Harga Emas Antam Stabil di Tengah Ketidakpastian Global
Harga emas Antam pada Minggu, 8 Maret 2026, tercatat stabil di angka Rp3.059.000 per gram. Sementara itu, harga buyback atau pembelian kembali emas Antam ditetapkan sebesar Rp2.822.000 per gram. Perubahan harga tidak terjadi dari perdagangan sebelumnya, sehingga tingkat harga tetap sama.
Emas batangan Antam tersedia dalam berbagai ukuran mulai dari 0,5 gram hingga 1 kilogram, memberikan keleluasaan bagi masyarakat untuk memilih sesuai kebutuhan dan kemampuan investasi. Pilihan ini sangat cocok bagi investor ritel maupun yang ingin menambah portofolio dalam jumlah besar.
Daftar Harga Emas Antam pada 8 Maret 2026
Berikut adalah daftar harga emas Antam per gram pada hari ini:
- 0,5 gram: Rp1.579.500
- 1 gram: Rp3.059.000
- 2 gram: Rp6.058.000
- 3 gram: Rp9.062.000
- 5 gram: Rp15.070.000
- 10 gram: Rp30.085.000
- 25 gram: Rp75.087.000
- 50 gram: Rp150.095.000
- 100 gram: Rp300.112.000
- 250 gram: Rp750.015.000
- 500 gram: Rp1.499.820.000
- 1.000 gram: Rp2.999.600.000
Sementara itu, harga buyback mengalami sedikit peningkatan menjadi Rp2.914.000 per gram. Harga ini merupakan nilai yang diterima oleh pemilik emas ketika menjual kembali emas batangan kepada pihak Antam.
Aturan Pajak dalam Transaksi Emas
Dalam transaksi emas batangan Antam, baik pembelian maupun penjualan kembali (buyback) dikenakan pajak sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34/PMK.10/2017. Untuk pembelian emas, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 0,45 persen bagi pembeli yang memiliki NPWP, sedangkan bagi yang tidak memiliki NPWP dikenakan tarif 0,9 persen. Setiap pembelian emas akan disertai bukti potong PPh Pasal 22 yang dapat digunakan sebagai dasar pelaporan pajak.
Untuk transaksi buyback dengan nilai di atas Rp10 juta, dikenakan pajak sebesar 1,5 persen bagi pemilik NPWP dan 3 persen bagi yang tidak memiliki NPWP. Pajak tersebut akan dipotong langsung dari total nilai transaksi saat penjualan kembali dilakukan.
Dampak Konflik AS–Iran terhadap Investasi Global
Investor mulai memindahkan investasinya ke aset yang dinilai lebih aman seperti emas seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Situasi memanas terjadi setelah Amerika Serikat dan Iran saling melancarkan serangan sejak Sabtu.
Menurut Kepala Analis Pasar KCM Trade, Tim Waterer, emas berpotensi menjadi aset favorit investor di tengah ketidakpastian global akibat konflik tersebut. Permintaan emas diperkirakan meningkat ketika pasar kembali dibuka, mengingat kekhawatiran terkait durasi konflik, kemungkinan meluasnya dampak ke negara lain, serta risiko inflasi yang meningkat. Dalam kondisi seperti ini, emas kembali berperan sebagai aset safe haven utama bagi para investor.
Fleksibilitas Pemilihan Ukuran Emas
Ketersediaan berbagai ukuran emas batangan memberikan fleksibilitas bagi masyarakat, baik yang baru mulai berinvestasi maupun yang ingin menambah portofolio dalam jumlah besar. Pecahan kecil biasanya diminati investor ritel, sedangkan ukuran besar lebih banyak dipilih untuk investasi jangka panjang.
Perubahan Harga Emas
Perlu diketahui, harga emas dapat berubah mengikuti kondisi pasar internasional dan domestik. Karena itu, investor disarankan memantau pembaruan harga secara berkala sebelum melakukan transaksi.
Meski mengalami koreksi, emas masih menjadi instrumen investasi yang diminati karena dinilai relatif stabil dalam menjaga nilai aset di tengah ketidakpastian ekonomi.
Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."











