari.

Selain itu, Donny juga mengalami penyumbatan vaskular, yaitu gangguan aliran darah akibat adanya penyumbatan pada pembuluh darah. Kondisi ini dapat terjadi di berbagai bagian tubuh dan berpotensi memicu komplikasi serius. Penyakit ketiga yang dihadapinya adalah autoimun, kondisi ketika sistem kekebalan tubuh justru menyerang jaringan sehat.

Menghadapi tiga penyakit sekaligus bukanlah perkara ringan. Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, Donny bahkan sempat mengungkapkan bahwa ia harus mengonsumsi puluhan obat setiap hari sebagai bagian dari proses pengobatan.

Namun meski kondisi fisiknya terus menurun, semangatnya terhadap musik tidak pernah benar-benar hilang.

Semangat Berkarya di Tengah Kondisi Tubuh yang Melemah

Bagi seorang musisi yang telah menghabiskan puluhan tahun hidupnya di panggung, musik bukan sekadar pekerjaan. Ia adalah identitas.

Rekan-rekan Donny di God Bless kerap menceritakan bagaimana bassist itu tetap berusaha mengikuti berbagai aktivitas band selama kondisi kesehatannya masih memungkinkan. Beberapa waktu sebelum kesehatannya semakin menurun, ia bahkan sempat menyampaikan keinginannya untuk tetap terlibat dalam kegiatan musik bersama band yang telah membesarkan namanya.

Hal itu menunjukkan bagaimana hubungan Donny dengan musik tidak pernah benar-benar terputus. Di mata banyak penggemar, ia adalah contoh musisi yang setia pada panggungnya hingga usia senja.

Dalam unggahan yang sama, God Bless juga menyampaikan permohonan doa bagi almarhum. “Mohon dimaafkan jika terdapat kesalahan almarhum. Semoga amal dan seluruh kebaikannya diterima di sisi-Nya,” tulis mereka.

Unggahan tersebut segera dipenuhi ucapan belasungkawa dari berbagai kalangan. Musisi, jurnalis, hingga penggemar lama God Bless mengenang Donny sebagai sosok yang rendah hati, tenang, dan konsisten dalam berkarya.

Warisan yang Tak Pernah Hilang

Di dunia musik yang sering berubah cepat, kehadiran musisi seperti Donny Fattah adalah pengingat tentang masa ketika rock Indonesia dibangun dari semangat kolektif dan idealisme.

Kepergian Donny Fattah memang menutup satu bab penting dalam sejarah God Bless. Namun musik memiliki cara sendiri untuk bertahan melampaui waktu. Rekaman-rekaman lama, konser yang pernah digelar, serta lagu-lagu yang terus diputar dari generasi ke generasi membuat warisan seorang musisi tidak benar-benar hilang.

Di dalam setiap dentuman bass yang pernah ia mainkan, ada jejak perjalanan panjang rock Indonesia. Tetapi seperti gema nada bass yang bergetar lama setelah dipetik, nama Donny Fattah tampaknya akan terus hidup—mengalun pelan di antara sejarah musik yang pernah ia bangun.


Bahjah Jamilah

Bahjah Jamilah adalah seorang penulis berita yang menyoroti dunia kuliner dan perjalanan. Ia suka mengeksplorasi makanan baru, memotret hidangan, serta menulis ulasan perjalanan. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca blog kuliner. Motto: “Setiap rasa menyimpan cerita.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *